Postingan

TAKARAN YANG SEMPURNA DARI TETESAN KECIL

TAKARAN YANG SEMPURNA DARI TETESAN KECIL Dalam sebuah eksperimen, air sebanyak kurang lebih 500 liter dimasukkan ke dalam sebuah wadah besar. Wadah ini kemudian diangkat ke ketinggian sekitar 100 meter. Di bawahnya, diletakkan sebuah mobil. Ketika air itu dijatuhkan sekaligus dari ketinggian tersebut, dampaknya sungguh mengejutkan. Hantaman air yang begitu besar menimpa mobil di bawahnya dengan sangat kuat, hingga membuat mobil itu penyok parah, bahkan hampir rata. Begitu dahsyatnya daya rusak dari air jika diturunkan sekaligus dalam volume besar. Namun, bandingkanlah hal itu dengan hujan. Bukankah hujan juga membawa volume air yang sangat besar? Tapi lihatlah bagaimana Allah ﷻ menurunkannya. Tidak sekaligus, bukan dengan hentakan yang membinasakan, melainkan melalui tetesan-tetesan kecil, satu demi satu, dengan takaran yang sempurna. “Allah menurunkannya dalam tetesan yang terpisah-pisah, masing-masing tidak bercampur dengan yang lain. Tidak ada tetesan yang lebih dahulu datang sebelu...

DOA KETIKA LAILATUL QADAR

DOA KETIKA LAILATUL QADAR  Telah kita ketahui bersama doa yang dibaca ketika malam lailatul qadar adalah,  اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى   “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” [HR. Tirmidzi]  Bagaimana cara membaca doa ini ? Berikut caranya:  1. Doa ini dibaca secara sendiri-sendiri sebagaimana hukum asal berdoa adalah sendiri-sendiri dan dengan suara lirih.  2. Doa ini dibaca ketika malam hari yaitu pada malam di mana ada dugaan kuat malam itu adalah malam lailatul qadar.  Sebagaimana perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Aisyah untuk membaca doa ini ketika menjumpai malam lailatul qadar.  3. Tidak ada jumlah tertentu berapa kali kita membaca doa ini, kita baca doa ini di sela-sela ibadah yang kita lakukan di malam lailatul qadar.  Karena ibadah pada malam lailatul qadar itu berv...

HUKUM SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID

HUKUM SHALAT BERJAMA’AH DI MASJID  Oleh : Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله  KEUTAMAAN SHALAT BERJAMA’AH Wahai saudaraku, semoga Allâh mengaruniakan rahmat-Nya kepadamu…  Ketahuilah bahwa shalat lima waktu harus kita kerjakan dengan berjama’ah. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk shalat berjama’ah. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan keutamaan shalat berjama’ah, sebagaimana hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  صَلَاةُ الرَّجُلِ فِـي الْـجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَىٰ صَلَاتِهِ فِـيْ بَيْتِهِ ، وَفِـيْ سُوْقِهِ ، خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ ضِعْفًا ، وَذٰلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ ، فَإِذَا صَلَّىٰ  لَمْ تَزَلِ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّـيْ عَلَيْهِ مَا دَامَ ف...

Shalat sambil menggendong bayi

Shalat sambil menggendong bayi  Shalat sambil menggendong bayi diperbolehkan dalam Islam, berdasarkan hadits Shahih Bukhari dan Muslim di mana Rasulullah ﷺ pernah shalat sambil menggendong cucunya, Umamah binti Zainab. Rasulullah ﷺ menggendong saat berdiri dan meletakkannya saat sujud. Hukum ini berlaku baik shalat fardhu maupun sunnah. Dengan Syarat:  1. Anak Harus Suci: Bayi yang digendong tidak boleh dalam keadaan najis (badan atau pakaian/popoknya).  2. Kondisi Bayi: Diutamakan menggunakan popok yang bersih agar shalat tetap sah.  Hadits ini menunjukkan kasih sayang Rasulullah ﷺ dan fleksibilitas dalam ibadah.  Hadits Riwayat Muslim: “Aku melihat Nabi ﷺ mengimami orang-orang shalat sedangkan Umamah binti Abi al-‘Ash, putri Zainab binti Rasulullah ﷺ, ada di atas bahunya. Jika ruku’ beliau meletakkannya, dan jika berdiri beliau mengangkatnya kembali.” (HR. Muslim, No. 543). 

