Postingan

Apa Keyakinan Rafidhah Terhadap Najaf dan Karbala?

APA KEYAKINAN ORANG RAFIDHAH TERHADAP NAJAF DAN KARBALA ? DAN APA KEUTAMAAN MENZIARAHINYA MENURUT MEREKA?  Orang Syi’ah sungguh telah menjadikan tempat-tempat perkuburan imam-imam mereka baik imam dakwaan mereka belaka atau hakiki, sebagai tempat yang haram dan suci (seperti haram Makkah) : Maka kota Kufah adalah haram, Karbala haram, Qum haram. Dan mereka meriwayatkan dari As Shidiq : Sesungguhnya Allah memiliki haram yaitu kota Mekkah, dan Rasulullah memilik haram yaitu kota Madinah, dan Amirul Mukminin memiliki haram yaitu kota Kufah dan kita memiliki haram yaitu Qum.  Karbala menurut mereka lebih afdhol (utama) dari Ka’bah. Hal ini tercantum dalam kitab Al Bihaar dari Abi Abdillah bahwasanya ia berkata : Sesungguhnya Allah telah mewahyukan ke Ka’bah ; kalaulah tidak karena tanah Karbala, maka Aku tidak akan mengutamakanmu, dan kalaulah tidak karena orang yang dipeluk oleh bumi Karbala (Husain), maka Aku tidak akan menciptakanmu, dan tidaklah Aku meciptakan rumah yang mana ...

Konspirasi Yahudi : Penyimpangan Moral Bangsa Yahudi Sejak Zaman Nabi Yusuf

Konspirasi Yahudi : Penyimpangan Moral Bangsa Yahudi Sejak Zaman Nabi Yusuf Ditulis oleh: Syeikh Abdurrahman Hasan Habannakah al-Maidani Jika kita mencermati sejarah Bangsa Yahudi atau Bani Israil sejak awal mula pembentukan mereka hingga masa penaklukan oleh Nebukadnezar (Bukhtanashar) pada abad ke-6 SM, kita akan menemukan sederet panjang penyimpangan yang dilakukan secara massal. Berikut adalah lembaran-lembaran hitam dari sejarah mereka: Dengki kepada Nabi Yusuf AS Kisah bagaimana mereka mendengki saudara seayah mereka, Nabi Yusuf AS, hingga berencana membunuhnya. Namun, mereka akhirnya memilih untuk membuangnya ke dalam sumur tua dengan harapan agar dipungut oleh kafilah yang lewat, semua itu dilakukan hanya demi mendapat perhatian penuh dari ayah mereka. Kisah ini menjadi bukti nyata betapa tingginya rasa egois dan rusaknya moral yang melekat pada mereka. Watak buruk yang tergambar dalam kisah ini terus menjadi karakter yang menyertai perjalanan panjang sejarah mereka setelah itu...

Konspirasi Yahudi : Superioritas Ras dan Penyimpangan Teologis Yahudi

Konspirasi Yahudi : Superioritas Ras dan Penyimpangan Teologis Yahudi  Sebagaimana kaum Yahudi sejak abad pertama Masehi berusaha merusak risalah Ilahi yang Allah turunkan kepada Isa ‘alaihis salam — dengan memanipulasi pokok-pokok akidah dan hukum-hukum praktisnya — demikian pula sejak abad pertama Hijriah mereka berupaya merusak Islam. Mereka menampakkan permusuhan yang sangat keras terhadap Islam. Namun, mereka tidak berhasil memanipulasi ataupun mengubah sedikit pun dari pokok-pokok ajarannya, karena Allah sendiri telah menjamin penjagaan Kitab-Nya, Al-Qur’an, dari perubahan dan penyelewengan.  Allah juga menghadirkan para ulama Muslim yang menjaga sunnah Rasulullah: memurnikannya, serta memilah mana yang asli dan mana yang merupakan sisipan. Meski demikian, melalui berbagai makar yang mereka lakukan, kelompok-kelompok Muslim tetap mengalami kerugian besar sepanjang sejarah Islam, sejak masa para sahabat radhiyallahu ‘anhum hingga zaman kita sekarang.  Tidaklah seoran...

