Postingan

Tiga Perkara Yang Membinasakan

Tiga Perkara Yang Membinasakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tiga perkara yang membinasakan seorang hamba. Beliau bersabda: فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ: فَشُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ “Tiga perkara yang membinasakan; (1) kekikiran yang ditaati, (2) hawa nafsu yang diikuti, (3) seseorang meraja ‘ujub dengan dirinya.” (Hadits dishahihkan oleh Syaikh Albani Rahimahullah) Tiga perkara ini hendaknya kita senantiasa untuk memeriksa apakah ada tiga perkara ini pada diri kita, saudaraku sekalian. 1. Kekikiran yang ditaati Kekikiran atau pelit yang melilit hati akibat cinta dunia yang berlebihan. Orang yang kikir hakikatnya dia tidak beriman akan balasan Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila ia bersedekah. Padahal Allah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berjanji bahwasanya orang yang bersedekah pasti Allah akan gantikan dengan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Sedekah tidak mengurangi harta sama sekali. Sebagaimana Rasulullah Shallalla...

Mencela Pemimpin, Ciri Khas Kelompok Khawarij

Gambar
Di Indonesia, konsep "pemimpin yang tidak zalim" (adil) bersifat subjektif karena sangat bergantung pada nilai, kepentingan, dan tantangan yang dihadapi masyarakat pada setiap era. Secara historis, setiap presiden Republik Indonesia memiliki catatan prestasi dan kritik tersendiri dari publik: Ir. Soekarno (1945–1967): Dipuji sebagai Bapak Bangsa dan Proklamator, namun di akhir pemerintahannya dikritik karena otoritarianisme melalui Demokrasi Terpimpin dan krisis ekonomi yang parah. Jenderal TNI (Purn.) Soeharto (1967–1998): Dijuluki Bapak Pembangunan karena stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, namun dikritik keras atas praktik Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) serta pembungkaman kebebasan politik selama 32 tahun. Prof. Dr. B.J. Habibie (1998–1999): Dipandang sebagai Bapak Reformasi yang membuka kebebasan pers dan demokrasi, namun sempat dikritik atas kebijakan referendum Timor Timur. KH. Abdurrahman Wahid / Gus Dur (1999–2001): Dikenal sebagai tokoh pluralisme d...

Perbedaan kuliah fiqih atau mazhab antara Universitas Al-Azhar Kairo dengan Universitas Islam Madinah (UIM)

Perbedaan kuliah fiqih atau mazhab antara Universitas Al-Azhar Kairo dengan Universitas Islam Madinah (UIM) Perbedaan utama dalam studi fiqih, mazhab, dan pendekatan keilmuan antara Universitas Al-Azhar (Kairo, Mesir) dan Universitas Islam Madinah (UIM) (Arab Saudi) terletak pada orientasi mazhab, metodologi pengajaran, serta latar belakang institusinya: 1. Pendekatan dan Pengajaran Mazhab Universitas Al-Azhar: Mengajarkan dan mengakui multi-mazhab dalam Islam (secara tradisional meliputi mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) dengan pendekatan wasathiyah (moderat) dan beraliran akidah Asy'ariyah/Maturidiyah. Mahasiswa mempelajari perbandingan mazhab secara luas, di mana tradisi fikih klasik dari berbagai mazhab dihormati dan diajarkan sebagai bagian dari warisan keilmuan Islam.  Universitas Islam Madinah (UIM): Berfokus pada pengajaran fikih berbasis dalil (Al-Qur'an dan Hadits) serta manhaj Salaf. Meskipun mengajarkan perbandingan mazhab (termasuk empat mazhab...

Biografi : Syekh Al-Azhar Muhammad Sayyid Tantawi Kepala Bagian Ilmu Tafsir Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah 1980-1984 M

