Postingan

Kisah Pohon Kurma yang Menangis di Hadapan Nabi Muhammad ﷺ

Baca juga artikel berikut : ○  Kubah Hijau Masjid Nabawi di Madinah bukan masjid atau kuburan ○  Sejarah Kubah Hijau di Madinah ---o0o--- Kenapa Pohon Kurma itu Bisa Menangis? Kenapa pohon kurma itu bisa menangis? Berikut kisahnya … Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdiri di atas sebatang pohon kurma ketika berkhutbah. Setelah dibuatkan mimbar, kami mendengar sesuatu pada batang pohon kurma tersebut seperti suara teriakan unta yang bunting. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam turun, lalu meletakkan tangannya pada batang kurma tersebut. Setelah itu, batang pohon itu pun diam.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Ketika hari Jum’at, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di atas mimbar. Lalu batang kurma yang biasa beliau berkhutbah di sana itu berteriak, hampir-hampir batang kurma itu terbelah.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Lalu batang kurma itu berteriak seperti teriakan anak kecil. Maka Nabi shallallahu ‘alai...

Hello Mr. Trump, Begini Cara Islam Menaklukkan Iran Persia

Hello Mr. Trump, Begini Cara Islam Menaklukkan Iran Persia  Penaklukan Persia oleh pasukan Muslim pada abad ke-7 merupakan salah satu perubahan geopolitik paling dramatis dalam sejarah dunia. Dalam waktu relatif singkat, Kekaisaran Sassanid runtuh dan wilayah Persia masuk ke dalam kekuasaan kekhalifahan Islam. Keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan. Jika dilihat dari sudut pandang strategi, ekspansi tersebut mencerminkan kombinasi kekuatan internal, peluang geopolitik, serta momentum kelemahan lawan.  Kekaisaran Sasanian (Sassanid) merupakan salah satu kerajaan besar dalam sejarah Persia yang menjadi cikal bakal identitas Iran modern. Kekaisaran ini berdiri pada 224 M hingga 651 M dan didirikan oleh Ardashir I setelah berhasil menumbangkan Dinasti Parthia.  Pada masa kejayaannya, wilayah kekuasaan Sassanid sangat luas. Kekaisaran ini mencakup hampir seluruh wilayah Iran modern, serta meluas hingga Irak, sebagian kawasan Kaukasus, Asia Tengah, hingga wilayah Arabi...

Cara tadabbur Quran

Ilustrasi : Perbedaan "filosofi" dengan "tadabbur" : Filosofi adalah pencarian kebenaran hidup menggunakan akal dan logika manusia, sedangkan tadabbur adalah perenungan mendalam terhadap ayat-ayat Al-Qur'an menggunakan hati yang hidup untuk mencari petunjuk Allah. Filosofi: Sumber utama: Rasio, logika, dan pengamatan akal pikiran manusia. Tujuan: Menemukan jawaban logis tentang hakikat keberadaan, etika, dan alam semesta. Sifat: Spekulatif dan rasional, bisa benar atau salah berdasarkan akal. Tadabbur: Sumber utama: Wahyu Al-Qur'an yang dibarengi iman dan kebersihan hati. Tujuan: Memahami pesan Allah, merasakan kedekatan dengan-Nya, dan mengamalkan isinya. Sifat: Spiritual dan transformatif, langsung berdampak pada amal perbuatan. Cara yang paling tepat untuk memahami Al-Qur'an adalah dengan tadabbur (merenungkan makna secara mendalam), karena tadabbur adalah metode utama yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT untuk mendapatkan petunjuk ...

AKAL DICIPTAKAN UNTUK MEMAHAMI WAHYU, BUKAN SEBALIKNYA

Baca hadisnya ( klik disini ), dan Penjelasan hadis ( klik disini ) ---o0o--- AKAL DICIPTAKAN UNTUK MEMAHAMI WAHYU, BUKAN SEBALIKNYA Al-Qur’an adalah wahyu Allah ﷻ yang telah dijaga, dihafal, dan diamalkan oleh kaum muslimin selama lebih dari empat belas abad. Oleh karena itu, anggapan bahwa Al-Qur’an tidak lagi relevan merupakan kekeliruan yang lahir dari cara berpikir yang terbalik. Dalam Islam, akal tidak ditempatkan untuk menghakimi wahyu, melainkan untuk memahami dan menerima kebenaran yang datang dari Allah. Siapa pun yang menjadikan akalnya sebagai penentu benar dan salah di atas wahyu akan mudah terjatuh ke dalam keraguan serta penolakan terhadap kebenaran. Allah ﷻ berfirman: وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ “Tidaklah pantas bagi seorang mukmin dan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, masih ada pilihan lain bagi mereka dalam urusan itu.” (...

