Postingan

Haram Hukumnya Menyamakan Allah dengan Makhluk-Nya

Haram Hukumnya Menyamakan Allah dengan Makhluk-Nya Sepanjang perjalan sejarah pemikiran Islam memang ada beberapa aliran yang menyamakan antara sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhluk-Nya, seperti halnya aliran Musyabbihah (antropomorfisme). Pendeknya, aliran pemikiran ini sesuai dengan namanya ( Musyabbihah ), yakni menyamakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat manusia (makhluk). Ada pula aliran Mujassimah (korporalisme) yang beranggapan bahwa Allah berjisim (bertubuh) seperti halnya manusia (Ahmad Azhar Basyir, Refleksi atas Persoalan Keislaman: Seputar Filsafat, Hukum, Politik dan Ekonomi , hal. 27). Aliran-aliran tersebut jelas salah karena para penganut aliran ini menyamakan antara Allah dan makhluk-Nya. Oleh karenanya untuk mendudukkan permasalahan ini, terlebih dahulu pemahaman yang mesti dibangun sebelumnya adalah pemahaman tentang konsep tauhid yang membicarakan tentang sifat Allah dan nama-nama-Nya ( Tauhid al-Asma’ wa al-Shifat ).  Dalam konsep Tauhid al-Asma’...

4 Fakta Kota Lod, Tempat Nabi Isa Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

4 Fakta Kota Lod, Tempat Nabi Isa Membunuh Dajjal Jelang Kiamat Salah satu tempat penting dalam khazanah Islam ialah kota Lod. Pasalnya tempat ini disebut-sebut sebagai tempat Nabi Isa AS membunuh Dajjal. Sebagaimana kita ketahui, munculnya makhluk terkutuk ini terkait dengan hari akhir, sebagai salah satu tanda kiamat. Lod sebagai tempat terbunuhnya Dajjal banyak hadis Rasulullah SAW yang menginformasikannya. Salah satunya hadis yang diriwayatkan dari Mujami bin Jariyah al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Isa bin Maryam akan membunuh Dajjal di Bab Lud (Gerbang Lod).” (HR Ahmad, Turmudzi, dan Nu’aim bin Hamad). Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda “Lalu, turunlah Isa bin Maryam di menara putih di bagian timur Damaskus. Isa menemukan Dajjal di Pintu Lod, kemudian membunuhnya.” (HR. Abu Daud) Penasaran dengan lokasi terbunuhnya Dajjal? Berikut ulasan lengkap tentang fakta-fakta kota Lod. 1.  Sebuah Gerbang Gerbang Lod merupakan sebuah kota yang terletak...

Apakah Bid‘ah Hasanah Itu Ada? Begini Pandangan Muhammadiyah

Apakah Bid‘ah Hasanah Itu Ada? Begini Pandangan Muhammadiyah Dalam sejarah perkembangan Islam, istilah bid‘ah selalu menjadi perbincangan yang hangat. Sebagian kalangan menganggap bid‘ah terbagi dua: ada yang terpuji ( hasanah ) dan ada yang tercela ( sayyi’ah ). Namun, tidak sedikit pula ulama yang menolak pembagian ini dan menyatakan bahwa semua bid‘ah dalam urusan agama adalah kesesatan. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan Muhammadiyah? Secara bahasa, kata bid‘ah berasal dari akar kata بَدَعَ – يَبْدَعُ – بَدْعًا ( bada‘a – yabda‘u – bad‘an ) yang berarti mengadakan sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya. Dalam Al-Qur’an, kata ini muncul dalam sifat Allah, misalnya: بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ “Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan tanpa contoh sebelumnya.” (QS. al-Baqarah [2]:117). Adapun dalam istilah syarak, bid‘ah berarti suatu cara baru dalam perkara agama yang menyerupai syariat, dilakukan dengan maksud beribadah atau mencari pahala, padah...

Mengapa di Muhammadiyah tidak Mengenal Habib?

