Postingan

Menampilkan postingan dengan label Syirik

MENGAPA KAUM MUSYRIKIN MEKKAH MENOLAK MENGUCAPKAN "LAILAHAILLALLAH

MENGAPA KAUM MUSYRIKIN MEKKAH MENOLAK MENGUCAPKAN "LAILAHAILLALLAH Oleh : Abdussalam Syuwa'ir Hafizhahullah  ​"Jika engkau telah mengetahui (makna) Laa ilaha illallah, semoga Allah memperbaiki hatimu, sehingga ia kembali (bertaubat), tunduk, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. ​Maka kalimat ini adalah kalimat yang agung. Ketahuilah wahai muslim, bahwa sekadar mengucapkannya saja tidaklah cukup. Buktinya, kaum musyrik yang dahulu tinggal di sekitar Masjid Rasulullah ﷺ, Nabi ﷺ bersabda kepada mereka: ​«قُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ» (Katakanlah: Laa ilaha illallah) ​Namun demikian, mereka enggan mengucapkannya karena mereka mengetahui bahwa makna yang dituntut dari orang yang mengucapkannya tidak ada pada mereka. ​Bagaimana mungkin mereka mengucapkan Laa ilaha illallah sementara mereka menyembah 'Uzza, Manat, Lata, dan tuhan-tuhan lainnya? ​Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa kita wajib, dengan kewajiban yang mutlak, untuk mengetahui makna Laa...

Ngalap Berkah Yang Dibolehkan Dan Terlarang

Gambar
Ngalap Berkah Yang Dibolehkan Dan Terlarang  Dalam bahasa Arab, barokah bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa juga bermakna bertambah atau berkembangnya sesuatu. Tabriik adalah mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan. Sedangkan tabarruk adalah istilah untuk meraup berkah atau “ngalap berkah”.  Adapun makna barokah dalam Al Qur’an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya. Demikian kesimpulan dari Dr. Nashir Al Judai’ dalam At Tabaruk, hal. 39.  Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Maksud dari ucapan do’a “ keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad karena engkau telah memberi keberkahan kepada keluarga Ibrahim , do’a keberkahan ini mengandung arti pemberian kebaikan karena apa yang telah diberi pada keluarga Ibrahim. Maksud keberkahan tersebut adalah langgengnya kebaikan dan berlipat-lipatnya atau bertambahnya kebaikan. Inilah hakikat barokah”. Lihat Jalaul Afham fii Fadhlis...

Makna Haul Dalam Pandangan Islam

Gambar
Makna Haul Dalam Pandangan Islam  Sudah menjadi sebuah tradisi dalam sebagian masyarakat Indonesia mengadakan acara haul seorang syaikh, wali, sunan, kiai, habib, atau tokoh masyarakat lainnya. Kebiasaan yang sudah mendarah daging ini adalah budaya nenek moyang yang dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat kita di seluruh nusantara.  Persiapan yang luar biasa dilakukan oleh panitia pelaksana untuk mensukseskan haul seorang tokoh terkemuka, spanduk dan baleho dipasang dimana-mana, pamplet-pamplet disebar di sudut-sudut kota. Tentu dengan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk memeriahkan acara tersebut. Jelas ini adalah pemborosan dan penghamburan harta yang dilarang oleh agama.  Dalam haul seorang tokoh ini, bukan hanya masyarakat biasa yang hadir tetapi pejabat negara dari mulai tingkat kepala desa atau lurah sampai menteri atau bahkan kepala negara.  Walaupun haul ini dilakukan di Indonesia, namun tokoh yang dihauli bukan hanya tokoh-tokoh yang ada di dal...

