Postingan

Opsi : Kalender Administratif Hijriyah Global & Kalender Hijriyah Ibadah

Gambar
Baca : " Perlukah Menggantikan GMT dengan Mecca Mean Time? " Opsi : Kalender Administratif Hijriyah Global & Kalender Hijriyah Ibadah Mungkinkah Kalender Hijriyah Universal?  Selama ini saya merasa kita belum benar-benar “hidup” dengan kalender Hijriah sebagai kalender peradaban. Ia hadir, kita menghormatinya, tetapi fungsinya sering berhenti di level penanda seremonial: untuk menyebut Ramadan, Syawal, Zulhijjah—bukan sebagai sistem tanggal yang menggerakkan administrasi sehari-hari.  Dalam praktiknya, hampir semua urusan yang menuntut kepastian—jadwal akademik, kalender kerja, kontrak, agenda lembaga, timeline proyek—secara default kembali ke kalender Masehi. Hijriah lebih sering menjadi “lapisan tambahan”: disebut di poster, di pengumuman, di khutbah, di ucapan, tetapi jarang menjadi tulang punggung penanggalan institusi. Akibatnya, ia terasa seperti kalender yang “kita rayakan”, bukan kalender yang “kita jalani”.  Dan ini bukan semata-mata karena kita tidak menghar...

IBADAH, DIRAHASIAKAN ATAU DITAMPAKKAN ?

IBADAH, DIRAHASIAKAN ATAU DITAMPAKKAN ?  Sungguh, Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan umat manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman:  يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  Wahai manusia! Beribadahlah kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, [Al-Baqarah/2:21]  Dan ibadah seseorang tidak akan diterima kecuali syarat ikhlas terpenuhi. Allâh Azza wa Jalla berfirman:  وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ  Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allâh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, [Al-Bayyinah/98:5]  Bahkan secara khusus, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan Nabi-Nya Muhammad untuk ikhlas, sebagaimana Allâh Azza wa Jalla berfirman kepadanya:  فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ...

Arab Saudi menetapkan awal Ramadan menggunakan metode rukyatul hilal

Gambar
Arab Saudi menetapkan awal Ramadan menggunakan metode rukyatul hilal Arab Saudi menetapkan awal Ramadan utamanya menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan langsung) hilal/bulan sabit baru secara fisik pada tanggal 29 Sya'ban, baik dengan mata telanjang maupun teropong di berbagai lokasi. Jika hilal terlihat, Ramadan dimulai keesokan harinya; jika tidak, bulan Sya'ban digenapkan 30 hari.  Berikut poin penting metode penetapan di Arab Saudi:  Pengamatan Fisik (Rukyat): Mahkamah Agung Saudi mengimbau warga dan tim khusus untuk memantau hilal di tempat-tempat seperti Sudair, Tumair, dan Riad.  Sidang Mahkamah Agung: Kesaksian yang melihat hilal dilaporkan ke pengadilan dan disahkan oleh Mahkamah Agung.  Kalender Ummul Qura: Selain rukyat, Arab Saudi memiliki kalender resmi Umm al-Qura yang berbasis perhitungan astronomi (hisab) untuk keperluan administratif, namun penentuan resmi awal bulan puasa tetap mengutamakan hasil rukyat.  Perbedaan: Metode ini murni ruky...

Riset Ilmiah Buktikan Kota Makkah adalah Pusat Bumi dan Mengapa Istimewa?

Gambar
Riset Ilmiah Buktikan Kota Makkah adalah Pusat Bumi dan Mengapa Istimewa?  Makkah mempunyai sejumlah keutamaan menurut Islam  The Egyptian Scholar of the Sun and Space Reserch Center yang berpusat di Kairo memublikasikan hasil penelitian Prof Hussain Kamel yang menemukan sebuah fakta bahwa Makkah adalah pusat bumi. Dalam penelitiannya, ia menyimpulkan kedudukan Makkah betul-betul berada di tengah-tengah dataran bumi.  Prof Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan. Ia mengatakan, Ka'bah yang berada Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya, ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.   Untuk tujuan ini, dia menarik garis-garis pada peta. Sesudah itu, dia mengamatinya dengan saksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Dia memulai mengambarkan garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.  Lihat di peta googlemaps ( klik disini ) Setelah dua tahun dari penel...

