Postingan

Ulama 4 Mazhab soal Memanjangkan Pakaian Melebihi Mata Kaki

Video Ilutrasi :  Subhat Ust. Abdul Somad tentang Isbal Baca artikel : ○  Imam Mazhab Mengimbau Umat Untuk  Meninggalkan Pendapat yang Menyelisihi  ○  Sunnah Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad ---o0o--- Ulama 4 Mazhab soal Memanjangkan Pakaian Melebihi Mata Kaki Saat ini, istilah ‘celana cingkrang’ sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat Indonesia. Celana cingkrang merupakan sebutan bagi celana panjang yang ujungnya tidak sampai mata kaki. Jenis fesyen ini kerap diidentikkan dengan kelompok tertentu dalam umat Islam, dan bahkan menjadi ciri pembeda antara kelompok tersebut dengan kelompok lain.    Kebalikan dari mengenakan celana cingkrang disebut isbal, yaitu memanjangkan pakaian berupa celana, sarung, jubah, dan sebagainya melebihi mata kaki. Perdebatan tentang hukum isbal tidak hanya terjadi saat ini, namun sudah ada sejak zaman dahulu. Para ulama mazhab empat berbeda pendapat tentang hukum memanjangkan pakaian mel...

Imam Mazhab Mengimbau Umat Untuk Meninggalkan Pendapat yang Menyelisihi Sunnah

Imam Mazhab Mengimbau Umat Untuk Meninggalkan Pendapat yang Menyelisihi Sunnah 1). Abu Hanifah, Imam mazhab Hanafi إِذَا صَحَّ الْحَدِيْثُ؛ فَهُوَ مَذْهَبِيْ Beliau berkata, “Jika suatu hadits itu shahih, itulah mazhabku.” ( Hasyiyah Ibnu Abidin , 1/63; Rasmul Mufti , 1/4; Majmu’ah Rasail Ibnu Abidin , 1/4) Imam Abu Hanifah Berkata, لَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَأْخُذَ بِقَوْلِنَا؛ مَا لَمْ يُعْلَمْ مِنْ أَيْنَ أَخَذْنَاهُ “Tidak halal bagi seseorang mengikuti perkataan kami bila ia tidak tahu dari mana kami mengambil sumbernya.” Dalam riwayat lain disebutkan, حَرَامٌ عَلَى مَنْ لَمْ يَعْرِفْ دَلِيْلِي أَنْ يُفْتِيَ بِكَلَامِيْ “Haram bagi orang yang belum mengetahui argumetasi (dalil) saya berfatwa dengan pendapat saya.” ( Al-Intiqa fi Fdhail ats-Tsalatsah al-Aimmah al-Fuqaha, Ibnu Abdil Barr, 145; I’lamul Muwaqqi’in, Ibnul Qayyim, 2/309; Hasyiyah al-Bahri ar-Raiq , Ibnu Abidin, 4/293; Rasmul Mufti , 29,32)   Imam Abu Hanifah berkata, إِذَا قُلْتُ قَوْلاً يُخَالِفُ كِتَا...

Self-Talk Islami Lewat Doa dan Dzikir

Sumber video :  https://www.facebook.com/share/ Self-Talk Islami Lewat Doa dan Dzikir Di zaman sekarang, istilah self-talk atau berbicara dengan diri sendiri semakin sering dibahas. Banyak psikolog menyebut self-talk sebagai cara untuk menguatkan mental, menenangkan hati, dan membangun kepercayaan diri. Dilansir dari siloamhospitals.com , self-talk adalah kebiasaan berbicara dengan diri sendiri menggunakan kata-kata positif. Cara ini membantu seseorang lebih tenang dalam menghadapi masalah, mengambil keputusan dengan bijak, serta membangun pola pikir yang sehat. Dengan positive self-talk, seseorang dapat menumbuhkan sikap optimis, tetap termotivasi, dan berusaha melihat sisi baik dari setiap keadaan. Hal ini membuat individu lebih kuat dalam menghadapi tekanan hidup dan tidak mudah terjebak dalam pikiran negatif. Contoh sederhana afirmasi dalam positive self-talk adalah ucapan “semua akan baik-baik saja,” yang dapat memberi ketenangan dan semangat untuk terus melangkah. Namun, ...

