Postingan

TIDUR 309 TAHUN TAPI GAK MENUA?

Pernahkah kamu membayangkan tidur siang sebentar, namun saat terbangun, dunia sudah berubah total selama 3 abad? Inilah kisah legendaris Ashabul Kahfi. Namun, di episode Enigma Realitas kali ini, kita tidak hanya bicara soal sejarah, tapi membedah "Protokol Perlindungan Tubuh" yang terjadi di dalam gua tersebut. RAHASIA "SUSPENDED ANIMATION" & DISTORSI WAKTU ASHABUL KAHFI Mengapa Allah menutup telinga mereka? Bagaimana tubuh mereka tidak membusuk tanpa makan dan minum selama 309 tahun? Apakah ini bentuk nyata dari Time Dilation (Dilatasi Waktu) ataukah teknologi Biologi tingkat tinggi? ​Kita akan membedah:  Rahasia saraf auditori sebagai 'Guardian of Consciousness'. Analogi smartphone "Mode Pesawat" pada metabolisme manusia. Protokol medis "Auto-Rotate" untuk mencegah Decubitus Ulcer (luka baring). ​Arsitektur cahaya dan ventilasi steril dalam Surah Al-Kahfi. Hubungan antara relativitas Einstein dengan jam biologis sel.  Simak video b...

Belajar Kesetiaan dari Anjing

Gambar
Belajar Kesetiaan dari Anjing  Di antara ribuan kisah yang terpatri dalam lembar-lembar Al-Qur’an, ada satu yang bersemayam dalam keheningan "gua/goa", menantang waktu, menembus abad. Kisah tujuh pemuda yang memilih berlari dari kezaliman dunia, meninggalkan hiruk-pikuk kekuasaan yang bengis, memilih tidur dalam dekapan Tuhan. Bersama mereka, seekor anjing duduk berjaga, setia dalam diam, menantikan fajar yang tak kunjung tiba.  Mengapa seekor anjing? Mengapa bukan kuda yang gagah, atau burung yang bersayap lembut? Mengapa bukan domba yang jinak atau unta yang sabar? Mengapa seekor makhluk yang dalam banyak tafsir dianggap najis justru mendapat kehormatan tertidur dalam penjagaan Ilahi?  Barangkali, bukan karena rupa atau asalnya, melainkan karena sifat yang tertanam dalam jiwanya. Anjing, makhluk yang tak menakar kasih dengan imbalan, yang tak mengenal pengkhianatan dalam kamusnya. Ia memberi kesetiaan sepenuh hati, tanpa menuntut balas.  Ada pepatah Arab yang berka...

Di Manakah Dinding Besi yang Dibangun Dzulkarnain untuk Menahan Yajuj Majuj?

Di Manakah Dinding Besi yang Dibangun Dzulkarnain untuk Menahan Yajuj Majuj? Dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 96 disebutkan, Raja Dzulkarnain telah membangunkan sebuah dinding yang tinggi untuk membendung kaum perusak Yakjuj dan Makjuj. Banyak pakar sejarawan Muslim mengkaji di manakah sebenarnya bangunan itu? Patut kiranya umat Islam untuk mengetahui keberadaan bangsa Yakjuj dan Makjuj. Mengingat jika tembok ini runtuh, kedua bangsa perusak tersebut akan mengancurkan umat manusia di seluruh dunia. Beberapa ekspedisi telah diluncurkan untuk menelusuri keberadaan tembok Zulkarnain ini. Di antara temuan yang dirasa paling kuat, lokasi tembok Dzulkarnain diklaim berada di kawasan utara Georgia dan sebelah selatan Rusia. Tepatnya, berada di Pegunungan Kaukasus yang ada di bagian tengah Greater Caucasus Mountains. Para ilmuwan mendefinisikan, persisnya posisi tembok Zulkarnain ini berada di kaki Gunung Kazbek. Kawasan itu dikenali sebagai Lorong Dariel atau Daryal (Dariel Pass) yang keting...

