Postingan

Idul Fitri Bukan Kembali Suci

Idul Fitri Bukan Kembali Suci  Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,  Kita akan membahas anggapan yang tersebar hampir di seluruh lapisan masyarakat, " Idul fitri = kembali suci". Masyarakat, bahkan para tokoh agama, sering mengartikan idul fitri dengan kembali suci. Mereka mengartikan ‘id dengan makna kembali dan fitri diartikan suci.  Para khatib seringkali memberi kabar gembira kepada masyarakat yang telah menyelesaikan ibadah selama ramadhan, bahwa pada saat idul fitri mereka telah kembali suci, bersih dari semua dosa antara dia dengan Allah.  Kemudian diikuti dengan meminta maaf kepada sesama, tetangga kanan-kiri. Sehingga usai hari raya, mereka layaknya bayi yang baru dilahirkan, suci dari semua dosa. Tak lupa sang khatib akan mengkaitkan kejadian ini dengan nama hari raya ini, idul fitri. Dia artikan ‘Kembali Suci’. Turunan dari pemaknaan ini, sebagian masyarakat sering menyebut tanggal 1 syawal dengan ungkapan ‘hari yang fitri’.  ...

Gempa bumi adalah salah satu bentuk peringatan

Gempa bumi adalah salah satu bentuk peringatan Gempa bumi adalah salah satu bentuk peringatan daripada Allah SWT kepada hamba-Nya. Ia menjadi isyarat agar manusia kembali kepada-Nya, meninggalkan maksiat dan memperbanyakkan amal soleh. Berikut susunan ayat berdasarkan al-Quran dan hadith: 1. Allah Mengingatkan Manusia Melalui Bencana Alam "Dan Kami tidak mengutuskan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakutkan (manusia)." (Surah Al-Isra’, ayat 59) 2. Gempa Bumi Juga Tanda Keagungan dan Kekuasaan Allah "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: 'Apa yang terjadi pada bumi ini?' Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya..." (Surah Az-Zalzalah: 1–4) 3. Hadis: Musibah Akibat Maksiat Manusia Rasulullah SAW bersabda: "Apabila zina dan riba telah merebak di suatu negeri, maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka kepada azab Allah." (Ri...

UNTUKMU KU KIRIM ALFATIHAH !

Simak uraian Ust. Farhan Abu Furaihan di video berikut : UNTUKMU KU KIRIM ALFATIHAH ! Oleh : Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi Pada suatu acara, seorang tokoh dengan serius mengatakan: “Sebelum acara ini kita mulai, marilah kita membukanya dengan bacaan al-Fatihah..” Serempak, para hadirin pun tunduk dan khusyuk membacanya bersama-sama. Di penghujung acara, seorang tokoh diminta menutup acara dengan doa, maka dia pun menghadiahkan doanya untuk para wali yang telah meninggal dunia, lalu mengatakan: “Al-Fatihah ala hadhroti syaikhina wa waliyyina..” Kasus-kasus serupa mungkin sering kita jumpai dimasyarakat. Namun, pernahkah kita berfikir bahwa semua itu adalah tata cara beragama yang tidak ada contohnya dan diingkari oleh para ulama?! Marilah kita kaji bersama masalah ini dengan lapang dada. Teks Hadits الْفَا تِحَةُ لِمَا قُرِ ئَتْ لَهُ Al-Faatihatu limaa quriat lahu “Al-Fatihah itu sesuai untuk apa yang dibaca.” TIDAK ADA ASALNYA. Yakni dengan lafadz ini, demikian juga k...

Keluasan Ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Luas

Terdapat disebuah hadits Qudsi, dari Allah Azza Wajalla  Bahsawannya jika seorang hamba mengangkat kedua tangannya ke langit sementara dia adalah orang yang bermaksiat, lalu dia memanggil Tuhannya  “Ya Rabb…” Kemudian malaikat menghalangi suaranya.  Lalu seorang hamba memanggil Tuhannya lagi.  “Ya Rabb…” Kemudian malaikat menghalangi lagi suaranya.  Lalu dia mengulangi lagi untuk yang keempat kalinya.  Maka Allah Azza Wajalla berkata,  “Sampai kapan kalian (Malaikat) menghalangi suara hamba-Ku dari Ku?”  “Labbaika ‘Abdi.. (Aku menyambut panggilanmu wahai hamba-Ku)”  “Labbaika ‘Abdi.. (Aku menyambut panggilanmu wahai hamba-Ku)”  “Wahai anak-anak Adam, Aku menciptakanmu dengan kedua tangan-Ku & Aku membimbingmu dengan nikmat-Ku. Sementara engkau menyimpang dari-Ku dan bermaksiat pada-Ku. Apabila engkau kembali pada-Ku, maka Aku akan memberimu taubat.”  “Maka dimana lagi engkau temukan Tuhan seperti-Ku?”  “Aku adalah Maha Peng...

