Para Sahabat Tidak Ada Yang Mentakwil Istawa’ dengan Istaula
Baca juga artikel berikut : ○ Al-Qur'an NU online menterjemahkan ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ "berkuasa atas ʻArasy ○ Perbedaan terjemahan Al-Qur'an Mushaf Madinah dengan Terjemahan Kemenag/NU ○ Menyoal Konsekuensi Penerjemahan Istiwa' ○ Apa itu paham mujassimah? ---o0o--- Para Sahabat Tidak Ada Yang Mentakwil Istawa’ dengan Istaula Oleh : Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengajarkan Al-Qur’anul Karim kepada para sahabat, baik secara lafalnya atau maknanya. Bahkan tujuan ayat-ayat Al-Qur’an disampaikan adalah untuk dipahami maknanya dan diketahui maksudnya. Maka Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menyampaikan kedua hal itu, sehingga banyak para sahabat yang menghafal Al-Qur’an dan memahami maknanya. Oleh karena itu Abu Abdirrahman As-Sulami (salah seorang tabi’in) menjelaskan bahwa para sahabat yang mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka seperti ‘Utsman bin Affan, Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhum, إذا تعلم...