Tiga yang Menemani, Dua Pulang, Satu Tersisa

Tiga yang Menemani, Dua Pulang, Satu Tersisa Tiga yang menemani kita sampai ke kubur, dua akan pulang, satu akan tetap menemani kita di alam kubur. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anh u, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ “ Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya .” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960) Ali bin Muhammad Abul Hasan Nuruddin Al-Mala Al-Harawi Al-Qari (meninggal dunia tahun: 1014 H) menyatakan bahwa seseorang ketika mati ada tiga yang mengikutinya hingga ke kubur. Pertama adalah keluarganya, yaitu anak dan kerabatnya, begitu pula sahabat dan kenalan...

Tidak Boleh Memastikan Individu Tertentu Masuk Surga atau Neraka, kecuali Jika Ada Dalil

Allah Ta'ala berfirman: فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci. Dialah yang paling mengetahui siapa yang bertakwa.  (QS. An-Najm: 32) Sumber video :  https://www.facebook.com/sha Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya seseorang benar-benar beramal dengan amalan penghuni surga menurut pandangan manusia, padahal ia termasuk penghuni neraka. Dan seseorang benar-benar beramal dengan amalan penghuni neraka menurut pandangan manusia, padahal ia termasuk penghuni surga. Sesungguhnya amalan itu tergantung pada penutupnya." (HR. Al-Bukhari no. 6607 dan Muslim no. 112) ---o0o--- Tidak Boleh Memastikan Individu Tertentu Masuk Surga atau Neraka, kecuali Jika Ada Dalil Ahlussunnah waljama’ah membedakan antara hukum umum bahwa orang mukmin itu di surga dan orang kafir itu di neraka, dengan hukum spesifik bahwa individu tertentu itu di surga atau di neraka. Adapun hukum secara umum, maka ahlussunnah meyakini bahwa o...

Indonesia Harus Tiru Arab Saudi: Jadikan Syi'ah Sebagai Ancaman Keamanan Nasional.

Gambar
Indonesia Harus Tiru Arab Saudi: Jadikan Syi'ah Sebagai Ancaman Keamanan Nasional. Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Di tengah penguatan kerja sama bilateral, ada satu pelajaran penting yang harus dipetik Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi: ketegasan dalam menjaga akidah dan stabilitas keamanan negara dari ancaman paham Syi'ah. Selama puluhan tahun, Arab Saudi memahami dengan sangat baik bahwa Syi'ah bukan sekadar perbedaan mazhab biasa. Syi'ah adalah gerakan ideologi politik transnasional yang memiliki agenda kekuasaan, yang sangat berbahaya bagi keutuhan sebuah negara bangsa. Indonesia harus membuka mata dan belajar dari pengalaman Saudi. 1. Mengapa Arab Saudi Tegas Terhadap Syi'ah? Arab Saudi sebagai penjaga dua kota suci, Haramain, menyadari bahwa infiltrasi paham Syi'ah selalu diawali dengan isu toleransi dan cinta Ahlul Bait, namun berakhir pada ...

Permusuhan Umat Kristen Terhadap Yahudi dalam Sejarah Abad Pertengahan

Permusuhan Umat Kristen Terhadap Yahudi dalam Sejarah Abad Pertengahan Dalam sejarah Abad Pertengahan, orang-orang Yahudi telah menerima prasangka dan permusuhan dari umat Kristen Eropa. Hal itu karena umat Kristen mula-mula menyatakan bahwa Yesus Kristus dan para pengikutnya dianiaya oleh orang-orang Yahudi. Alasan tersebut kemudian menjadi pembenaran umat Kristen Eropa untuk mengusir orang-orang Yahudi di banyak wilayah Eropa. Orang-orang Yahudi telah mengalami banyak pengusiran di seluruh wilayah Eropa dalam sejarah Abad Pertengahan. Alasan itu juga yang menjadi pembenaran atas penganiayaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi oleh orang-orang Kristen dalam sejarah Abad Pertengahan. Permusuhan dan pengusiran tersebut sebenarnya juga terus berlanjut setelahnya, bahkan hingga saat ini. Menurut catatan World History Encyclopedia, Injil menjelaskan persidangan dan penyaliban Yesus dari Nazaret. Yesus disebutkan dianiaya dan mati karena perbedaan agama dengan para pemimpin Yahu...