Setan Bisu: Tidak Menyuarakan Kebenaran dan Diam Terhadap Kemungkaran
Setan Bisu : Tidak Menyuarakan Kebenaran dan Diam Terhadap Kemungkaran Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Di tengah masyarakat, kita sering mendengar ungkapan, "Orang yang diam dari menyuarakan kebenaran adalah setan yang bisu (As-sakitu 'anil haqqi syaithanun akhras)." Sebagian orang mengira kalimat ini adalah hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam . Para ulama menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukanlah hadits yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam , melainkan perkataan ( maqolah ) dari sebagian ulama terdahulu (salaf). Berdasarkan penelusuran sejarah, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menukil dari Abu al-Qasim al-Qusyairi, yang mendengar gurunya, Abu Ali ad-Daqqaq an-Naisaburi asy-Syafi'i (wafat 406 H), berkata: مَنْ سَكَتَ عَنِ الْحَقِّ فَهُوَ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ “Barang...