Model zikir Galip Hassan Kuşçuoğlu

Model zikir Galip Hassan Kuşçuoğlu (pendiri tarekat Galibi) ini menurutnya menekankan pada aspek spiritualitas yang terbuka dan universal. Metode zikir yang khas dalam tradisi tasawuf Turki modern.  Berikut adalah karakteristik utama dari model zikirnya:  • Zikir Berjamaah (Halka) : Mengedepankan pelaksanaan zikir dalam sebuah lingkaran atau kelompok (halka) untuk memperkuat rasa persaudaraan dan energi spiritual kolektif.  • Pendekatan Inklusif : Ia mengajarkan bahwa setiap orang yang beriman kepada Tuhan adalah saudara. Zikir dalam pandangannya bukan alat untuk eksklusivitas, melainkan sarana untuk mencapai kasih sayang universal.  • Keseimbangan Modernitas dan Tradisi : Kuşçuoğlu mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi dan sekularisme dengan praktik tasawuf, memandang zikir sebagai bentuk pengabdian batin yang tidak bertentangan dengan kemajuan teknologi atau hak asasi manusia.  • Fokus pada Cinta (Ishq): Metode zikirnya lebih menekankan pada pendekatan yang "...

Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?

Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?  Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah  Terdapat dalam hadis Tsauban radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda,  إن العبد ليحرم الرزق بالذنب يصيبه، وإن القضاء لا يرده إلا الدعاء، وإن الدعاء مع القضاء يعتلجان إلى يوم القيامة، وإن البر يزيد في العمر  “Sesungguhnya seorang hamba terhalangi dari rizkinya karena dosa yang dilakukannya. Sesungguhnya takdir itu tidaklah berubah kecuali dengan doa. Sesungguhnya doa dan takdir saling berusaha untuk mendahului, hingga hari kiamat. Dan sesungguhnya perbuatan baik (kepada orang tua) itu memperpanjang umur.” (HR. Ahmad no. 22438, Ibnu Majah no. 22438, dihasankan oleh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Musnad)  Maka, perbuatan berdoa itu adalah bagian dari takdir, dan takdir itu pasti terjadi. Atas kehendak Allah-lah terjadi dan tercegahnya segala sesuatu. Dia juga yang menakdirkan dan mencegah segala sesuatu baik dengan sebab doa, sedekah,...

SIKAP AHLUS SUNNAH DALAM MASALAH NAMA DAN SIFAT ALLÂH

Gambar
Simak video berikut Pengaruh pemikiran subhat/filsafat Yunani : [100 Bible Verses about  God Is Everywhere, baca  klik disini ] SIKAP AHLUS SUNNAH DALAM MASALAH NAMA DAN SIFAT ALLÂH  Pembicaraan tentang Nama-nama Allâh Azza wa Jalla dan Sifat-sifat-Nya adalah satu bagian dari pembicaraan tentang Dzat Allâh Azza wa Jalla dan ini termasuk perkara ghaib. Oleh karena itu, manusia tidak mungkin mengetahuinya secara rinci kecuali dengan wahyu. Karena kemampuan akal manusia tidak akan bisa mengetahui segala hal tentang Allâh Azza wa Jalla , sebagaimana firman-Nya:  يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا  Dia (Allâh) mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya. [Thaha/20: 110]  Jadi, pembicaraan tentang Nama-nama Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Sifat-sifat-Nya adalah adalah tauqifiyyah, artinya: berhenti pada keterangan di dalam al-Qur’an dan as...

KEJADIAN ANEH PARA WALI, KOMODITAS PENTING GOLONGAN SUFI

Gambar
KEJADIAN ANEH PARA WALI, KOMODITAS PENTING GOLONGAN SUFI  Tindak penyelewengan dan bukti penyimpangan Sufi pertama kali akan mudah didapati para pembaca buku-buku rujukan mereka berupa ketergantungan penuh mereka terhadap khawâriq (kejadian-kejadian aneh yang dialami para pemuka Sufi) dan perhatian besar mereka untuk menyebarluaskan apa yang terjadi para syaikh-syaikh Sufi. Hal ini sampai ‘memaksa’ mereka untuk meluncurkan cerita-cerita fiktif dan khayalan tentang itu guna lebih menegaskan betapa tingginya kedudukan syaikh-syaikh itu di hati para pemujanya. Dalam kamus Sufi dinyatakan semakin banyak kejadian aneh meliputi seseorang (syaikh), maka kian agung kedudukan dan derajat kewaliannya di mata manusia. [1]  Dalam kitab al-Luma’, As-Sirâj ath-Thûsi menuliskan satu pembahasan khusus berkaitan dengan karomah para ‘wali’, satu pembahasan yang terdiri dari tujuh sub bab. Secara keseluruhan, pemaparan bab-bab tersebut ditujukan untuk mempropagandakan karomah-karomah yang mengir...