Doa Nabi Ibrahim yang Diperuntukkan Khusus untuk Makkah

Sumber video :  https://www.facebook.com/ Ini berkat do'a Nabi Ibrahim :  Doa Nabi Ibrahim untuk Makkah, yang tercantum dalam Al-Qur'an (QS. Ibrahim: 35 & 37 serta QS. Al-Baqarah: 126), berfokus memohon keamanan, rezeki, dan ketaatan penduduknya dari penyembahan berhala. Doa ini dikabulkan dengan menjadikan Makkah kota aman, diberkahi, dan makmur, meskipun secara geografis gersang.   Berikut adalah lafal doa Nabi Ibrahim untuk Makkah:  1. Doa Keamanan dan Jauh dari Berhala (QS. Ibrahim: 35)  رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ  Robbij'al haadzal balada aaminan-wajnubnii wa baniyya an na'budal asnaam.  Artinya:  "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."   2. Doa Rezeki dan Keamanan Penduduk (QS. Al-Baqarah: 126)  رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الث...

TIDUR 309 TAHUN TAPI GAK MENUA?

Pernahkah kamu membayangkan tidur siang sebentar, namun saat terbangun, dunia sudah berubah total selama 3 abad? Inilah kisah legendaris Ashabul Kahfi. Namun, di episode Enigma Realitas kali ini, kita tidak hanya bicara soal sejarah, tapi membedah "Protokol Perlindungan Tubuh" yang terjadi di dalam gua tersebut. RAHASIA "SUSPENDED ANIMATION" & DISTORSI WAKTU ASHABUL KAHFI Mengapa Allah menutup telinga mereka? Bagaimana tubuh mereka tidak membusuk tanpa makan dan minum selama 309 tahun? Apakah ini bentuk nyata dari Time Dilation (Dilatasi Waktu) ataukah teknologi Biologi tingkat tinggi? ​Kita akan membedah:  Rahasia saraf auditori sebagai 'Guardian of Consciousness'. Analogi smartphone "Mode Pesawat" pada metabolisme manusia. Protokol medis "Auto-Rotate" untuk mencegah Decubitus Ulcer (luka baring). ​Arsitektur cahaya dan ventilasi steril dalam Surah Al-Kahfi. Hubungan antara relativitas Einstein dengan jam biologis sel.  Simak video b...

Belajar Kesetiaan dari Anjing

Gambar
Belajar Kesetiaan dari Anjing  Di antara ribuan kisah yang terpatri dalam lembar-lembar Al-Qur’an, ada satu yang bersemayam dalam keheningan "gua/goa", menantang waktu, menembus abad. Kisah tujuh pemuda yang memilih berlari dari kezaliman dunia, meninggalkan hiruk-pikuk kekuasaan yang bengis, memilih tidur dalam dekapan Tuhan. Bersama mereka, seekor anjing duduk berjaga, setia dalam diam, menantikan fajar yang tak kunjung tiba.  Mengapa seekor anjing? Mengapa bukan kuda yang gagah, atau burung yang bersayap lembut? Mengapa bukan domba yang jinak atau unta yang sabar? Mengapa seekor makhluk yang dalam banyak tafsir dianggap najis justru mendapat kehormatan tertidur dalam penjagaan Ilahi?  Barangkali, bukan karena rupa atau asalnya, melainkan karena sifat yang tertanam dalam jiwanya. Anjing, makhluk yang tak menakar kasih dengan imbalan, yang tak mengenal pengkhianatan dalam kamusnya. Ia memberi kesetiaan sepenuh hati, tanpa menuntut balas.  Ada pepatah Arab yang berka...