Gambar
Biografi : Syekh Al-Azhar Muhammad Sayyid Tantawi Kepala Bagian Ilmu Tafsir  Program Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah  1980-1984 M Nama lengkap beliau adalah Syekh Dr. Muhammad Sayyid Athiyah Tantawi. Lahir di desa Sulaim, Markaz Thama Propinsi Suhaj pada 14 Jumadil Ula 1347 H. bertepatan dengan 28 Oktober 1928 M. Beliau belajar dasar-dasar ilmu agama di desanya. Setelah menghafalkan al-Quran beliau masuk ke Ma’had Diniyah di Alexandria pada tahun 1944 M. Kemudian setelah lulus tsanawiyah (setingkat SMA) beliau melanjutkan pendidikannya ke fakultas Ushuluddin Universitas al-Azhar dan lulus pada tahun 1958 M. Pada tahun 1959 M. beliau menyelesaikan pendidikan “takhassus” nya di al-Azhar, dan meraih gelar doktor di bidang Tafsir Hadits dengan predikat mumtaz pada September 1966 M. Jenjang Karier Syekh Muhammad Sayyid Tantawi: Khatib dan pengajar di Kementrian Perwakafan Mesir, tahun 1960 M. Pengajar Tafsir Hadits di fakultas Ushuluddin Univ. al-Azhar, tahun 1968 M. Pem...

Perbedaan Universitas Al-Azhar Kairo dengan Universitas Islam Madinah dari segi aqidah

Gambar
Perbedaan Universitas Al-Azhar Kairo dengan Universitas Islam Madinah dari segi aqidah Perbedaan mendasar dalam segi aqidah antara Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir dan Universitas Islam Madinah (UIM) di Arab Saudi terletak pada metodologi, referensi utama, dan corak pemikiran teologis yang dianut: Landasan dan Corak Aqidah Universitas Al-Azhar (Kairo) : Menggunakan tradisi keilmuan klasik yang panjang ( sanad keilmuan) serta menghargai perbedaan pendapat ( khilafiyah ) fiqih dan kalam secara luas di kalangan para masyayikh (syekh pengajar).  • Menganut aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan corak teologi Asy’ariyah (dalam sifat-sifat Allah) dan Maturidiyah . • Dalam bidang fiqih, Al-Azhar mengakui dan mengajarkan empat mazhab utama (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) secara berdampingan. • Mengusung konsep Islam Wasathiyah (moderat, jalan tengah), yang menekankan toleransi internal antarmazhab serta keseimbangan dalam berpikir dan berinteraksi dengan khazanah klas...

Hukum Bersalaman menundukkan kepala dan Cium Tangan

Hukum menundukkan kepala dalam bersalaman : "Bersalaman adalah sunnah, tapi menundukkan kepala atau membungkuk saat bersalaman bukanlah ajaran Islam. Lantas, kenapa kita masih melakukannya?"  Penjelasan Syariat : Sahabat Majelis, Islam telah mengatur adab dalam berinteraksi, termasuk ketika kita bersalaman. Rasulullah ﷺ bersabda:  "Tidak boleh seseorang sujud kepada sesama manusia. Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku akan memerintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya." (HR. Tirmidzi, no. 1159)  Hadits ini menunjukkan bahwa tindakan seperti menundukkan kepala atau membungkuk kepada manusia, baik sebagai penghormatan atau kebiasaan, tidak dibenarkan dalam Islam. Penghormatan semacam ini hanya layak diberikan kepada Allah ﷻ.  Adab yang Tepat : Ketika bersalaman, cukup dengan berjabat tangan, tersenyum, dan mengucapkan salam. Hindari menundukkan kepala atau membungkuk karena itu menyerupai tindakan ibadah yang hany...

Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

Baca juga : Tujuh Dalil Pengaturan Pengeras Suara pada Tempat Ibadah Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Beberapa negara meminimalisir penggunaan pengeras suara di masjid dengan berbagai alasan. Bagaimana dengan Indonesia? Pengeras suara sering digunakan di berbagai tempat umum. Mulai dari bandara, terminal bus, stasiun, rumah sakit, gereja hingga masjid. Pengeras suara seperti speaker atau toa menjadi solusi dalam menyampaikan informasi di tempat-tempat umum tersebut. Akan tetapi, penggunaan pengeras suara dianggap menimbulkan polusi suara sehingga ada beberapa negara yang kini meminimalisir penggunaan pengeras suara. Mesir salah satunya. Beberapa waktu lalu, menjelang Ramadan, Menteri Wakaf Mesir, Mohamed Gomaa mengeluarkan larangan agar tidak menggunakan pengeras suara di seluruh masjid saat tarawih selama bulan suci Ramadan. Menurutnya, upaya itu dilakukan agar umat lainnya dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan jauh dari suara bising akibat penggunaan pengeras suara ...