Aceh "Serambi Syi'ah"

Gambar
Sumber video :  https://www.youtube.com/live/ Masuknya Islam ke Indonesia  Oleh : Dr. Nurbaiti, M.Pd Islam masuk ke Indonesia pertama kali melalui Aceh, meskipun terjadi perdebatan di antara para sejarawan, tetapi sebagian besar dari sejarawan tersebut mengakui bahwa Aceh merupakan daerah Indonesia pertama yang memeluk agama Islam. Penulis juga meyakini bahwa Aceh adalah daerah pertama masuknya Islam ke Indonesia, hal ini didasarkan pada letak Aceh yang sangat strategis, yaitu di perairan Malaka, sehingga Aceh menjadi gerbang bagi para pelaut yang akan masuk ke wilayah Nusantara.  Islam bukanlah agama pertama yang dipeluk oleh masyarakat Aceh, seperti halnya wilayah Indonesia pada umumnya, penduduk Aceh pun sebelum memeluk agama Islam merupakan pemeluk agama Hindu. Bahkan sebelum memeluk agama Hindu masyarakat Aceh merupakan pengikut aliran animisne, dynamisme dan pemujaan terhadap dewa (Hyang).  Hal tersebut dapat dilihat dari adanya beberapa peninggalan di Aceh yan...

Makkah Seluruhnya adalah Tanah Haram: Kampanye untuk Shalat tanpa Perlu Berdesak-desakan

Gambar
Makkah Seluruhnya adalah Tanah Haram: Kampanye untuk Shalat tanpa Perlu Berdesak-desakan  Otoritas Kerajaan untuk Kota Makah dan Tanah Suci mengumumkan peluncuran kampanye “Makkah Seluruhnya adalah Tanah Haram” untuk tahun ketiga berturut‑turut. Hal ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang batas‑batas wilayah haram dan menjelaskan keutamaan shalat di dalamnya. Kampanye ini merupakan bagian dari upaya penyuluhan berkelanjutan.  Gerakan ini menitikberatkan pada sosialisasi kepada warga Makkah dan para peziarah bahwa pahala shalat di dalam batas Tanah Haram setara dengan seratus ribu shalat. Keutamaan ini mencakup seluruh masjid yang terletak di dalam batas tersebut.  Penyuluhan ini juga menyoroti sejumlah masjid dalam kawasan haram, seperti Masjid Aisyah Ar‑Rajhi di Nasim, Masjid Imam Ad-Da’wah di ‘Awaali, Masjid Al‑Muhajirin di Syawqiyyah, dan Masjid Syaikh Abdul Aziz bin Baz di ‘Aziziyah, di samping masjid‑masjid lain di dalam wilayahnya.  Inisiatif ini bertujuan...

Orang Pertama dan Terakhir Yang Masuk Ke Makam Nabi Setelah 790 Tahun

Gambar
Foto : Dinding pembatas rumah Nabi dengan masjid Nabawi Ini Dia Orang Pertama dan Terakhir Yang Masuk Ke Makam Nabi Setelah 790 Tahun  Seorang pria memasuki kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun 881 H dan melihat makam beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar radhiyallahuma. Kemudia dia menggambarkan pengalamannya tersebut dalam bukunya.  Inilah informasi langka yang didokumentasikan dengan foto jarak dekat.  Kamar Nabi shalallahu alaihi wa sallam memiliki dua dinding luar dan dalam, yang pada tahun 881 H, para jamaah shalat di  Masjid Nabawi merasakan suara benturan di dinding luar timur yang mengelilingi kamar Nabi shalallahu alaihi wa sallam.  Suara itu adalah dampak dari dinding bagian dalam kamar Nabi yang sebagiannya runtuh ke dinding luar, sebagian dinding bagian dalam bersandar ke dinding bagian luar. Para jamaah juga melihat terdapat retakan di dinding.  Maka gubernur, ulama, dan orang-orang yang berkepentingan berkump...