Postingan

MENGENAL KESESATAN TAREQAT SUFI NAQSABANDIYAH

Gambar
Abdul Shomad adalah pembawa angin segar Sufi Tasawuf Di Indonesia dengan Berbaiat kepada TAREQAT NAQSABANDIYAH  MENGENAL KESESATAN TAREQAT SUFI NAQSABANDIYAH  Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang memiliki cukup banyak pengikutnya di indonesia. Naqsyabandiyah sendiri berasal dari kata ’Naqsyaband’ yang merupakan gelar pendirinya yaitu Syah Naqsyaband. Sementara tambahan –yah, merupakan ya nisbah, yang berarti pengikut.Jadi  makna Naqsyabandiyah berarti pengikut Syah Naqsyaband.  Setiap tarekat sufi, memiliki ritual dan aqidah tertentu, yang membedakan antara satu tarekat dengan tarekat lainnya. Tak terkecuali tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini memiliki ritual khusus dalam peribadahan maupun aqidah yang membedakannya dengan tarekat lainnya.  Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah  Tarekat ini pertama kali muncul pada abad 14 M di Turkistan. Pencetusnya bernama Muhammad bin Muhammad Baha’udin al-Bukhari, yang kemudian mendapatkan gelar Syah Naqsyaban...

Hinanya Hati yang Keras

HINANYA HATI YANG KERAS Oleh : Ustadz Said Yai Ardiansyah Lc, M.A أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb- nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata . [az-Zumar/39:22] Ringkasan Tafsir [1] “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam” , yaitu dengan dipermudah untuk mengenal-Nya, bertau h id kepada-Nya, taat akan perintah-Nya dan menjadi bertambah semangat untuk mengerjakan ajaran Islam. Dan ini adalah pertanda yang baik bagi seseorang. “Lalu ia mendapat cahaya dari Rabb -nya” , yaitu cahaya kebenaran yang membuat hatinya bertambah yakin.  Apakah mereka itu sama de...

Dakwah Para Nabi dan Rasul

Baca artikel : Tidak Mengkafirkan Orang Kafir Adalah Kekufuran ---o0o--- Dakwah Para Nabi dan Rasul PRINSIP DASAR DAKWAH PARA NABI DAN RASUL Setelah para Nabi atau Rasul berdakwah kepada manusia, maka di antara manusia ada yang beriman dan ada pula yang tidak beriman: Mereka yang beriman akan diuji oleh Allah dengan kesenangan dan kesengsaraan serta dimusuhi dan disakiti oleh manusia, sehingga jelas antara yang jujur dengan yang dusta, yang beriman dan yang munafiq. Dan mereka yang tidak beriman akan diazab dengan sesuatu yang lebih menyakitkan dan dalam masa yang lebih lama. Oleh karenanya, mesti bagi setiap insan baik yang beriman ataupun yang kafir untuk mendapatkan penderitaan, tetapi orang beriman penderitaan di dunia, sebagai balasan yang disegerakan (atas perbuatannya), kemudian dibalas oleh Allah dengan kebaikan di dunia dan akherat. Adapun orang kafir, menemukan kenikmatan yang semu sebagai balasan yang disegerakan (atas perbuatannya) kemudian berubah menjadi penderitaan ya...

Tidak Mengkafirkan Orang Kafir Adalah Kekufuran

Tidak Mengkafirkan Orang Kafir Adalah Kekufuran Mohon dimaklumi sebelumnya, mungkin ada pembaca yang “merasa tidak nyaman” dengan pembahasan “kafir” dan “mengkafirkan”, akan tetapi ternyata pembahasan ini dibahas lengkap dan detail oleh ulama kita dalam pembahasan aqidah tauhid, di mana seorang muslim wajib mengetahuinya karena merupakan aqidah dasar kita. Bisa jadi merasa tidak nyaman atau bahkan ada yang “alergi” dengan pembahasan ini, karena selama ini pembahasn “kafir” dan “mengkafirkan” adalah adalah pembahasan yang seolah-olah seram, menakutkan serta merusak persaudaraan dan toleransi. Anggapan ini TIDAK BENAR, pembahasan mengenai hal ini apabila dipelajari secara benar dan berdasarkan dalil (bukan berdasarkan perasaan dan sangkaan semata), maka dalam pembahasan ini didapatkan: 1. Ketegasan dalam agama Islam, tidak ada yang “abu-abu”, apabila ia tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka disebut kafir sesuai nash dan dalil 2. Indah dan lembutnya ajaran Islam, pembahasan “...