Ulama Pencuri

Video ilustrasi : Jejak Digital Ust. Abdul Somad  Ulama Pencuri Ulama yang mendatangi penguasa, bergaul dan bermajelis dengan mereka tanpa ada uzur merupakan aib, fitnah, dan sesuatu yang tercela dalam tradisi ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Sayangnya, di era yang penuh fitnah dan kedustaan seperti sekarang ini, orang-orang yang mengaku dirinya sebagai bagian ulama ahlus sunnah wal jama’ah justru terlihat bermesraan, bergandeng tangan, bergaul erat, bahkan mendukung penguasa zalim dan lalim yang jelas-jelas memusuhi syariat Allah SWT dan RasulNya. Kaum Muslim harus kembali dipulihkan kesadaran­nya, dan disegarkan kembali ingatannya, bahwasanya ulama-ulama yang mendatangi pintu penguasa dan ber­gaul dengan penguasa hakekatnya adalah para pencuri, pengkhianat, bahkan lebih buruk daripada seekor lalat yang mendatangi kotoran, dan agamanya patut diragukan. Al-Wahib berkata: هَؤُلَاءِ الَّذِيْنَ يَدْخُلُونَ عَلَى الْمُلُوكِ ، الذُّبَابُ عَلَى الْعَذِرَةِ أَحْسَنُ مِنْ قَارِئٍ عَلَى بَاب...

Ibrahim dalam Al-Qur`an dan Alkitab

Gambar
Ibrahim dalam Al-Qur`an dan Alkitab Oleh: Donny Syofyan. (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Sosok Ibrahim begitu sentral dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam, namun ironisnya, para arkeolog belum menemukan jejak nyata keberadaannya maupun keluarganya. Bagaimana kita memahami hal ini?  Ibrahim hidup pada masa yang sangat lampau, bahkan tahun kelahirannya pun masih menjadi perdebatan. Ada yang memperkirakan sekitar 2300 SM berdasarkan petunjuk tentang penguasa Mesir dan wilayah sekitarnya, namun ada pula yang menyebut 1800 SM. Setelah 4000 tahun berlalu, sulit mengharapkan bukti fisik yang gamblang. Bagi umat Muslim, Al-Qur`an adalah wahyu Ilahi, dan kita memiliki landasan kuat untuk mempercayainya. Al-Qur`an menegaskan bahwa Ibrahim adalah sosok historis. Ketika Al-Qur`an memerintahkan kita mengikuti ajaran Ibrahim, kita yakin sedang menaati perintah Tuhan. Sejujurnya, tanpa Al-Qur`an, kita sebagai manusia modern mungkin akan sama skeptisnya dengan para sejarawan m...

Kita Diingatkan dengan Musibah Gempa

Gambar
Kita Diingatkan dengan Musibah Gempa Musibah yang terjadi di muka bumi ini disebabkan oleh manusia, namun telah ditetapkan terjadinya oleh Allah. Para ahli kegempaan berpendapat bahwa gempa itu terjadi akibat pergeseran lempeng bumi semata. Peristiwa itu hanyalah kejadian alam yang biasa. Banyaknya korban yang berjatuhan diakibatkan konstruksi bangunan tidak tahan gempa dan pemerintah kurang mempersiapkan masyarakatnya untuk menghadapi gempa besar seperti itu.  Oleh karena itu, kata mereka, solusi utama masalah tersebut adalah perbaikan konstruksi bangunan dan langkah antisipasi pemerintah untuk mempersiapkan masyarakatnya menghadapi gempa. Benarkah gempa semata-mata hanya merupakan peristiwa alam biasa? Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman, وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30) Dan dalam firman-Nya yang lain, Alla...