Postingan

KAMU MENABUR, KAMU AKAN MENUAI

KAMU MENABUR, KAMU AKAN MENUAI Kehidupan adalah gema, Apa yang kamu kirim akan  Apa yang kamu tabur itulah yamu tuai.. Apa yang kamu berikan itu yang akan kamu terima.. Karena didunia ini memang ada hukum sebab dan akibat.. Kamu menuai apa yang kamu tabur. Kemudian energi yang kamu keluarkan benar-benar akan kembali kepadamu.. Jika bukan dengan situasi yang sama, Maka akan dengan rasa yang sama... لن تفهم ألم شخص ما حتى تجرب ذالك بنفسك.. Kamu tidak akan memahami dan mengerti betapa sakit nya "hati" seseorang, sampai kamu sendiri lah yang merasakan hal yang sama.. Ibarat kamu melempar batu ke dalam danau, Kamu tidak akan pernah tahu sedalam apa batu itu akan jatuh.. Sama hal nya seperti ketika kamu menyakiti seseorang tapi kamu tidak akan pernah tahu sedalam apa luka yang dirasa kan oleh nya. Jadi belajarlah menghargai sesuatu apapun itu.. في داخل كل قلب  يوجد عالم اكبر من الواقع ... توجد رواية، وضحكة، ودمعة .. توجد كلمه غير مقصودة أسعدت، و أخرى محسوبة جرحت  توجد أخبار لا ...

Bangsa Arab adalah sebaik-baik bangsa

Sumber video : https://youtube.com/shorts/ Bangsa Arab adalah sebaik-baik bangsa Berkata al-‘Allāmah Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin رحمه الله :  “Bangsa tempat Rasul ﷺ diutus adalah sebaik-baik bangsa"  Bangsa Arab adalah sebaik-baik bangsa, karena Allah berfirman dalam Kitab-Nya : ﴿اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ﴾ ‘Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan risalah-Nya.’ (QS. Al-An‘ām: 124)  Dan Nabi ﷺ bersabda :  "Manusia itu seperti barang tambang; yang terbaik di masa jahiliyah adalah yang terbaik pula di masa Islam apabila mereka memahami agama"  Namun ini bukan berarti merendahkan seluruh manusia secara mutlak. Yang dilarang adalah berbangga-bangga (kesombongan).  Adapun adanya keutamaan (perbedaan derajat), maka Allah memang melebihkan sebagian jenis manusia atas sebagian yang lain.  Maka bangsa Arab lebih utama daripada selainnya; jenis Arab lebih utama daripada jenis non-Arab (‘ajam).  Akan tetapi, jika orang Ara...

Berkah Kotoran Tokoh Syiah

Gambar
Sumber video :  https://www.facebook.com/share/ Berkah Kotoran Tokoh Syiah  Bagi syiah, ini hal yang biasa. Bagi penganut syiah, kotoran para imam bukan sesuatu yang menjijikkan, tapi sumber keberkahan. Bagi penganut syiah, kotoran para imam menyebabkan masuk surga.  Berikut keterangan dalam kitab Syiah, Anwarul Wilayat, karya Ayatolah Mulla Zaenal Abidin Al-Kalba Yakani,  “Kotoran dan air kencing para imam bukan sesuatu yang menjijikkan dan tidak berbau busuk, bahkan keduanya bagaikan misik yang semerbak. Barang siapa yang meminum kencing, darah dan memakan kotoran mereka maka haram masuk neraka dan wajib masuk surga.” (Anwarul Wilayat, halaman 440, th. 1419 H.)  Kentut Imam Bagaikan Bau Misik  Abu Jafar berkata: “Ciri-ciri Imam dianatarnya :  Dilahirkan sudah dalam keadaan berkhitan.  Begitu menginjakkan kaki di bumi ia mengumandangkan dua kalimat syahadat.  Tidak pernah junub.  Matanya tidur hatinya terbangun.  Tidak pernah meng...

KETIKA PENGIKUT LEBIH DIUTAMAKAN DARI KEBENARAN

KETIKA PENGIKUT LEBIH DIUTAMAKAN DARI KEBENARAN  Disampaikan Oleh : Dr. Abdurrahman Al-Omaissan. Di zaman sekarang ini - kita memohon perlindungan Allah - zaman orang-orang yang mengejar ketenaran. Dia ingin terkenal, dia ingin banyak pengikut/followers yang banyak. Maka kamu akan dapati dia mencari ketenaran bahkan lewat hal yang bodoh. Rasulullah ﷺ bersabda : “Barangsiapa yang memakai pakaian ketenaran di dunia, maka Allah akan memakaikannya pakaian kehinaan pada Hari Kiamat.” Karena itu orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang miskin (kasihan). Mereka kehilangan agamanya, kehilangan nilai-nilainya, kehilangan akhlaknya, kehilangan kehormatannya. Semua itu demi agar manusia mengikuti mereka. Padahal Allah berfirman : “(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat azab, dan segala hubungan antara mereka terputus.” (QS. Al-Baqarah: 166) Maka pelajarannya adalah untuk tetap berada di atas kebenaran. Jangan jad...