KETIKA LEWAT DITEMPAT SERAM

Gambar
KETIKA LEWAT DITEMPAT SERAM Membunyikan klakson ketika melewati tempat seram diyakini sebagian masyarakat bisa menyelematkan dari bahaya gangguan “penunggu” tempat yang dilewati. Sebagian lagi menyakini harus matiin lampu atau berucap: “permisi mbah” atau tindakan-tindakan lain yang diyakini bisa menyelamatkan dari gangguan “jin penunggu” Padahal Islam mengajarkan bahwa meminta perlindungan disertai dengan bergantungnya hati hanya boleh ditujukan kepada Allah semata, tidak boleh pada selain-Nya. Jika hati berpaling pada selain-Nya, maka seseorang terjatuh dalam perbuatan syirik. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Fushilat: 36). Begitu pula dalam ayat :  “Katakanlah: aku berlindung kepada Rabb manusia” (QS. An Naas: 1) Islam mengajarkan jika melewati tempat seram/menakutkan minta perlindungan pada Allah Rasulullah shallallahu ‘alaihi ...

BENARKAH Muhammad Alwi Al Maliki (SEORANG MUHADDITSUL HARAMAIN) ?

Simak video dibawah ini : Dr. H. Arrazy Hasyim, Lc, S.Fil.I., MA.Hum, atau yang kerap disebut Buya Arrazy  adalah mubaligh dan ulama Indonesia. Ia merupakan pendiri dan pengasuh Ribath Nouraniyah Hasyimiyah, mencela  Prof. Dr. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais   (Imam Masjidil Haram) :  Sumber video :  https://youtu.be/LIohNB Sumber video :  https://youtu.be/Eau ---oOo--- BENARKAH Muhammad Alwi Al Maliki (SEORANG MUHADDITSUL HARAMAIN) ?  Kami tidak memiliki kitab yang disarankan tersebut. Sejauh ini kami belum mengetahui ada yang menggelari Muhammad Alwi Al Maliki dengan Muhadditsul Haramain kecuali orang-orang yang fanatik kepadanya atau semadzab. Simak perkataan Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Mufti Arab Saudi terdahulu ketika memberi muqoddimah kitab hiwar ma’a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi (Dialog dengan Al Maliki, Bantahan Kemungkaran dan kesesatannya) karya Syaikh Abdullah bin Mani’, anggota Kibar Ulama Saudi, kata beliau: “...

Antara Syirik Konvensional dan Syirik Modern

Sumber video :  https://www.facebook.com/share/ Antara Syirik Konvensional dan Syirik Modern  Oleh : Suara Muhammadiyah (Pengajian Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Kudus)  "Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. ( Al Qur’an Surat Al Kahfi : 110)  Syarat bertemu dengan Allah SWT (sifat-sifat Allah). Terdapat dua kelompok  yaitu:  Pertama , Beramal Sholih/berbuat baik, dimanapun berada; yang arahnya melalui ketaqwaan, karena ketaqwaan merupakan derajat tertinggi  sebagaimana tercantum dalam Q.S. Al Dzariyat (51) : 15-22.  Kedua , Tidak berbuat syirik, baik dalam keadaan fakir maupun kaya, dan firman Allah dalam Q.S. Al Furqon : 67, yang artinya “Dan orang...

MEMBUKA PINTU RIZKI DENGAN ISTIGHFAR

Gambar
MEMBUKA PINTU RIZKI DENGAN ISTIGHFAR Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasulullah. ---oOo--- “AJIMAT ROJO BRONO: Suatu ritual khusus yang apabila Anda menjalankan dengan benar, insyaAllah dalam waktu 3 hari Anda akan segera mendapat rizqi, untuk menambah modal atau melunasi hutang tanpa tumbal. Mahar kesepakatan”. “GOMBAL GENDERUWO: Usaha seret, atau sering tertipu, banyak saingan, untuk apa bingung. Dengan ajimat Gombal Gendruwo bisnis akan kembali lancar, disegani dan dapat menetralkan kekuatan jahat yang ingin merusak. Mahar kesepakatan”. Demikian tawaran pelancar rizki dalam sebuah iklan yang dipasang salah satu ‘Gus’ yang memimpin sebuah “Padepokan Ilmu Hikmah dan Seni Pernafasan Tenaga Dalam” di kota Malang.[1] “Sarana spiritual kerezekian yang ada di majelis kami biasa dinamakan Bukhur Qomar. Untuk mendapatkan dayanya: tanamlah Bukhur Qomar di tempat usaha, lalu baca Sholawat Nariyah 11 x bakda subuh, untuk lafal Kamilatan dibaca 41 x. InsyaAllah da...

