Postingan

Haramnya Isbal

Haramnya Isbal Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.. Amma Ba’du: Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat .   [Al-A’raf/7: 26] Maka pakaian adalah salah satu nikmat Allah yang agung kepada para hamba-hambaNya untuk menutup aurat, menjaga diri dari sengatan panas, dingin dan segala bencana. D...

ZAMAN YANG SEMAKIN MEMBURUK

ZAMAN YANG SEMAKIN MEMBURUK Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah datang kepada kalian suatu zaman, melainkan zaman setelahnya lebih buruk darinya, hingga kalian bertemu dengan Rabb kalian."  (HR. Al-Bukhari no. 7068, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) Sebaik apapun Pemimpinmu, tetap Saja Buruk Dimatamu !! Pemimpinmu adalah Cerminan dari perbuatanmu !! Jika pemimpinmu Buruk semua itu karena kualitas Rakyatnya yang juga semakin Buruk Mau pemimpin Baik dan Sholeh..??? Maka ... Perbaiki dirimu !!! Bapak Soeharto Rahimahullah .... Dan Hanya Beliau yang bertahan begitu lama memimpin Indonesia, Dizamannya Tidak ada yang berani menentang pemerintah, Berdemo atau mengkritik pemerintah terang²an, Rakyat Alhamdulillah hidup dengan Damai sejahtera tidak banyak tuntutan, Ekonomi berjalan dengan Baik, Negara² asing Segan tunduk dan hormat hingga beliau dijuluki Sebagai Bapak Pembangunan Indonesia Tapi Sebaik apapun beliau jadi pemimpin tetap saja Di hujat, D...

Jihad dengan Menasehati Penguasa yang Zalim

Jihad dengan Menasehati Penguasa yang Zalim “ Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim. ” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan ). Menasehati penguasa yang zalim dengan berani mengatakan kebenaran termasuk jihad bahkan semulia-mulianya jihad. Namun dengan catatan di sini, menasehati mereka adalah dengan cara baik, bukan dengan mengumbar aib mereka di hadapan khalayak ramai. Seutama-utamanya Jihad, Jihad Melawan Penguasa Zalim Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ “ Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa yang zalim. ” (HR. Abu Daud no. 4344, Tirmidzi no. 2174, Ibnu Majah no. 4011. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan ). Abu Daud Sulaiman bin Al Asy’ats As Sajistani membawakah ha...

Taat pada Pemimpin yang Zalim

Taat pada Pemimpin yang Zalim “ Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak) ”. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih) Islam lewat lisan Nabinya telah mengajarkan bagaimana kita bermuamalah dengan pemerintah atau penguasa. Sebagian kalangan bersikap keras sehingga mudah mengkafirkan. Sebagian lagi bersikap lembek. Sikap terbaik yang menjadi akidah seorang muslim adalah tetap menasehati penguasanya dengan baik tatkala mereka tergelincir. Penyampaian nasehat ini pula disalurkan dengan cara yang baik, bukan dengan menyebarkan aib mereka di depan umum. Juga prinsip penting dalam muamalah dengan penguasa adalah tetap mentaati mereka selama mereka masih muslim, walaupun mereka berbuat zholim. Berikut nasehat Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para ulama dalam hal ini. Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata “Ra...

Jangan Takut pada AI, Takutlah pada Kebodohan Manusia

Jangan Takut pada AI, Takutlah pada Kebodohan Manusia Tahun lalu, fisikawan teoretis terkenal Stephen Hawking berkelakar bahwa kecerdasan buatan adalah "hal terbaik atau terburuk yang pernah terjadi pada umat manusia." Dia tidak sendirian dalam sentimen itu. Untuk setiap pernyataan bahwa algoritma AI akan mengubah dunia menjadi lebih baik, tampaknya ada  argumen tandingan distopia  bahwa teknologi tersebut akan menghancurkan umat manusia. Pendukung pandangan terakhir sering menggunakan citra seperti Terminator untuk menekankan risiko yang akan segera ditimbulkan oleh penguasa robot super cerdas bagi umat manusia. Namun, pandangan ini hampir sama banyaknya dengan   Frankenstein karya Mary Shelley , yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1818. Perbedaan utamanya adalah bahwa ia menggantikan  monster Frankenstein   dengan robot yang diberdayakan oleh AI. Namun, sebagian besar skenario ini tidak tahan terhadap pengamatan lebih dekat. Mengapa...

Bolehkah Bertanya ke AI dalam Persoalan Keagamaan?

Bolehkah Bertanya ke AI dalam Persoalan Keagamaan? Bertanya tentang persoalan agama kepada artificial intelligence (AI) diperbolehkan selama teknologi tersebut diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti otoritas ulama. Pengguna juga dituntut memiliki etika, kemampuan memilah sumber, serta memahami batas-batas AI dalam menjawab persoalan keagamaan. Pandangan tersebut disampaikan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mukhlis Rahmanto dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (22/7) saat membahas pemanfaatan AI dalam mencari informasi keislaman. Mukhlis menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan pedoman ketika seseorang menghadapi persoalan yang tidak diketahuinya. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 7;   فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٧   ".....bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan apabila kamu tidak mengetahui" Menurutnya, frasa ahl al-dzikr secara eksplisit merujuk kepada manusia yang memili...

Mukjizat sabda Rasulullah, Iran tak pernah menang perang

Gambar
Mukjizat sabda Rasulullah, Iran tak pernah menang perang Iran, negara dengan penganut Syiah terbesar, tidak pernah tercatat dalam buku-buku sejarah manapun sebagai pemenang dalam sebuah peperangan. Ternyata hal ini telah dikabarkan kepada kita jauh-jauh hari oleh Rasulullah ﷺ melalui sabdanya. Rasulullah pernah menyampaikan bahwasanya tidak akan mungkin ada kemenangan utuh bagi Iran. Maka sampai saat ini, tidak ada peperangan manapun yang dipimpin oleh Iran. Terkait hal ini, da'i muda yang gencar membongkar kesesatan dan kekufuran Syiah, Ustadz Muhammad Abdurrahman Al Amiry, kembali menyampaikan pemikirannya kepada kaum Muslimin Indonesia mengenai peran Iran dalam menghancurkan kaum Muslimin. Da'i yang dikenal dengan sapaan Abu Umar Al Amiry ini juga menegaskan bahwa Iran berada dibalik orang-orang tertentu dalam menghancurkan kaum Muslimin Indonesia. Menurutnya, orang-orang itu memang belum terlihat oleh sebagian orang, namun orang-orang cerdas akan melihatnya. Bagaimana I...