Mengapa Sunni dan Syiah Berbeda dalam Memandang Sahabat?

Gambar
Mengapa Sunni dan Syiah Berbeda dalam Memandang Sahabat?  Banyak orang mengira perbedaan Sunni dan Syiah hanyalah konflik politik dalam sejarah Islam.  Padahal sebenarnya masalahnya adalah perbedaan cara menceritakan sejarah setelah wafatnya Nabi Muhammad.  Karena ceritanya berbeda, maka tokoh yang dianggap pahlawan oleh satu kelompok bisa dianggap penjahat oleh kelompok lain.  Narasi Ahlusunnah  Dalam narasi Ahlusunnah, setelah Nabi wafat umat Islam menghadapi kekosongan kepemimpinan.  “Nabi sudah tidak ada, Ini siapa yang akan jadi pemimpin selanjutnya ? ”  Sebab Nabi tidak pernah menunjuk siapa pengganti beliau, maka dari itu Para sahabat berkumpul dan bermusyawarah, lalu memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama.  Kemudian kepemimpinan dilanjutkan oleh: Umar ibn al-Khattab Uthman ibn Affan Ali ibn Abi Talib  Dalam cerita ini, para sahabat dipandang sebagai generasi terbaik yang berusaha menjaga umat setelah wafatnya Nabi.  Narasi Sy...

Kebangkitan dan Kehancuran Bani Israel dalam Al-Qur'an

Aqil Siradj : Hamba Allah yang menghancur Israil di akhir zaman adalah Syi'ah..??? Simak video lengkap [ klik disini ] Kebangkitan dan Kehancuran Bani Israel dalam Al-Qur'an  Dari Invasi Asyur hingga Raja Herodes: Kisah Kebangkitan dan Kehancuran Bani Israel dalam Al-Qur'an  Oleh : Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas  Dalam lautan kebijaksanaan Al-Qur'an, terdapat ayat-ayat yang memuat kisah-kisah penuh makna dan pelajaran mendalam bagi umat manusia. Salah satunya adalah kisah tentang Bani Israel, sebuah narasi yang diabadikan dalam surat ke-17, ayat 5. Ayat ini membuka jendela ke sebuah peristiwa penting yang telah lama menjadi bahan diskusi para mufasir: kehancuran pertama Bani Israel. Memahami ayat ini tidak hanya sekadar membaca teks, tetapi juga menyelami konteks sejarah yang mengelilinginya.  Ayat 5, yang merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya, menyampaikan sebuah janji ilahi yang tegas. Al-Qur'an berfirman, ( وَقَضَيْنَآ إِلَىٰ ...

Kekeliruan Pembagian Hakikat dan Syari’at Ala Tarikat Sufiyah

Konsep pembagian "Haji Syariat" dan "Haji Hakikat" sering dibahas dalam ilmu tasawuf-tarekat (esoterik) sebagai upaya mendalami makna manasik, simak video berikut : Shalat Jum'at hakikat,  Wali sufi shalat Jum'at di Makkah ? KEKELIRUAN PEMBAGIAN HAKIKAT DAN SYARI’AT ALA TARIKAT SUFIYAH  Sebagian kalangan tarikat Sufiyah membagi Islam menjadi dua bagian, yaitu syariat dan hakikat. Atau zhahir dan batin.  Ibnul-Jauzi rahimahullah menjelaskan: “Banyak kalangan Sufi yang membedakan (agama) menjadi hakikat dan syariat”[1]  Yang dimaksudkan dengan syariat –menurut kaum Sufi- yaitu perkara apa saja yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya tanpa memerlukan adanya pentakwilan. Mereka menyebutnya dengan nama ilmu zhahir atau ilmu syariah. Menurut kalangan Sufi, golongan yang mengimani nash-nash syariat tanpa menggunakan takwil ini, masuk ke dalam kategori kelompok awam. Yang termasuk dalam klasifikasi ini -menurut kaca mata mereka- yaitu para imam empat, seluruh ulama f...