Postingan

SEPUTAR ILMU MEMANGGIL ARWAH

MUI : RUH NABI KELUAR ADALAH KEDUSTAAN, TIDAK ADA YANG DAPAT MEMANGGIL RASUL DAN MALAIKAT.  Menurut pandangan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Ustaz M Zaitun Rasmin, melihat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar merupakan kebohongan ( baca klik disini ) CERITA RUH NABI DAN ULAMA KELUAR KUBUR ADALAH adalah cerita dusta dengan bentuk penghinaan. Karena berdasarkan sabda nabi yang shohih, bahwa arwah kaum muslimin mendapat tempat terbaik di alam kubur, sehingga mereka tidak ingin keluar dan ingin kiamat disegerakan.  Rasulullah shollaAllahu alaihi wasalam bersabda. ”Bila seorang mu’min menemui kematian, maka ia digembirakan dengan ke-ridha-an Allah ta’aala dan kemuliaan dariNya. Maka tidak ada sesuatu yang lebih ia sukai selain apa yang ia lihat. Maka ia ingin berjumpa dengan Allah ta’aala dan Allah ta’aala-pun ingin berjumpa dengannya. Sedangkan bila seorang kafir menemui kematian, maka ia digembirakan dengan azab Allah ta’aala dan siksa-Nya. Maka tidak ada sesuatupun yang lebi...

Zakat Fitrah dengan Bahan Makanan Pokok (Bukan dengan Uang)

Simak video berikut :  Perbedaan pemahaman hadis tentang zakat fitrah Ust. Adi Hidayat (Alumnus S2 International Islamic Call College, Tripoli, Libya) Dengan :  Ust. Dr.Dasman Yahya Ma’aly, Lc.MA (Alumnus Universitas Islam Madinah) Dan Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat (Alumnus LIPIA) Zakat Fitrah dengan Bahan Makanan Pokok (Bukan dengan Uang)  Ada beberapa hadits yang telah membicarakan mengenai ukuran dan bentuk zakat fitrah yang diserahkan ketika menjelang Idul Fithri. Ukurannya diperintahkan satu sho’, yaitu takaran antara 2,157-3,0 kg. Sedangkan bentuk zakat fitrah adalah dengan makanan pokok. Dalam hadits disebutkan dengan kurma, gandum, anggur atau keju, yaitu makanan pokok. Padahal nilai dari masing-masing makanan ini berbeda-beda. Kalau seandainya uang itu dibolehkan untuk zakat fitrah, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan perintahkan dengan makanan yang harganya sama jika diuangkan. Namun di sini tidak. Ini menunjukkan bahwa tidak tepat jika menunaikan za...

Bacaan dan Makna Doa Nabi Yunus saat Terjebak di Perut Ikan Paus

Bacaan dan Makna Doa Nabi Yunus saat Terjebak di Perut Ikan Paus  Kisah Nabi Yunus merupakan salah satu cerita yang paling banyak dikenal orang-orang muslim. Bagaimana mungkin salah satu hamba Allah SWT yang sangat baik dan terkasihi malah ditelan ikan paus? Hingga Sang Nabi merasa putus asa karena sudah berhari-hari berada dalam perut ikan yang besar.   Dalam Al-Qur’an mencatat kisah Nabi Yunus pada surat As-Saffat 139-148 yang dimana pada kisah Nabi Yunus dia memanjatkan sebuah doa pada Allah SWT. Hingga akhirnya ia dikeluarkan dari perut ikan yang besar atas izin-Nya.  Kisah Nabi Yunus AS Menyebarkan Islam  Kisah awal Nabi Yunus pada perjalanan menyebarkan ajaran agama Islam, ia telah diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada suatu kaum yang mana telah menyimpang jauh dari jalan yang benar. Menurut Kitab Qasash Al-Anbiya karya Ibnu Katsir yang telah diterjemahkan oleh Saefullah MS, kaum yang berada di suatu negeri Niniwa dekat Kota Mosul, Irak.  Semua...

