Postingan

Ibnu Sina, Ilmuwan Islam yang Diagungkan dan Dikafir-kafirkan

Ibnu Sina, Ilmuwan Islam yang Diagungkan dan Dikafir-kafirkan  Ibnu Sina adalah tokoh yang tidak perlu diperkenalkan. Seluruh umat Islam tentu mengenalnya, di kalangan awam sekalipun, ia dikenal sebagai tokoh legenda ilmu kedokteran, penemu sistem peredaran darah. Ilmuwan Islam yang menjadi sumber kemajuan kedokteran modern. Bukti nyata hutang peradaban Barat kepada peradaban Islam. Nama Ibnu Sina dipakai sebagai nama masjid, rumah sakit, sekolah agama, taman pembelajaran Alquran hingga majelis taklim. Ia adalah bukti nyata kemajuan Islam yang begitu menghanyutkan hingga sekarang. Setelah pusat keilmuan dan sains telah lama bergeser ke Eropa, kehadiran seorang Ibnu Sina seolah masih “cukup” menutup kekecewaan umat Islam terhadap kemunduran besar itu.  Di luar dari glorifikasi tersebut, Ibnu Sina adalah tokoh yang begitu problematis. Seiring dengan penggunaan nama beliau di berbagai tempat bercorakkan Islam, di sana pula suara-suara yang mempermasalahkan hal tersebut, “Kenapa o...

Treacherous Alliance: Benarkah Iran Membela Palestina?

Gambar
Treacherous Alliance: Benarkah Iran Membela Palestina?  Kalau Anda percaya bahwa Iran adalah negara yang paling getol melawan Israel dan membela Palestina, keyakinan Anda ini tidak sepenuhnya benar—juga tidak sepenuhnya salah. Keyakinan ini diuji secara cukup dalam oleh seorang ahli hubungan internasional Amerika kelahiran Iran: Trita Parsi. Artikel ini akan mengulas salah satu masterpiece-nya, Treacherous Alliance: The Secret Dealings of Israel, Iran, and the United States.   Publik di Indonesia cenderung melihat buku ini sebagai buku yang membongkar rahasia hubungan Iran Israel, setidaknya karena dua hal. Pertama, judulnya cukup provokatif. “ Treacherous ”, yang dalam edisi terjemahan Indonesia diubah menjadi “ persekutuan ” memang seolah-olah meniscayakan adanya semacam persekongkolan jahat antara Iran dan Israel. Kedua, khusus dalam edisi Indonesia, cover buku tersebut adalah dua tangan yang saling menjabat. Satu dengan bendera Iran, satu lagi Israel. Cover edisi asli (Bah...

Tidak merasa dihukum

Gambar
KEMUNGKARAN YANG TERSEBAR TAPI DIANGGAP BIASA Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata  "نَصْبُ مُغَنِّيَةٍ لِلنِّسَاءِ وَالرِّجَالِ: هَذَا مُنْكَرٌ بِكُلِّ حَالٍ". “Menampilkan (menghadirkan) seorang penyanyi wanita untuk (ditonton) oleh wanita dan laki-laki: ini adalah kemungkaran dalam setiap keadaan.” Majmu' Al-Fatawa Juz 29 Halaman 553 Baca : Hukum mendengarkan musik ---o0o--- Tidak merasa dihukum Kadang kita takut pada musibah, kehilangan, atau ujian yang terasa berat. Padahal, ada yang jauh lebih berbahaya dari itu semua: hati yang tidak lagi merasa bersalah saat bermaksiat. Ketika dosa terasa biasa, ketika lalai terasa nyaman, ketika jauh dari Allah tapi hati tidak gelisah itulah tanda yang perlu ditakuti. Karena bisa jadi, itu bukan nikmat… tapi bentuk hukuman yang paling halus. Allah tidak selalu menghukum dengan kesulitan. Terkadang, justru dengan dibiarkan terus dalam kelalaian tanpa rasa bersalah. Dan itulah hukuman yang sering tidak disadari. Para u...

TAKDIR SELALU BAIK, DARIMANA DATANGNYA KEBURUKAN?

