Postingan

Kepatuhan Pada Hukum: Indahnya Ajaran Islam

Kepatuhan Pada Hukum : Indahnya Ajaran Islam Islam datang menegakkan kembali hukum dan keadilan. Jika pembesar berbuat curang, maka ia harus dihukum. Semua sama di depan hukum. Nabi SAW bersabda: “ jikalau seandainya Fatimah putriku mencuri, niscaya aku potong tangannya” (HR Bukhari-Muslim ). Rusaknya tatanan hukum, bila hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tentu Fatimah az-Zahra tidak pernah mencuri. tapi pengandaian yang Nabi berikan itu menohok semua pihak. Nabi tidak akan melindungi keturunannya sendiri jikalau seandainya keturunan beliau, darah daging beliau, melakukan tindak kriminal. Bahkan dikisahkan dalam kitab Subul al-Salam, keadilan dan persamaan hukum itu juga berlaku tak pandang bulu. Inilah salah satu kisah yang menggetarkan bagaimana ajaran Islam berdiri kokoh menopang keadilan dan asas persamaan di depan hukum sejak seribu empat ratus tahun yang lalu. Suatu hari, Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya yang jatuh dari untanya. Beliau melih...

Tafsir Surat Luqman Ayat 10 : Langit Tak Punya Tiang ?

Video ilustrasi : Debat panas Pst. Loding (mualaf) dengan Mikhana (Kristen) Tafsir Surat Luqman Ayat 10 :  Langit Tak Punya Tiang ? Penciptaan alam semesta termasuk langit yang terlihat tak bertiang adalah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Hanya orang-orang berilmu dan beriman yang meyakini bahwa segala sesuatu merupakan ciptaan Allah 'Azza wa Jalla. Pertanyaannya, benarkah langit tak punya tiang? Ketika memandang ke atas langit, kita mendapati lapisan langit yang tertutup oleh awan terlihat tanpa tiang penyangga. Al-Qur'an menegaskan, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak firman Allah dalam Surat Luqman Ayat 10 berikut tafsirnya: خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۗ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً ف...

Etika Terhadap Pemimpin

Etika Terhadap Pemimpin  Oleh : Sukahar Ahmad Syafi’i, Alumni PUTM Yogyakarta & Sekretaris Majelis Tarjih & Tajdid PDM Pati Jawa Tengah Kata pemimpin yang populer di lingkup kehidupan masyarakat dan berbangsa, bisa diartikan sebagai seorang atau sekelompok orang yang mendapat kekuasaan secara sah untuk mengatur masyarakat, organisasi hingga negara. Dalam Islam, pemimpin lebih familiar dengan sebutan ulil amri atau imam, dimana penulis tidak akan berpanjang kalam membahasnya, namun lebih spesifik pada sisi etika kita sebagai anggota atau rakyat terhadap pemimpin kita, baik etika dalam ketaatan hingga dalam memberi nasehat atau kritik. Coba kita simak hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal :  حَدَّثَنَا ابْنُ لُهِيعَةَ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَمْسٌ مَنْ فَعَلَ وَاحِدَةً مِنْهُنَّ كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ عَادَ مَرِيضً...

KOPI PINGGIR MASJID : KETIKA DIAM ADALAH SEBUAH KEPUTUSAN MORAL

Gambar
KOPI PINGGIR MASJID :  KETIKA DIAM ADALAH SEBUAH KEPUTUSAN MORAL الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ۝٧٠ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. (QS. Al-Aḥzāb [33]:70) Qawlan Sadīdan “Tidak semua diam itu bijak. Kadang diam adalah kebijaksanaan; tetapi pada keadaan tertentu, diam justru menjadi cara paling nyaman untuk membiarkan kesalahan.” Malam baru saja turun. Lampu teras masjid menyala satu per satu, sementara warung kopi di sampingnya mulai dipenuhi jamaah selepas Magrib. Televisi kecil di sudut warung menayangkan berita tanpa suara. Orang-orang lebih sibuk dengan telepon masing-masing. Seorang lelaki tiba-tiba berkata, “Kalau melihat sesuatu yang salah, lebih baik diam saja daripada ikut masalah.” Temannya menatap sebentar. “Selalu begitu?” “Bukankah diam itu lebih aman?” Ia mengaduk kopinya. “Belum tentu. Kadang diam memang menyelamatkan lisan. Tapi kadang diam justru menye...

Mencintai Sunnah, Mengikuti Jalan Rasulullah ﷺ

Mencintai Sunnah, Mengikuti Jalan Rasulullah ﷺ Mencintai Rasulullah ﷺ bukan hanya dengan mengaku mencintai beliau. Namun, cinta itu dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya, membenarkan ajarannya, dan berusaha meneladani jalan hidupnya. Allah ﷻ berfirman: قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ “Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 31) Semoga Allah ﷻ memberikan kita kecintaan yang benar kepada Rasulullah ﷺ, memudahkan kita untuk mengikuti sunnahnya, istiqamah di atasnya hingga akhir hayat, dan mengumpulkan kita bersama beliau di dalam Jannah.

Tulisan pada Kaligrafi Kiswah Ka'bah

Gambar
Baca juga : Tidak ditemukan kaligrafi lafaz "Muhammad" di Masjidil Haram dan di Masjid Nabawi ---○--- Tulisan pada Kaligrafi Kiswah Ka'bah Tulisan Kaligrafi Kiswah Ka'bah (Bagian Depan)  Kaligrafi Kiswah Ka'bah (Bagian Penutup Pintu ka'bah)  الله ربي (Allah adalah Tuhanku) قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِ  (Sesungguhnya Kami telah melihat wajahmu menghadap ke langit. (Al-Baqarah: 144)  الله حسبى (Allah mencukupiku).  فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا (Kami pasti akan mengarahkanmu kepada arah salat yang akan menyenangkanmu. (Al-Baqarah: 144)  الله ربي (Allah adalah Tuhanku) بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  (Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang (Al-Fatihah: 1)  الله ربي (Allah adalah Tuhanku) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (Al-Fatihah: 2)  الله ربي  (Allah adalah Tuhanku) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang ...

Haramnya Isbal

Haramnya Isbal Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.. Amma Ba’du: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat .   [Al-A’raf/7: 26] Maka pakaian adalah salah satu nikmat Allah yang agung kepada para hamba-hambaNya untuk menutup aurat, menjaga diri dari sengatan panas, dingin dan segala bencana. D...