Apakah Muhammadiyah Tak Punya Wali? Tak ada makam keramat atau kisah kesaktian dalam Muhammadiyah. Namun di balik kesederhanaannya, justru tersembunyi bentuk kewalian yang membumi-iman yang rasional, kerja yang sosial, dan tauhid yang memerdekakan. Oleh :  Dr. Aji Damanuri, M.E.I., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung, Dekan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Di banyak ruang keagamaan Nusantara, kisah tentang kewalian dan karamah adalah narasi yang hidup, bahkan menggairahkan. Tokoh-tokoh yang dianggap wali—karena kesalehan, kealiman, atau keajaiban spiritualnya—menjadi poros ziarah, sumber berkah, bahkan penafsir realitas. Ada yang diyakini bisa berada di dua tempat sekaligus, mengetahui hal-hal gaib, atau memiliki pengaruh luar biasa pada semesta. Dalam masyarakat seperti ini, wajar jika seseorang yang menonjol dalam dakwah atau amal sering kali ditokohkan sebagai “orang suci”. Namun, pemandangan seperti itu nyaris tidak pernah ...

Kisah Islamnya Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Kisah Islamnya Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari Dari Abdullah bin Ash-Shamit, ia mengatakan bahwa Abu Dzar menuturkan, “Kami keluar dari kaum kami (Ghifar), dan mereka menghalalkan bulan suci. Aku keluar bersama adikku, Unais, dan ibu kami. Kami singgah di rumah paman kami (dari pihak ibu). Paman memuliakan kami dan berbuat baik kepada kami, sehingga kaumnya iri hati terhadap kami. Kata mereka, ‘Jika kamu pergi meninggalkan keluargamu, maka Unais memimpin mereka.’ Kemudian pamanku datang lalu menyampaikan kepada kami apa yang dikatakan kepadanya. Mendengar hal itu kami mengatakan, ‘Kebaikan yang anda perbuat selama ini telah anda cemari. Kami tidak bisa meneruskan hubungan lagi denganmu. Kemudian kami mendekati sekawanan unta kami dan kami menungganginya. Sedangkan paman kami menutup wajahnya dengan pakaiannya sambil menangis. Kami pun pergi sehingga kami tiba di gerbang kota Mekkah. Unais membangga-banggakan sekawanan unta kami dibandingkan unta lainnya. Keduanya lalu pergi kepada seoran...

Imam Asy Syafi’i dan Ilmu Filsafat

Imam Asy Syafi’i dan Ilmu Filsafat  Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i rahimahullah atau imam Asy Syafi’i adalah seorang imam dan ulama besar Ahlussunnah wal Jama’ah, yang mendakwahkan dan membela akidah Ahlussunnah. Bahkan beliau dijuluki sebagai nashirus sunnah (pembela sunnah). Maka sikap beliau tegas dalam berakidah. Bahkan beliau membantah akidah-akidah menyimpang, diantaranya ilmu kalam. Namun sebagian orang mengatakan: “Imam Asy Syafi’i tidak mencela ilmu filsafat, yang dicela beliau adalah ilmu kalam”. Ini perkataan yang kurang tepat.  Pertama , kita perlu pahami dulu apa itu ilmu filsafat dan apa itu ilmu kalam? Disebutkan dalam kamus Mu’jam Al Wasith, definisi filsafat adalah: دراسةُ المبادئ الأُولى وتفسير المعرفة تفسيرًا عقليًّا “Ilmu yang mempelajari prinsip dasar dalam menggunakan akal dan menjelaskan pengetahuan dengan akal”  Adapun ilmu kalam, dijelaskan dengan ringkas dan padat oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin :  أن أهل الكلام هم...

Meminta Syafaat Nabi Kepada Allah, Bukan Meminta kepada Nabi

Meminta Syafaat Nabi Kepada Allah, Bukan Meminta kepada Nabi Dalam pelajaran TAUHID doa ada 2 macam: 1. Doa “Ibadah” (دعاء العبادة) Yaitu mencakup pujian dan dzikir kepada Allah, karena hakikat doa adalah ibadah, sebagaimana dalam shalat ada doa dan pujian. Dalam hadits, ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ “Do’a itu ibadah.” (HR.At-Tirmidzi, hasan shahih) 2. Doa masalah (دعاء المسألة) Yaitu berdoa meminta kepada Allah Yang namanya berdoa dan meminta itu hanya kepada Allah saja, tidak boleh meminta kepada selain Allah Karenanya lafadz meminta hanya: “Ya Allah, kami mohon” “Ya Allah, kami meminta” tidak boleh kepada yang lain, semisalnya: “Ya Nabi” “Ya Abdul Qadir Jaelani” Kalau meminta seperti ini maka termasuk kesyirikan, Allah berfirman, ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ “Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu beribadah/berdoa seseuatupun bersamaan dengan ibadah/berdoa kepada Allah” (QS Jin:18). Begitu juga dengan...