Postingan

Debat : Syi'ah VS Yahudi

Gambar
Debat : Syi'ah  VS  Yahudi  Provokator Syi'ah berusaha mendebat seorang Yahudi dan memaksanya masuk Syi'ah, ia ingin menunjukkan bahwa Syi'ah jauh lebih baik dari agama Yahudi, namun apa tanggapan si Yahudi tadi.....???. Mari kita simak bersama dialog antara keduanya : SYI'AH : "Kalian orang-orang Yahudi selalu mencampurkan haq dengan bathil, kalian menyembunyikan kebenaran, padahal kalian mengetahui...!!" YAHUDI : "Kalian orang-orang Syi'ah mengatakan; tidak ada agama bagi orang yang tidak bertaqiyah, makanya 9/10 dari agama kalian adalah dusta dan ringkasan...!!" . SYI'AH : "Tapi kalian menuduh Allah faqir, dan kalianlah orang-orang kaya, kalian juga menuduh Allah jahil dan letih...!!". YAHUDI : "Kalian juga menyematkan al-bada' kepada Allah, yakni bahwa Allah menetapkan satu takdir, lalu Allah sadar bahwa ada keteledoran dalam takdir itu, kemudian Allah mengubahnya.., Lalu apa bedanya.....??!!". SYI'AH ...

Revolusi Iran – Sejarah dan Hari Depannya

Revolusi Iran – Sejarah dan Hari Depannya  Rezim kontra-revolusi Khomeini telah mendapat basis sosial pada kaum borjuis kecil dan proletar kelas bawah. Lapisan ini memiliki kepentingan material dalam mendukung rezim. Mereka menduduki properti milik mantan kroni Shah yang melarikan diri ke luar negeri, tidak lagi membayar sewa dan bunga gadai ke bank dan lain-lain. Khomeini juga mendapat dukungan berjuta rakyat miskin dari kelas pekerja yang datang dari pelosok desa menuju ke kota demi pekerjaan. Mayoritas mereka bekerja di sektor konstruksi dengan kondisi yang menyedihkan. Melalui Komiteh (komite revolusioner) yang muncul setelah pergolakan, rezim mulai mendis­tribusikan obat-obatan dan sandang terhadap para buruh, dan menyediakan tempat berteduh bagi mereka berupa masjid-masjid.  Polisi, pengadilan dan penjara Shah telah dibuat rata dengan tanah oleh pemberontakan, sedangkan kebanyakan administrasi sipil masih tetap utuh. Inshtusi semacam ini dengan segera menyerang dengan ti...

Kenapa Indonesia Disebut Negara Konoha?

Konoha (Konohagakure) adalah desa fiksi tempat Naruto Uzumaki tinggal dalam serial anime/manga Naruto. Secara harfiah berarti "Desa Tersembunyi di Daun", Konoha adalah desa ninja utama di Negeri Api.   Berikut adalah poin-poin penting mengenai Konoha:  Pemimpin: Dipimpin oleh seorang Hokage, shinobi terkuat di desa.  Monumen: Memiliki Monumen Hokage, gunung yang diukir dengan wajah para pemimpin desa.  Asal-usul: Didirikan oleh Hashirama Senju dan Madara Uchiha.  Julukan "Negara Konoha" di Indonesia: Sering digunakan sebagai sindiran atau candaan di media sosial untuk Indonesia, terutama dikaitkan dengan kemiripan situasi politik, seperti adanya tujuh pemimpin (Hokage/Presiden).   Mengapa Konoha Sering Disamakan dengan Indonesia?  Banyak warganet menyamakan Konoha dengan Indonesia karena beberapa kemiripan, di antaranya:   Jumlah Pemimpin: Tujuh Hokage di Naruto disamakan dengan tujuh presiden Indonesia.  Keberagaman: Konoha me...

Apa itu Hasbara

Sumber video :  https://youtube.com/shorts/ Hasbara (Ibrani: הַסְבָּרָה , harfiah "menjelaskan") adalah strategi diplomasi publik dan propaganda sistematis Israel untuk membentuk opini internasional yang positif serta membenarkan kebijakan kontroversialnya. Ini merupakan upaya terorganisir untuk mempromosikan narasi pro-Israel di media sosial, berita, dan diplomasi guna membela diri, sering kali dengan memposisikan diri sebagai korban. ( Wikipedia ) Poin-Poin Penting Mengenai Hasbara:  Definisi & Tujuan: Hasbara bertujuan mengendalikan narasi, mendistorsi fakta, dan membenarkan tindakan militer Israel di Palestina.  Asal-Usul: Istilah ini dipopulerkan oleh aktivis Zionis awal, Nahum Sokolow, pada awal abad ke-20.  Metode Modern: Propaganda ini masif di era digital melalui infografis, video, tagar media sosial, influencer, dan pendampingan resmi kementerian.  Fungsi Utama: Membenarkan aksi militer terhadap wilayah sipil, mengalihkan kesalahan ke kelompok mili...

Muamalah Dengan Orang Kafir

Gambar
MUAMALAH DENGAN ORANG KAFIR  Oleh :  Ustadz Kholid Syamhudi Lc  Dalam kehidupan bermasyarakat di negara ini, tentunya seorang muslim hidup dengan beragam manusia yang berbeda agama. Tentu saja tidak bisa disamakan sikap kita kepada orang kafir (non muslim) dengan sikap kita kepada sesama muslimin, karena hal ini menyangkut aqidah al-Walâ’ dan al-Barâ’.  Dalam permasalahan ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan sebuah kaedah dengan menyatakan: “Pada asalnya semua muamalah yang dibutuhkan manusia tidak diharamkan atas mereka, kecuali ada petunjuk al-Qur`ân dan Sunnah yang mengharamkannya. Sebagaimana tidak disyariatkan sebuah ibadah yang dilakukan dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allâh Azza wa Jalla , kecuali ada petunjuk al-Qur`an dan Sunnah yang mensyariatkannya. Karena agama adalah semua yang disyariatkan Allâh Azza wa Jalla , dan yang haram adalah yang Allâh Azza wa Jalla haramkan. Berbeda dengan orang-orang yang Allâh Azza wa Jalla cel...