TAKDIR SELALU BAIK, DARIMANA DATANGNYA KEBURUKAN? Sering kali kita merasa hidup tidak adil. Rencana gagal, harapan tidak terwujud, bahkan datang hal-hal yang menyakitkan. Lalu muncul pertanyaan yaitu kalau Allah Maha Baik, kenapa ada keburukan dalam hidup kita? Dalam Islam, kita diajarkan bahwa semua takdir Allah itu baik. Tidak ada satu pun ketetapan-Nya yang sia-sia atau zalim. Keburukan yang kita rasakan sebenarnya bukan dari Allah, tapi dari cara kita memandang atau dari perbuatan manusia itu sendiri. Allah ﷻ berfirman: مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا  ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا  “Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS An-Nisā' [4]: 79)...

Al-Azhar Dulu Sempat Menjadi Pusat Dakwah Syiah

Universitas Al-Azhar di Mesir secara historis didirikan oleh Dinasti Fatimiyah (Syiah Ismailiyah) pada abad ke-10, kemudian bertransformasi menjadi pusat pembelajaran Sunni terkemuka. Imam Besar Al-Azhar konsisten menekankan bahwa Sunni dan Syiah bersaudara, menyebut keduanya sebagai sayap Islam yang harus bersatu.   Baca berita ;  https://kalteng.antaranews.com/berita/250406/syekh-al-azhar-sunni-dan-syiah-itu-bersaudara   https://ahlulbaitindonesia.or.id/news/pesan-imam-besar-al-azhar-umat-islam-harus-bersaudara-apapun-mazhab-yang-dianutnya-sunni-atau-syiah/   https://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Al-Azhar   Poin-Poin Penting Terkait Al-Azhar, Sunni, dan Syiah:  Sejarah Pendirian: Al-Azhar dibangun pada masa Dinasti Fathimiyyah, yang penganut mazhab Syiah Ismailiyah, dan digunakan sebagai pusat penyebaran ajaran tersebut.  Transformasi Mazhab: Seiring berjalannya waktu, Al-Azhar beralih menjadi lembaga pendidikan Sunni dan kini menjadi otorit...

Debat : Syi'ah VS Yahudi

Gambar
Debat : Syi'ah  VS  Yahudi  Provokator Syi'ah berusaha mendebat seorang Yahudi dan memaksanya masuk Syi'ah, ia ingin menunjukkan bahwa Syi'ah jauh lebih baik dari agama Yahudi, namun apa tanggapan si Yahudi tadi.....???. Mari kita simak bersama dialog antara keduanya : SYI'AH : "Kalian orang-orang Yahudi selalu mencampurkan haq dengan bathil , kalian menyembunyikan kebenaran, padahal kalian mengetahui...!!" YAHUDI : "Kalian orang-orang Syi'ah mengatakan; tidak ada agama bagi orang yang tidak bertaqiyah, makanya 9/10 dari agama kalian adalah dusta dan ringkasan ...!!" . SYI'AH : " Tapi kalian menuduh Allah faqir , dan kalianlah orang-orang kaya, kalian juga menuduh Allah jahil dan letih...!!". YAHUDI : "Kalian juga menyematkan al-bada' kepada Allah , yakni bahwa Allah menetapkan satu takdir, lalu Allah sadar bahwa ada keteledoran dalam takdir itu, kemudian Allah mengubahnya.., Lalu apa bedanya.....??!!". SYI...

Revolusi Iran – Sejarah dan Hari Depannya

Revolusi Iran – Sejarah dan Hari Depannya  Rezim kontra-revolusi Khomeini telah mendapat basis sosial pada kaum borjuis kecil dan proletar kelas bawah. Lapisan ini memiliki kepentingan material dalam mendukung rezim. Mereka menduduki properti milik mantan kroni Shah yang melarikan diri ke luar negeri, tidak lagi membayar sewa dan bunga gadai ke bank dan lain-lain. Khomeini juga mendapat dukungan berjuta rakyat miskin dari kelas pekerja yang datang dari pelosok desa menuju ke kota demi pekerjaan. Mayoritas mereka bekerja di sektor konstruksi dengan kondisi yang menyedihkan. Melalui Komiteh (komite revolusioner) yang muncul setelah pergolakan, rezim mulai mendis­tribusikan obat-obatan dan sandang terhadap para buruh, dan menyediakan tempat berteduh bagi mereka berupa masjid-masjid.  Polisi, pengadilan dan penjara Shah telah dibuat rata dengan tanah oleh pemberontakan, sedangkan kebanyakan administrasi sipil masih tetap utuh. Inshtusi semacam ini dengan segera menyerang dengan ti...