Postingan

Kalian semua sesat kecuali orang-orang yang Aku beri petunjuk

Kalian semua sesat kecuali orang-orang yang Aku beri petunjuk  Segala kuasa dan kekuatan berasal dari Tuhan semata.   Minggu ini kita akan memulai serangkaian artikel singkat tentang salah satu ucapan tradisional Nabi Muhammad, semoga Allah memujinya. Pada bagian kedua, kita akan fokus pada kebutuhan besar umat manusia akan Tuhan, sambil mengakui bahwa Tuhan tidak membutuhkan kita, doa kita, atau mengingat-Nya. Dia Maha Kuasa, Maha Perkasa. Namun, sebelum kita dapat memahami kebenaran yang tak salah ini, kita harus memahami sumber-sumber pengetahuan dalam Islam dan memahaminya. Pemahaman ini memungkinkan kita untuk membahas topik-topik yang luas dan penting secara komprehensif. Pengetahuan dalam Islam berasal dari Al-Quran dan dari tradisi otentik Nabi Muhammad, yang dikenal sebagai Sunnah.  Al-Quran, kadang-kadang disebut Al-Quran Suci atau Al-Quran Mulia, adalah kitab suci atau teks sakral agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Quran adalah firman Tuhan yang sebenarny...

JANGAN TUNGGU TUA !

JANGAN TUNGGU TUA ! AMALKAN DOA INI SEJAK MUDA Oleh : Syaikh Abdul Karim bin Abdillah Al-Khudhair Hafidzahullah Hisyam bin Urwah rahimahullah berkata :  كَانَ أَبِي يَجْمَعُ بَنِيهِ فَيَقُولُ: يَا بَنِيَّ تَعَلَّمُوا , فَإِنْ تَكُونُوا صِغَارَ قَوْمٍ , فَعَسَى أَنْ تَكُونُوا كِبَارَ آخَرِينَ , وَمَا أَقْبَحَ عَلَى شَيْخٍ يُسْأَلُ , لَيْسَ عِنْدَهُ عِلْمٌ. “Dahulu ayahku pernah mengumpulkan anak-anaknya lalu beliau berkata : “Wahai anak-anakku belajarlah, jika kalian saat ini menjadi anak-anak kecil dalam kaumnya, maka nanti kalian akan menjadi orang-orang yang dituakan dalam kaum yang lain. Dan betapa buruk ketika seorang yang dituakan ditanya sedangkan dia tidak memiliki ilmu.” (Diriwayatkan oleh Ad-Darimy) Oleh karena itu wahai saudaraku, mari kita manfaatkan usia yang yang masih kita miliki dan waktu luang untuk kita terus mempelajari dan memperdalam ilmu agama, dan mari kita ajak anak kita untuk terus belajar mendalami agama dimulai.

Orang-orang yang paling merugi perbuatannya

Orang-orang yang paling merugi perbuatannya Al-kahfi, ayat 103-106 {قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104) أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا (105) ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا (106) } Katakanlah, ' Apakah akan Kami beri tahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan  (kufur terhadap)  perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi  (amalan)  mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jah...

JANGAN DIAM DALAM MEMBANTAH AHLUL BID'AH

Gambar
Sumber video :  https://youtu.be/ Baca artikel : " Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad " JANGAN DIAM DALAM MEMBANTAH AHLUL BID'AH Oleh : Asy-Syaikh Al-Allamah Zaid bin Muhammad Al-Madkhali rahimahullah. Pertanyaan :  هل من منهج السلف السكوت على دعاة أهل البدع مراعاة لبعض المصالح ، وكذلك السكوت عن تبديع المبتدع والتحذير منه مراعاة للمصلحة ؟ Apakah termasuk manhaj salaf, membiarkan dai ahli bid'ah karena mempertimbangkan sebagian maslahat. Demikian juga mendiamkan membid’ahkan ahli bid'ah dan tidak mentahdzir dia karena pertimbangan kemaslahatan ? Jawaban : ليس من منهج السلف السكوت عن أهل البدع الداعين إليها مراعاة لبعض المصالح، وذلك لأن انتشار البدع في المجتمعات يفسد أهلها، ولا شك أن درء المفاسد مقدّم على جلب المصالح، كما لا يجوز السكوت عن ذكر المبتدع بما فيه؛ Bukan termasuk manhaj salaf membiarkan ahli bid'ah yang menyeru kepada kebid’ahan karena alasan sebagian maslahat-maslahat. Yang demikian itu karena tersebarnya bid'ah itu...

BILANGAN RAKAAT SHALAT TARAWIH

BILANGAN RAKAAT SHALAT TARAWIH  Pertanyaan :  Sungguh saya telah bertanya sebelumnya tentang masalah ini, dan saya mohon jawaban yang memuaskan. Karena jawaban (sebelumnya) saya merasa kurang puas. Pertanyaannya tentang (rakaat) shalat Tarawih. Apakah 11 rakaat atau 20 rakaat. Dalam sunnah dikatakan 11 rakaat dan syekh Al-Albany rahimahullah dalam kitab Al-Qiyam Wa Tarawih mengatakan 11 rakaat. Sebagian orang pergi ke masjid yang menunaikan shalat 11 rakaat, dan sebagian lainnya pergi ke masjid yang shalat 20 rakaat. Sehingga permasalahannya di sini (Amerika Serikat) menjadi sensitif. Orang yang shalat 11 (rakaat) mengejek orang yang shalat 20 (rakaat) begitu juga sebaliknya. Sehingga terjadilah fitnah. Bahkan di Masjidil Haram menunaikan shalat (Tarawih) 20 rakaat. Kenapa shalat di Majdil Haram dan Masjid Nabawi berbeda dengan sunnah. Kenapa shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilakukan sebanyak 20 rakaat?  Jawaban :  Alhamdulillah. Tidak ada masalah ...

MENGUNGKAP AJARAN SESAT TENTANG HAJI KE TARIM

KESESATAN PARA HABIB BA’ALWI DALAM MENJALANKAN RUKUN IBADAH HAJI: MENGUNGKAP AJARAN SESAT TENTANG HAJI KE TARIM Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya. Namun, di belakangan ini kita mendapati adanya klaim yang sangat kontroversial dari kelompok tertentu, yakni Habib Klan Ba’alawi, yang memperkenalkan ajaran sesat mengenai pelaksanaan ibadah haji. Mereka mengajukan konsep yang mengarahkan umat Islam untuk berhaji bukan ke Baitullah di Makkah, melainkan ke Tarim, Yaman, dengan dalih bahwa ziarah di sekitar makam yang mereka klaim sebagai Makam Nabi Hud atau ziarah makam orang yang dianggap wali dari klan mereka  di Yaman sudah cukup sebagai pengganti haji ke Makkah. Hal ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang sahih dan dapat membingungkan umat Islam yang kurang pemahaman.  Sebelum menyampaikan lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa referensi video yang mengungkap klaim-klaim tersebut dari Habib Klan...

Membedah Prinsip Ketaatan dalam Islam: Tidak Ada Ketaatan dalam Kemaksiatan

Video :  Nasihat dari Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili -Hafizhahullah. Membedah Prinsip Ketaatan dalam Islam: Tidak Ada Ketaatan dalam Kemaksiatan  Dalam tradisi Islam, ketaatan kepada penguasa atau pemimpin adalah topik penting yang sering disalahpahami.  Ulama Ahlu Sunnah di Masjidil Haram menegaskan bahwa kalangan Sunni tidak pernah mengharuskan ketaatan mutlak kepada pemimpin. Ada tuduhan bahwa salafi -yang mereka sebut sebagai madkhali, jahmiyah atau wahabi- mewajibkan ketaatan total kepada penguasa.  Tuduhan itu hanyalah upaya sebagian pihak untuk mengaburkan ajaran Islam dan memancing permusuhan. Para ulama sepakat bahwa Tha’ah kepada pemimpin bersifat kondisional dan tidak boleh berujung pada maksiat kepada Allah.  Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan prinsip ini. Beliau bersabda, “Tidak ada ketaatan (kepada makhluk mana pun) dalam maksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad)  Hadits ini menegaskan bahwa ketaatan dibenarkan selama perin...