Hijrah Tanpa Dakwah: Ketika Kesalehan Berhenti di Diri Sendiri

Hijrah Tanpa Dakwah: Ketika Kesalehan Berhenti di Diri Sendiri  Di era media sosial hari ini, hijrah telah menjadi fenomena yang sangat populer. Banyak anak muda mulai rajin shalat, belajar agama, menghafal Al-Qur'an, memperbaiki pergaulan, meninggalkan maksiat, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT.  Tentu ini adalah kabar yang menggembirakan.  Namun ada satu pertanyaan yang jarang diajukan kepada diri sendiri:  Setelah aku berubah, lalu siapa yang aku ajak berubah? Karena sesungguhnya Islam tidak pernah membentuk pribadi yang hanya sibuk menyelamatkan dirinya sendiri.  Kita hidup di zaman yang unik. Banyak orang berlomba-lomba memperbaiki diri, tetapi sedikit yang mau memperbaiki masyarakat. Banyak yang semangat menghadiri kajian, tetapi enggan mengajak teman-temannya hadir. Banyak yang senang mendengar nasihat, tetapi berat menyampaikan nasihat. Banyak yang menikmati nikmat hidayah, tetapi lupa membagikan cahaya itu kepada orang lain....

Dalam Islam, gelar bukanlah dalil

𝗗𝗜 𝗗𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗜𝗦𝗟𝗔𝗠, 𝗚𝗘𝗟𝗔𝗥 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡𝗟𝗔𝗛 𝗗𝗔𝗟𝗜𝗟  Panjang sekali daftar nama dan jabatannya. Namun dalam Islam, ukuran kebenaran bukanlah banyaknya gelar atau jabatan, melainkan kekuatan dalil.  Imam Malik rahimahullah berkata:  "Setiap orang dapat diambil dan ditolak pendapatnya, kecuali penghuni kubur ini."  Lalu beliau menunjuk makam Nabi ﷺ.  Jadi yang menjadi ukuran adalah Al-Qur'an, Sunnah, dan pemahaman yang benar, bukan siapa yang paling banyak gelarnya.  Baca artikel : Mengikuti Pemahaman Sahabat Nabi Dalam Beragama Buku : "Bantahan/Koreksi/Catatan dari Buku "(37 MASALAH POPULER) KARANGAN Ustz. ABDUL SOMAD" Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad Ulama Su’ (Orang Berilmu Yang Buruk) ---o0o--- NILAI SELEMBAR IJAZAH  Oleh : Samsul Nizar (Guru Besar & Ketua STAIN Bengkalis)  Selembar ijazah bukan segala-galanya dan bukti utama seseorang hebat, berilmu, apalagi beradab. Ijazah hanya sebagai bukti sese...

Tidakkah Mereka Perhatikan Burung Yang Terbang?

Tidakkah Mereka Perhatikan Burung Yang Terbang?  Ayat atau tanda kekuasaan Allah bukan hanya dari tulisan saja, alam semesta pun adalah ayat-Nya yang perlu diambil ibrah. Penahkah anda perhatikan burung yang sedang terbang dan melayang-layang bebas di udara? Dalam surat an-Nahl ayat 79 menerangkan tentang burung, yang di dalamnya memberikan pertanyaan tantangan kepada orang-orang yang menyekutukan Allah dengan memperlihatkan salah satu kekuasaan-Nya.  أَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلا اللَّهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ  “Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Allah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.”  Dan pada al-Mulk ayat 19,  أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚإِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ  “Tidakkah mereka ...

Apakah tidak kau perhatikan burung mengepakkan sayapnya di udara ?

Gambar
Pemandangan burung yang terbang dan mengepakkan sayap di udara adalah salah satu keajaiban alam dan tanda kekuasaan Tuhan yang luar biasa.   Secara sains, burung bisa terbang karena memiliki tiga komponen utama:  • Bentuk sayap aerodinamis: Sayap yang melengkung di atas dan lebih datar di bawah. Ini membuat udara mengalir lebih cepat di bagian atas, menghasilkan gaya angkat (lift) yang mendorong burung ke atas.  • Tulang yang ringan: Tulang burung berongga dan sangat ringan.  • Otot dada yang kuat: Menghasilkan gaya dorong (thrust) dan gaya angkat yang luar biasa saat mengepakkan sayap.   Keindahan dan kesempurnaan ciptaan ini juga sering direnungkan sebagai bentuk kebesaran Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Surah Al-Mulk ayat 19:  اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صٰۤفّٰتٍ وَّيَقْبِضْنَۘ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا الرَّحْمٰنُۗ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ ۢ بَصِيْرٌ ۝١٩ "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatu...