Syaikh Al-Albani dan Sikap Proporsional Majelis Tarjih
Syaikh Al-Albani dan Sikap Proporsional Majelis Tarjih Perdebatan tentang Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani akhir-akhir ini mengemuka. Sebagian pengkritiknya mempertanyakan kelayakannya menyandang gelar muhaddits karena dinilai menempuh jalur pendidikan secara mandiri. Sebaliknya, para pendukungnya mengakui kapasitas keilmuannya melalui karya-karya dan penilaian hadis yang dihasilkannya. Di tengah perdebatan tersebut, ada pertanyaan yang menarik diajukan, bagaimana Muhammadiyah, khususnya Majelis Tarjih dan Tajdid, memandang kontribusi ulama hadis asal Albania itu? Gambaran tentang posisi al-Albani diperoleh melalui penelusuran menggunakan ChatHPT, kecerdasan artifisial yang dikembangkan Majelis Tarjih dan Tajdid bersama Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Penelusuran terhadap dokumen dan fatwa Tarjih itu menghasilkan data menarik tentang bagaimana penilaian al-Albani digunakan, diterima, atau dalam kasus tertentu tidak diikuti. Data ini memberi pintu ma...