Postingan

Memilih Pasangan Idaman

Memilih Pasangan Idaman  Oleh : Yulian Purnama Terikatnya jalinan cinta dua orang insan dalam sebuah pernikahan adalah perkara yang sangat diperhatikan dalam syariat Islam yang mulia ini. Bahkan kita dianjurkan untuk serius dalam permasalahan memilih pasangan dan dilarang menjadikan hal ini sebagai bahan candaan atau main-main.  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,  ثلاث جدهن جد وهزلهن جد: النكاح والطلاق والرجعة  “Tiga hal yang seriusnya dianggap benar-benar serius dan bercandanya dianggap serius: nikah, cerai dan ruju.'” (Diriwayatkan oleh Al Arba’ah kecuali An Nasa’i. Dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah)  Salah satunya dikarenakan menikah berarti mengikat seseorang untuk menjadi teman hidup tidak hanya untuk satu-dua hari saja bahkan seumur hidup, insya Allah. Jika demikian, merupakan salah satu kemuliaan syariat Islam bahwa orang yang hendak menikah diperintahkan untuk berhati-hati, teliti dan penuh pertimbangan dalam memilih pasang...

Bahaya membuat dan menyebarkan hadis palsu

Sumber video : https://www.facebook.com/share/ Sumber video : https://fb.watch/j6RYPQDMjg/ Bahaya membuat dan menyebarkan hadis palsu Hadits yang ke-94. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:  مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ  “Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Bukhari Muslim)  Hadits ke-95. Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:  مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَيْ أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ  “Siapa yang menyampaikan hadits dariku dengan suatu hadits yang masih diduga bahwa itu adalah dusta, maka ia termasuk salah satu dari dua pendusta.” (HR. Muslim)  Artinya yang membuat dan yang menyebarkannya.  Hadits ke-96. Dari Mughirah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu  Alaihi wa Sa...

Membedah Akar Terorisme

Baca juga : Demonstrasi dalam Pandangan Islam Membedah Akar Terorisme  Oleh : Ustadz Zainal Abidin, Lc.  Aksi teroris di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton menoreh luka berat di hati Umat Islam, karena terbukti para pelakunya adalah para aktifis masjid, lulusan pesantren, juru da’wah dan di masyarakat dikenal orang sopan santun, lemah lembut, pendiam dan tidak banyak tingkah, ternyata mereka adalah orang yang sadis, yang tidak mengenal kemanusiaan membunuh manusia dengan bom bunuh diri, hal ini benar-benar mencoreng nama baik Umat dan merusak indahnya syariat Islam.  Bagaimana masyarakat awam yang membenci Islam tidak berkomentar miring terhadap Islam karena memang pelakunya umat Islam. Sementara tokoh-tokoh agama bukannya sedih menyaksikan aksi pelecehan terhadap syariat malah saling lempar tuduhan, sehingga membuat kalangan awam makin bingung mereka harus bagaimana, bergabung dengan aktifis masjid takut terjaring teroris, sementara dalam lubuk hatinya tahu bahwa m...

Demonstrasi dalam Pandangan Islam

Demonstrasi dalam Pandangan Islam  Pertama : Demonstrasi yang brutal maupun dengan cara damai telah terang-terangan menandakan keluar dari ketaatan pada penguasa. Melakukan pembangkangan dari ketaatan kepada penguasa adalah haram dengan kesepakatan para ulama. Imam Nawawi rahimahullah berkata,  وَأَمَّا الْخُرُوج عَلَيْهِمْ وَقِتَالهمْ فَحَرَام بِإِجْمَاعِ الْمُسْلِمِينَ ، وَإِنْ كَانُوا فَسَقَة ظَالِمِينَ.  “Adapun keluar dari ketaatan pada penguasa dan menyerang penguasa, maka itu adalah haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama, walaupun penguasa tersebut adalah fasik lagi zholim”  (Syarh Muslim, 12: 229).  Kedua : Demonstrasi adalah bentuk tidak taat pada penguasa, padahal taat kepada penguasa itu wajib meskipun ia zholim dan fasik. Jikalau penguasa menaikkan BBM dan itu menyengsarakan rakyat banyak, maka kita tetap wajib taat pada mereka karena ada kemaslahatan yang besar di balik ketaatan tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  ...