Meneladani Umar bin Khattab: Sabar Menghadapi Amarah Istri

Ust.  Khalid Zeed Abdullah Basalamah Meneladani Umar bin Khattab: Sabar Menghadapi Amarah Istri  Sayyidina Umar bin Khattab dikenal melalui sifat-sifatnya yang tegas, adil, bijaksana, dan berani. Meskipun dikenal sebagai sosok yang tegas dan kuat, ada satu kisah dimana Umar memperlihatkan kemampuan luar biasa untuk sabar menahan diri ketika menghadapi amarah sang istri. Kisah tersebut dijelaskan dalam kitab Uqudul Lujain karya Imam Nawawi al-Bantani melalui hadis berikut ini:  وَرُوِيَ: أنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَشْكُوْ إِلَيْهِ خُلُقَ زَوْجَتِهِ، فَوَقَفَ بِبَابِهِ يَنْتَظِرُهُ، فَسَمِعَ امْرَأَتَهُ تَسْتَطِيْل عَلَيْهِ بِلِسَانِهَا، وَهُو سَاكِتٌ لاَ يَرُدُّ عَلَيْهَا، فَانْصَرَفَ الرَجُلُ قَائِلا : إِذَا كَانَ هَذَا حَالُ أَمِيْرِ المُؤْمِنِيْنَ، فَكَيْفَ حَالِيْ ؟. فَخَرَجَ عُمَرُ فَرآهُ مُدْبِرًا فَنَادَاهُ، مَا حَاجَتُكَ؟. فَقَالَ : يَا أَمِيْرَ المُؤْمِنِيْنَ، جِئْتُكَ أَشْكُوْ إِلَيْكَ خُلُقَ زَوْجَتِيْ وَاسْتِطَالَتِهَاعَلَيَّ، فَسَمِعْ...

ChatGPT : Buktikan bahwa Allah berada di atas langit !

Gambar
ChatGPT : Buktikan bahwa Allah berada di atas langit ! Sulit menentukan apa bukti yang diinginkan. Kebanyakan manusia ingin jawaban yang sesuai dengan keinginannya sendiri.  Oleh karena itu, saya melakukan pendekatan dari sisi kecerdasan buatan. •) Manusia dengan otaknya yang efisien, secara Kolektif berhasil menciptakan kecerdasan buatan bernama ChatGPT. Ini terjadi ketika komputer sudah ada, sumber daya listrik sudah cukup, data center sudah besar, proses or sudah canggih, dan Internet sudah cepat. Lingkungan sudah mendukung untuk AI muncul ke permukaan bumi.  •) Penciptaan ChatGPT berkembang (berevolusi) yang dikendalikan oleh manusia dengan metode ilmiah (desain, trial, error, improve). Awalnya ChatGPT 1 lalu sekarang sudah ada versi 4o. Penciptaan bukanlah bin salabim jadi apa prok prok prok. Penciptaan adalah desain bertahap dengan penambahan kemampuan ketika sudah siap.  •) Bentuk ChatGPT sekarang bukanlah final, masih ada ruang perbaikan ke depannya. Efisiensi, ef...

Begini Maksud Perintah “Sering Mengingat Kematian

Begini Maksud Perintah “Sering Mengingat Kematian”   Sebagian kaum muslimin bisa jadi salah paham dengan maksud hadis “perbanyaklah mengingat kematian.” Ketika mendengar hadis ini, mereka langsung menyangka bahwa mereka diperintahkan untuk mengingat hal-hal yang mengerikan dan seram. Misalnya,  “Keluargamu akan terlantar.”  “Anakmu akan menjadi yatim, istrimu akan menjadi janda.”  “Engkau akan mati dengan ngerinya sakaratul maut.”  “Engkau akan mati mengenaskan seperti tertabrak, sesak napas tiba-tiba, atau kena serangan jantung.”  Dan lain sebagainya.  Sebagian kaum muslimin langsung mengingat hal-hal yang justru membuat mereka semakin susah karena mengingat kematian. Padahal bukan ini yang menjadi maksud utama perintah agar memperbanyak mengingat mati. Salah satu maksudnya adalah agar melembutkan hati dan meringankan beban dunia dengan merenungi hakikat kehidupan. Bahkan kehidupan dunia ini hanya sementara saja dan akhirat itu kekal. Pintu gerbang me...