Postingan

Kisah Haman Patih Firaun yang Membangun Menara untuk Melihat Tuhan

Gambar
Video ilustrasi : "Hati- hati Da'i Penyesat Umat" Baca artikel berikut : Hati-hati jangan salah pilih Ustadz Selektif dalam Menuntut Ilmu Agama jangan salah pilih Guru Dua perbedaan yang sangat mencolok, hati-hati memilih guru! Kisah Haman Patih Firaun yang Membangun Menara untuk Melihat Tuhan  Haman disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak 6 kali. Dalam kerajaan Fir'aun , Haman menempati beberapa posisi penting dan sebagai pelaksana proyek pembangunan menara sebagai tempat Firaun melihat Tuhan. Proyek ini melibatkan 50.000 pekerja, belum termasuk tukang untuk membuat kuil-kuil.  Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut Haman sebagai patih Raja Firaun yang mengatur rakyatnya dan yang menjalankan roda pemerintahan. Sebagian mufasir menyebut sebagai wazir, yakni penasihat atau menteri berkedudukan tinggi. Dia memiliki posisi sangat penting dalam pemerintahan Firaun dan menjadi salah satu pilar dalam pemerintahannya.  Firaun memerintahkan Haman membangun sebuah menara yang ti...

Nasihat Raja Salman kepada Wartawan tentang penyalahgunaan Istilah "Wahhabisme"

Sumber video :  https://youtu.be/nEvqpV9RkN4?si=V551iURJDNQ9otIL Nasihat Raja Salman kepada Wartawan tentang penyalahgunaan Istilah "Wahhabisme" dan Dakwah Sejati Syaikh Muḥammad bin ʿAbdul-Wahhāb (Rahimahullah)  Berikut adalah terjemahan poin-poin penting dari dokumen yang berisi nasihat Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan ayahnya, Raja Abdulaziz bin Saud, mengenai penggunaan istilah "Wahhabisme" dan hakikat dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab:  1. Bantahan Terhadap Istilah "Wahhabisme"  Raja Abdulaziz bin Saud menyatakan bahwa penyebutan "Wahhabi" terhadap mereka adalah kesalahan besar yang lahir dari propaganda palsu pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.  Beliau menegaskan: "Kami bukan pemilik mazhab baru atau akidah baru. Muhammad bin Abdul Wahhab tidak membawa sesuatu yang baru".  Raja Salman menambahkan bahwa istilah "Wahhabisme" sering digunakan oleh media modern untuk memberikan label negatif dan menggam...

Panduan Puasa Ramadan

Panduan Puasa Ramadan  Hukum puasa Ramadan  Allah Ta’ala berfirman,  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183)  Umat Islam telah bersepakat tentang wajibnya puasa Ramadan dan merupakan salah satu rukun Islam yang dapat diketahui dengan pasti merupakan bagian dari agama. Barang siapa yang mengingkari kewajiban puasa Ramadan maka dia kafir, keluar dari Islam.  Keutamaan puasa Ramadan  “Orang yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (Muttafaqun ‘alaihi)  Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam hadis Qudsi, “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (Muttafaqun...

APABILA HILAL TELAH TERLIHAT DI SUATU NEGERI, APAKAH WAJIB BAGI NEGERI LAINNYA MENGIKUTI NEGERI YANG TELAH MELIHAT HILAL TERSEBUT ?

APABILA HILAL TELAH TERLIHAT DI SUATU NEGERI, APAKAH WAJIB BAGI NEGERI LAINNYA MENGIKUTI NEGERI YANG TELAH MELIHAT HILAL TERSEBUT ? Ini adalah permasalahan yang sering ditanyakan dan sering diperdebatkan dalam banyak perbincangan, khususnya menjelang masuknya bulan Ramadhan, atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Ketahuilah, dalam masalah ini pun, para ulama kita berbeda pendapat/berselisih dengan perselisihan yang sangat banyak, hingga terbagi menjadi hampir delapan pendapat, seperti yang disebutkan oleh Syaikh Al-‘Allamah Shiddiq Hasan Khan rahimahullah dalam kitabnya Ar-Raudhatun Nadhiyyah (1/224).  Bahkan Al-Imam As-Syaukani rahimahullah telah menyusun sebuah risalah (kitab) khusus tentang permasalahan ini, yang beliau beri nama “Ithlaa’u Arbaabil Kamaali ‘alaa Maa Fii Risaalati Al-Jalaali fil Hilaali min Al-Ikhtilaali” Dan dari delapan pendapat tersebut di atas, yang paling kuat adalah tiga pendapat yang utama, berikut ini rinciannya:  PENDAPAT PERTAMA :  Mereka ...

MAKNA IMAN DAN “IHSTISAB” DALAM PUASA DAN QIYAM RAMADHAN

MAKNA IMAN DAN “IHSTISAB” DALAM PUASA DAN QIYAM RAMADHAN  Dari Abu Hurairah radhiya-Llahu ‘anhu, dari Nabi sa-Llahu ‘alaihi wa sallama bersabda:  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  [رواه البخاري ومسلم]  “Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu pasti diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang melakukan qiyam [di malam hari] Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka maka dosanya yang lalu pasti diampuni.” [Hr. Bukhari dan Muslim]  Menjelaskan hadits ini, al-Hâfidz Ibn Hajar menuturkan dalam kitabnya, Fath al-Bâri:  اَلْمُراَدُ بِالإِيْمَانِ: الاِعْتِقَادُ بِفَرْضِيَّةِ صَوْمِهِ. وَبِالاِحْتِسَابِ: طَلَبُ الثَّوَابِ مِنَ اللهِ تَعَالَى. وَقَالَ اَلْخَطَّابِيْ: اِحْتِسَابًا أَيْ: عَزِيْمَةً، وَهُوَ أَنْ يَص...

Menentukan Awal Ramadhan Dengan Hilal atau Hisab

Baca : " Arab Saudi menetapkan awal Ramadan menggunakan metode rukyatul hilal " Menentukan Awal Ramadhan Dengan Hilal atau Hisab  Menentukan awal ramadhan dilakukan dengan salah satu dari dua cara berikut:  Melihat hilal ramadhan.  Menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.  Melihat Hilal Ramadhan  Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,  فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ  ”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً ، فَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِينَ  ”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban, pen). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  pulu...

EVALUASI DIRI : HAMBA RAMADHAN ATAU HAMBA ALLAH?

EVALUASI DIRI : HAMBA RAMADHAN ATAU HAMBA ALLAH?  Jangan sampai kita hanya menjadi “hamba Ramadhan” yang rajin beribadah ketika bulan suci tiba, lalu kembali lalai setelah ia berlalu. Betapa banyak orang mengucapkan Alhamdulillah saat Idul Fitri, bukan karena siap melanjutkan hasil latihan Ramadhan, melainkan karena merasa terbebas dari rutinitas ibadah. Padahal, seorang mukmin sejati adalah hamba Allah sepanjang waktu, bukan hanya pada musim tertentu. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim: 1164). Dalam hadits qudsi, Allah ﷻ berfirman: قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya’.” (HR Bukhari: 1761 dan Muslim: 1946). Ra...