ALLAH MENYEMPURNAKAN ISLAM DI HARI ARAFAH

Sumber video :  https://youtu.be/QpN12J5j ALLAH MENYEMPURNAKAN ISLAM DI HARI ARAFAH  Dari Umar bin Khatthab Radhiyallahu 'anhu bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada beliau :  "Wahai Amirul mukminin, ada sebuah ayat di dalam kitab suci kalian (Al-Quran) yang kalian membacanya, yang seandainya diturunkan kepada kami -orang-orang Yahudi- maka kami akan menjadikan hari tersebut sebagai hari raya. Beliau bertanya: Ayat apakah itu? Orang Yahudi itu menjawab:  ٱلۡیَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِینَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَیۡكُمۡ نِعۡمَتِی وَرَضِیتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِینࣰا  "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu" (QS. Al-Maidah: 3).  Umar radhiyallahu 'anhu berkata:  Sungguh kami telah mengetahui hari dan tempat diturunkannya ayat tersebut kepada Nabi ﷺ yaitu ketika beliau berdiri di Arafah pada hari Jumat." (HR. Bukhari dan Muslim)  Imam Malik rahimahullahu b...

"Musailamah Al-Kazzab: Penipu Terbesar dalam Sejarah Islam"

Ciri-ciri Dai penipu Nabi :  Sumber video :  https://www.facebook.com/share/ "Musailamah Al-Kazzab: Penipu Terbesar dalam Sejarah Islam"  Di sebuah padang pasir yang luas, di tengah-tengah panas yang membakar dan debu yang berterbangan, berdiri seorang lelaki yang mengaku sebagai nabi. Lidahnya manis, kata-katanya penuh tipu daya, dan dia berani berdiri menentang kebenaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ. Dia bukan sebarang lelaki, dia adalah Musailamah Al-Kazzab – pendusta terbesar dalam sejarah Islam, lelaki yang berani mendakwa dirinya sebagai utusan Tuhan walaupun hakikatnya, dia hanyalah seorang yang dahagakan kuasa dan pengaruh.  Musailamah Al-Kazzab berasal dari Bani Hanifah, sebuah kabilah yang kuat di Yamamah, wilayah Najd (sekarang di Arab Saudi). Ketika Rasulullah ﷺ masih hidup, Musailamah awalnya berpura-pura menerima Islam dan menjadi sebahagian daripada umat Islam. Namun, hatinya penuh dengan muslihat. Dia melihat Islam sebagai peluang untuk me...

Dibalik Hari Arafah, Ketika Tuhan Menagih Nazar Nabi Ibrahim As

Dibalik Hari Arafah, Ketika Tuhan Menagih Nazar Nabi Ibrahim As  Barangkali masih banyak umat Islam yang belum mengetahui riwayat atau cerita tentang hari Tarwiyah, Arafah dan Tasyrik di bulan Zulhijah. Di hari bersejarah itulah, hari dimana Nabi Ibrahim as diuji keimanannya, ditagih nazarnya, dan digoda Syaitan untuk menggagalkan perintah Allah menyembelih putra kesayanganya Ismail.  Pada suatu hari, Nabi Ibrahim as menyembelih kurban fisabilillah berupa 1.000 ekor domba, 300 ekor sapi, dan 100 ekor unta. Banyak orang mengaguminya, bahkan para malaikat pun terkagum-kagum atas kurbannya.  “ Kurban sejumlah itu bagiku belum apa-apa. Demi Allah! Seandainya aku memiliki anak lelaki, pasti akan aku sembelih karena Allah dan aku kurbankan kepada-Nya, ” kata Nabi Ibrahim AS, sebagai ungkapan karena Sarah, istri Nabi Ibrahim belum juga mengandung.  Kemudian Sarah menyarankan Ibrahim agar menikahi Hajar, budaknya yang berkulit hitam legam, yang diperoleh dari Mesir. Ketika b...