Postingan

Mimpi Bertemu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Ust. Adi Hidayat : Sudah bermimpi bertemu Nabi, melihat senyum Habib Umar rasanya ketemu nabi ? Orang bermimpi dengan nabi mana mungkin berbuat bid'ah ? Orang yang pernah mimpi dengan nabi maksum tidak akan berbuat bid'ah ? Tidak menjamin. Mengalami mimpi bertemu Nabi Muhammad  ﷺ  tidak otomatis membuat seseorang menjadi maksum (terjaga dari dosa) atau menjamin bahwa mereka tidak akan pernah berbuat bid'ah atau kesalahan di kemudian hari. Dalam akidah Islam, hanya para nabi dan rasul yang memiliki sifat maksum . Manusia biasa, termasuk para wali, ulama besar, maupun orang saleh yang diberi anugerah bermimpi bertemu Rasulullah  ﷺ  tetaplah manusia yang tidak luput dari khilaf, lupa, dan dosa. Berikut adalah beberapa poin penting untuk dipahami secara lebih mendalam: • Mimpi adalah kabar gembira, bukan hidayah mutlak: Bermimpi bertemu Nabi  ﷺ  adalah sebuah kemuliaan besar dan tanda kebaikan bagi keimanan seseorang. Namun, mimpi tersebut berfungsi sebagai...

Hukum Buzzer dalam Islam

Intermezzooo..!? Baca artikel :  Benarkah Al Bukhari telah mentakwil sifat wajah dengan kerajaan, dan sifat tertawa dengan rahmat? Oleh karena terlalu hebat nahwu sharaf Ust. Adi Hidayat " buzzer di artikan mubazir ? ", simak video berikut ; Baca : Tiga Model Penafsiran Alquran Menurut Ibnu Taimiyah ---o0o--- Hukum Buzzer dalam Islam Di zaman ini, media sosial penuh dengan hal-hal yang bisa mengarahkan manusia kepada kebaikan sekaligus keburukan. Dalam perkembangannya, media sosial dijadikan sebagai tempat untuk mendapatkan uang. Baik dengan cara yang halal, seperti dilakukan oleh para pedagang. Atau yang haram, seperti perbuatan menyebarkan aib orang lain yang dilakukan oleh buzzer . Dilansir oleh detik, buzzer adalah orang yang memanfaatkan akun sosial media miliknya guna menyebarluaskan informasi atau melakukan suatu promosi maupun iklan dari suatu produk atau jasa pada perusahaan atau instansi. Tugas mereka adalah menginformasikan, mengkampanyekan sebuah informasi seca...

Apa Benar Nabi Isa Disalib?

Gambar
Iman Kristiani : Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (  Galitia 3:13  ) Simak video diskusi lintas agama atau debat Islam Kristen dengan Pst. Loding (klik disini) Apa Benar Nabi Isa Disalib? Apakah benar Nabi Isa yang mati di tiang salib? Bagaimana keyakinan Islam tentang hal ini? Yang mati di tiang salib bukanlah Nabi Isa ‘alaihis salam , namun orang yang diserupakan dengannya. Sedangkan Nabi Isa sendri diangkat ke sisi Allah. Seperti yang disebutkan dalam ayat, وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (156) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِ...

BEDAH BUKU ALBANI: Di antara Forum Ilmiah dan Majlis Mutanajis

Gambar
BEDAH BUKU ALBANI: Di antara Forum Ilmiah dan Majlis Mutanajis  Oleh : FAISAL RAHMAT  Dalam khazanah fikih Islam, kita mengenal istilah mutanajis—sebuah terminologi hukum yang sangat populer dan mendominasi diskursus di kalangan madzhab Syafi'iyyah.  Istilah ini merujuk pada status benda yang sejatinya suci mensucikan, namun berubah menjadi tidak suci karena terkontaminasi barang najis. Air sumur yang jernih, misalnya, seketika kehilangan fungsi ritualnya untuk berwudu begitu ada kotoran yang mencebur ke dalamnya. Airnya tidak bisa disalahkan, namun interaksi eksternal dari luar itulah yang merusak kesuciannya.  Logika fikih Syafi'iyyah ini mendadak melintas di kepala saat menyaksikan peluncuran dan bedah buku terbaru karya Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang berjudul "Syaikh Albani di Antara Muhaddits dan Bahitsul Hadits", kemaren, Sabtu, 3 Oktober 2026 di UPI. Judulnya mentereng, seolah-olah ingin menimbang posisi akademis seorang ulama besar.  Namun, jika kita meni...

Metode Dakwah kepada Orang Kafir

Video ilustrasi : Beda Ust. Adi Hidayat dengan Pastor Loding Dakwah Ust. Adi Hidayat : Menyenangkan dan memantapkan iman orang Kristen teehadap kitab Injilnya Dakwah Pst. Loding : Menggoyahkan iman orang Kristen terhadap kebenaran kitab Injilnya. Refreshing Iman Kristen sama Pst. Loding. Simak video, klik : https://www.facebook.com/share/v/1EVZin7W8p/ Pastor Loding J.M.C. (nama asli Muhammad Sa'ad Al Jupri ) adalah seorang tokoh dan apologet Islam di Indonesia yang sering terlibat dalam diskusi lintas iman dan perbandingan agama antara Islam dan Kekristenan. Profil Singkat • Nama Asli: Muhammad Sa'ad Al Jupri • Latar Belakang: Dikenal sebagai mantan anggota Jama'ah Tabligh yang kemudian aktif menjadi seorang apologet Islam. • Aktivitas Utama: Aktif melakukan dialog antar iman, diskusi teologis, dan bedah konsep ajaran yang sering dibagikan melalui kanal YouTube Pst Loding JMC serta berbagai platform media sosial lainnya. Ikuti Channel Pastor Loding J.M.C. https://yout...

MENGENAL KESESATAN TAREQAT SUFI NAQSABANDIYAH

Gambar
Abdul Shomad adalah pembawa angin segar Sufi Tasawuf Di Indonesia dengan Berbaiat kepada TAREQAT NAQSABANDIYAH  MENGENAL KESESATAN TAREQAT SUFI NAQSABANDIYAH  Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang memiliki cukup banyak pengikutnya di indonesia. Naqsyabandiyah sendiri berasal dari kata ’Naqsyaband’ yang merupakan gelar pendirinya yaitu Syah Naqsyaband. Sementara tambahan –yah, merupakan ya nisbah, yang berarti pengikut.Jadi  makna Naqsyabandiyah berarti pengikut Syah Naqsyaband.  Setiap tarekat sufi, memiliki ritual dan aqidah tertentu, yang membedakan antara satu tarekat dengan tarekat lainnya. Tak terkecuali tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini memiliki ritual khusus dalam peribadahan maupun aqidah yang membedakannya dengan tarekat lainnya.  Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah  Tarekat ini pertama kali muncul pada abad 14 M di Turkistan. Pencetusnya bernama Muhammad bin Muhammad Baha’udin al-Bukhari, yang kemudian mendapatkan gelar Syah Naqsyaban...