Hari Asyura ‘Asyura Membuka Kedok Syi’ah
Dalam tradisi kaum Syiah, kuda pada hari Asyura merujuk pada Dzuljanah, yakni kuda kesayangan Imam Husain (cucu Nabi Muhammad SAW) yang gugur dalam Pertempuran Karbala. Dzuljanah menjadi simbol duka, kesetiaan, dan syiar utama dalam prosesi (ta'ziyeh) mengenang tragedi tersebut. Peran dan Simbolisme Dzuljanah Kuda Tanpa Penunggang: Saat prosesi perkabungan, Dzuljanah dihiasi kain putih atau selimut hitam yang berlumuran darah tiruan. Kuda ini diarak di jalanan sebagai simbol kesedihan mendalam karena kembali ke perkemahan tanpa membawa Imam Husain. Kisah Legendaris: Berdasarkan literatur Syiah, Dzuljanah adalah kuda yang sangat cerdas dan setia. Saat Imam Husain gugur, kuda tersebut dikisahkan mengusapkan dahinya ke darah sang Imam dan berlari ke arah tenda untuk memberi tahu keluarga. Ritual Asyura Syiah Secara Umum Bagi umat Syiah, 10 Muharram bukanlah hari perayaan, melainkan hari berkabung nasional untuk memperingati kesyahidan Imam Husain. Praktik ibadahnya meliputi:...