Perbedaan terjemahan Al-Qur'an Mushaf Madinah dengan Terjemahan Kemenag/NU

Mushaf Al-Qur'an cetakan Madinah : Versi web ( klik disini )  Silahkan download aplikasi ( klik disini ) Baca info/berita berikut : Perubahan Terjemahan Alquran Oleh KEMENAG Terjemahan 3.226 Ayat Al-Quran Pemerintah Keliru? Kesalahan Mushaf Al-Quran Surah Fushshilat ayat 35 Cetakan Annur Astagfirullah, Lagi Ada Kesalahan Cetak Mushaf Al-Qur'an Beredar Silakan Melapor ke Sini Perubahan Terjemah Al Quran Tahun 1924 Sejarah, Kontroversi dan Dampaknya Menyoal Terjemahan Kemenag atas Kata 'Istawa' dalam Al-Qur’an ---oOo--- Perbedaan terjemahan Al-Qur'an Mushaf Madinah dengan Terjemahan Kemenag/NU  1. Perbedaan Terjemahan (Sifat Allah)  Mushaf Madinah (Umumnya merujuk pada pemahaman Salaf/Ahlussunnah yang literal-tsubutiyyah):  Pendekatan: Itsbat (menetapkan) sifat Allah sesuai teks tanpa ta'wil (mengalihkan makna ke makna majazi) dan tanpa ta'thil (menolak sifat), serta menghindari tasybih (menyerupakan dengan makhluk).  Contoh: Istawa diterjemahkan "bersema...

Kembali pada Al Quran dan Hadits, Bukan Berarti Melupakan Ulama

Gambar
Sumber video :  https://youtu.be/402PjAWyV Kembali pada Al Quran dan Hadits, Bukan Berarti Melupakan Ulama  Ingat, ketika kita mengajak kembali pada Al-Qur’an dan Al-Hadits, bukan berarti kita meninggalkan perkataan para ulama atau meninggalkan pendapat madzhab. Bahkan boleh kita mengikuti pendapat ulama selama tidak keluar dari ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.  Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Siapa yang mencintai para ulama, boleh baginya mengikuti pendapatnya selama pendapat tersebut sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seperti itu disebut muhsin (orang yang baik). Bahkan keadaan ini lebih baik daripada yang lainnya.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 22: 249)  Rambu Ketika Bermadzhab  Bermadzhab itu boleh asalkan kita mau mengikuti rambu-rambut berikut ini.  Rambu pertama: Harus diyakini bahwa bermadzhab bukan dijadikan standar kawan dan musuh yang akhirnya memecah belah persatuan kaum muslimin. Yang tepat, yang jadi prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang dijad...

Apa hukumnya SHALAWAT KEPADA NABI ﷺ SECARA BERJAMAAH DENGAN SUARA KERAS SETIAP SESUDAH SHALAT WAJIB

Jemaah ahlul bid'ah ditegur petugas Haramain agar tidak beselawat mengganggu jemaah lainnya sedang beribadat, dicuekin dan ditertawain atau dicemoohkan !? --- Apa hukumnya SHALAWAT KEPADA NABI ﷺ SECARA BERJAMAAH DENGAN SUARA KERAS SETIAP SESUDAH SHALAT WAJIB  Oleh : Syaikh Shalih bin Fawzan al-Fawzan hafizhahullah  Pertanyaan : Apa hukum shalawat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم secara berjamaah dengan suara keras setiap sesudah shalat?  Jawaban : Shalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم disyariatkan berdasarkan firman Allah Ta'ala:  إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا  Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu  atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. al-Ahzaab: 56)  dan Sabda Beliau صلى الله عليه وسلم:  "Bershalawatlah kepadaku, karena shalawat kalian akan samp...

Mengejar Kaki Saat Shalat Berjamaah Agar Shaf Rapat?

Mengejar Kaki Saat Shalat Berjamaah Agar Shaf Rapat?  Di antara perkara yang membuat shalat berjamaah menjadi sempurna adalah dengan meluruskan dan merapatkan shaf. Dijumpai beberapa hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang memerintahkan akan hal tersebut. Di antaranya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,  سَوُّوا صُفُوفَكُمْ , فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاةِ  “Luruskan shaf-shaf kalian, karena lurusnya shaf adalah kesempurnaan shalat.” (HR. Bukhari no.690, Muslim no.433)  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,  أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَتَرَاصُّوا ؛ فَإنِّي أرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي  “Luruskan shaf kalian dan hendaknya kalian saling menempel, karena aku melihat kalian dari balik punggungku.” (HR. Bukhari no.719)  Pada praktiknya kita jumpai adanya perbedaan di tengah kaum muslimin di negeri kita dalam masalah menyusun shaf. Sebagian kaum muslimin ada yang benar-benar meluruskan dan merapatkan shaf hingga ta...