ADA APA DENGAN BASAPA?

ADA APA DENGAN BASAPA? Ritual Yang Mengandung Kesyirikan Basapa diadakan setiap hari Rabu setelah 10 Safar ketika bulan mulai naik, puluhan ribu orang mengunjungi makam Syaikh Burhanuddin di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar (di kenal dengan Syaikh Burhanuddin Ulakan). Pada awalnya mereka mengunjungi makam Syaikh tidak terkoordinir, bisa dilakukan di bulan apa saja. Untuk menyatukan penziarah maka ditetapkan ziarah diadakan pada bulan Safar karena diyakini Syaikh meninggal pada tanggal 10 Safar 1111 H atau 20 Juni 1704 M (sebagian menyatakan tahun 1104 H). Karena ziarah di bulan Safar ini munculnya istilah “BASAPA” (pergi Safar). BEBERAPA RITUAL YANG DILAKUKAN 1 . Dzikir, dsb Ritual Basapa dimulai ba’da Dzuhur dan mencapai puncaknya menjelang Maghrib, semakin malam suasana semain larut dan syahdu dengan berbagai ritual seperti: dzikir, tahlilan, shalawat, yasinan, ratib saman, barzanji dan do’a-do’a dilantunkan. Masing-masing jama’ah melantunkan dzikir yang berbeda, tergantung ...

Kitab Kuning: Pembentuk Pandangan Hidup ala Pesantren

Gambar
Kitab Kuning: Pembentuk Pandangan Hidup ala Pesantren  Kitab kuning atau dalam istilah lain kitab ‘gundul’ merupakan salah satu karakteristik keilmuan Islam klasik yang ada di pesantren. Kitab ini mampu berdialog dengan zaman panjang segala kearifan lokal yang beragam. Kemampuan kitab kuning ini tidak hanya bertumpu dalam keilmuan, melainkan juga mampu menghadapi dan menyelesaikan problematika sosial.  والنحو أولى أولا أن يعلما # إذ الكلام دونه لن يفما  Tata bahasa atau gramatika Arab lebih utama untuk dipelajari, karena teks (kitab kuning) tidak akan dipahami tanpa itu (nahwu dan sharaf).  Problem solving yang banyak ditawarkan kitab kuning mampu menjawab segala macam persoalan sosial, politik, budaya dan lain-lain. Seperti bahtsul masail yang menjadi tradisi rutin di pesantren (aswaja-asy'ariyah,red), yang mana kitab selalu menjadi rujukan dan pijakan utama setelah Alquran dan Hadis. Jika dalam setiap kesimpulan hukum tidak dilengkapi dalil kitab kuning atau ijma’ ...

Memohon Kepada Allah Dengan Kedudukan Orang Shalih

HUKUM MEMOHON KEPADA ALLAH DENGAN KEDUDUKAN DAN KEMULIAAN ORANG SHALIH  Pertanyaan : Apakah orang-orang sholeh yang meninggal, semoga Tuhan kita memuliakannya. Seorang hamba yang masih hidup ketika mohon kepada Allah berkata, “Dengan kesalehan syekh Fulan dan dengan keutamaannya disisi-Mu dan dengan ibadahnya kepada-Mu, aku mohon Engkau menghilangkan kesusahanku Ya Allah.” Kami tahu bahwa manfaat itu dari Allah?  Jawaban : Alhamdulillah.  Tidak diragukan lagi bahwa doa termasuk ibadah yang mulia dalam agama. Dimana seorang hamba mendekatkan diri  dengannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak diragukan juga, bahwa tidak diperkenankan seorang pun menyembah Allah kecuali dengan apa yang telah disyariatkan lewat lisan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wa sallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhori (2499) dan Muslim (3242) dari Hadits Aisyah radhillahu’anha berkata, Rasulullah Shallallahu’alihi wa sallam bersabda,  مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ م...