Putra Seorang Rasul, Mengapa Kan’an “Gagal” Mendapat Hidayah?
Putra Seorang Rasul, Mengapa Kan’an “Gagal” Mendapat Hidayah? Selama kurang lebih 1.500 tahun Nabi Nuh berdakwah di tengah kaumnya, tapi hanya segelintir orang yang mau mengimaninya. Realita ini membuat Nuh kecewa. Yang lebih menyakitkan lagi, putranya sendiri, Kan’an, tidak mau mengikuti ajaran ayahnya hingga akhir hayat. Sebagai anak seorang rasul yang merupakan manusia pilihan Allah, mengapa Kan’an “gagal” mendapat hidayah? Kekecewaan Nuh terhadap kaumnya membuat dia berkeputusan untuk membinasakan mereka. Hemat Nuh, kaumnya sudah tidak bisa lagi diajak beriman. Beragam cara sudah ditempuh namun sia-sia belaka. Bahkan mereka terus melahirkan keturunan demi keturunan yang kufur. Kekafiran meregenerasi. Solusi satu-satunya adalah dengan membumihanguskan mereka agar rantai kesesatan bisa terputus. Doa Nuh ini disampaikan dalam Al-Qur’an, وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا “Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah ...