Postingan

Ulil Abshar Abdalla: Sogokan Hasanah, Boleh!

Sumber video :  https://youtu.be/JzPP-Uafi Ulil Abshar Abdalla: Sogokan Hasanah, Boleh! ISU suap — atau dalam terminologi fiqh disebut risywah — selalu menjadi tema sensitif di ruang sosial-politik dan moral keagamaan. Dalam masyarakat yang religius seperti Indonesia, setiap praktik yang mengandung aroma suap selalu dikaitkan dengan dosa besar, ketidakadilan, dan kemerosotan moral. Namun, dalam perkembangan diskursus Islam kontemporer, muncul tafsir-tafsir baru yang mencoba menafsirkan ulang praktik suap dengan alasan tertentu, seperti “niat baik”, “hadiah”, atau bahkan “sogokan hasanah”. Ungkapan terakhir ini — “sogokan hasanah” — muncul secara satiris dan provokatif, terutama setelah beberapa tokoh intelektual Muslim mencoba memisahkan antara suap yang haram dengan “hadiah yang baik niatnya”. Salah satu nama yang kerap muncul dalam polemik semacam ini adalah Ulil Abshar Abdalla. Ia bukan tokoh sembarangan. Ulil adalah seorang intelektual Islam progresif, aktivis Jaringan Islam ...

Shalat Wanita di Masjid Ternyata Kalah Utama dengan Shalat Wanita di Rumahnya

Simak video berikut : Jema'ah bertanya : Hadis perempuan lebih baik shalat dirumah apakah boleh tidak dipakai ? Jawab UAS : Dengan membacakan beberapa hadis, " Cenderung boleh tidak memakai hadis shahih karena kalau tidak ada fitnah...?" Ini jawaban yang tidak relefan, karena inti pertanyaannya mana yang lebih baik shalat perempuan di rumah atau di masjid. Untuk jelasnya baca artikel di bawah ini..! Baca juga : Menurut Fatwa Tarjih Muhammadiyah [ Klik Disini ] Shalat Wanita di Masjid Ternyata Kalah Utama dengan Shalat Wanita di Rumahnya Manakah yang lebih baik, shalat wanita berjamaah di masjid ataukah shalat sendirian di rumah? "Jawabannya, shalat bagi wanita yang terbaik adalah di rumahnya". Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا “ Shalat seorang wanita di kamar khus...

Al-Qur’an Selalu Relevan : Melihat Sisi Temporal dan Universal

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكُمْۗ فَمَنْ شَاۤءَ فَلْيُؤْمِنْ وَّمَنْ شَاۤءَ فَلْيَكْفُرْۚ اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ وَاِنْ يَّسْتَغِيْثُوْا يُغَاثُوْا بِمَاۤءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِى الْوُجُوْهَۗ بِئْسَ الشَّرَابُۗ وَسَاۤءَتْ مُرْتَفَقًا ۝٢٩ Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Maka, siapa yang menghendaki (beriman), hendaklah dia beriman dan siapa yang menghendaki (kufur), biarlah dia kufur.” Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang-orang zalim yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (dengan meminta minum), mereka akan diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) seburuk-buruk minuman dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al-Kahfi. 29) Baca artikel berikut : STRATEGI GLOBAL PENGHANCURAN AJARAN ISLAM DI INDONESIA MELALUI ISLAM NUSANTARA NU : Apa yang Dimaksud dengan Islam Nusantara? Jual IsNU : Salah Promosi dan Salah Konsep Kajia...

Yang Tahu Kebenaran Hanya Allah?

Baca artikel berikut : STRATEGI GLOBAL PENGHANCURAN AJARAN ISLAM DI INDONESIA MELALUI ISLAM NUSANTARA NU : Apa yang Dimaksud dengan Islam Nusantara? Jual IsNU : Salah Promosi dan Salah Konsep Kajian : Pluralisme Agama, Fakta atau Gagasan ---o0o--- Yang Tahu Kebenaran Hanya Allah? Kalimat Racun: Yang Tahu Kebenaran Hanya Allah? Assalamualaikum ustadz…. ana mau menanyakan satu hal,, terkadang sebagian orang mengatakan bahwa suatu hukum itu hanyalah Allah yg berhak menentukan… Ambil contoh, seperti masalah halal-haram, sunnah-bid’ah, sah atau tidak dalam ibadah, dll… sehingga kita ga berhak menghukumi Mereka mengambil dalil: الحق من ربك فلا تكونن من الممترين… (Al-Baqarah: 147), Bgmn ini ustad? Mhn penjelasannya Jawaban: Wa alaikumus salam wa rahmatullah Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du, Dalam al-Quran, Allah memuji Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, إِنَّكَ لَعَلَى هُدًى مُسْتَقِيمٍ “Sesungguhnya kamu berada di atas petunjuk yang lurus.” (QS. a...

Kepatuhan Pada Hukum: Indahnya Ajaran Islam

Kepatuhan Pada Hukum : Indahnya Ajaran Islam Islam datang menegakkan kembali hukum dan keadilan. Jika pembesar berbuat curang, maka ia harus dihukum. Semua sama di depan hukum. Nabi SAW bersabda: “ jikalau seandainya Fatimah putriku mencuri, niscaya aku potong tangannya” (HR Bukhari-Muslim ). Rusaknya tatanan hukum, bila hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Tentu Fatimah az-Zahra tidak pernah mencuri. tapi pengandaian yang Nabi berikan itu menohok semua pihak. Nabi tidak akan melindungi keturunannya sendiri jikalau seandainya keturunan beliau, darah daging beliau, melakukan tindak kriminal. Bahkan dikisahkan dalam kitab Subul al-Salam, keadilan dan persamaan hukum itu juga berlaku tak pandang bulu. Inilah salah satu kisah yang menggetarkan bagaimana ajaran Islam berdiri kokoh menopang keadilan dan asas persamaan di depan hukum sejak seribu empat ratus tahun yang lalu. Suatu hari, Khalifah Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besinya yang jatuh dari untanya. Beliau melih...

Tafsir Surat Luqman Ayat 10 : Langit Tak Punya Tiang ?

Video ilustrasi : Debat panas Pst. Loding (mualaf) dengan Mikhana (Kristen) Tafsir Surat Luqman Ayat 10 :  Langit Tak Punya Tiang ? Penciptaan alam semesta termasuk langit yang terlihat tak bertiang adalah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Hanya orang-orang berilmu dan beriman yang meyakini bahwa segala sesuatu merupakan ciptaan Allah 'Azza wa Jalla. Pertanyaannya, benarkah langit tak punya tiang? Ketika memandang ke atas langit, kita mendapati lapisan langit yang tertutup oleh awan terlihat tanpa tiang penyangga. Al-Qur'an menegaskan, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita simak firman Allah dalam Surat Luqman Ayat 10 berikut tafsirnya: خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۗ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً ف...

Etika Terhadap Pemimpin

Etika Terhadap Pemimpin  Oleh : Sukahar Ahmad Syafi’i, Alumni PUTM Yogyakarta & Sekretaris Majelis Tarjih & Tajdid PDM Pati Jawa Tengah Kata pemimpin yang populer di lingkup kehidupan masyarakat dan berbangsa, bisa diartikan sebagai seorang atau sekelompok orang yang mendapat kekuasaan secara sah untuk mengatur masyarakat, organisasi hingga negara. Dalam Islam, pemimpin lebih familiar dengan sebutan ulil amri atau imam, dimana penulis tidak akan berpanjang kalam membahasnya, namun lebih spesifik pada sisi etika kita sebagai anggota atau rakyat terhadap pemimpin kita, baik etika dalam ketaatan hingga dalam memberi nasehat atau kritik. Coba kita simak hadits yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal :  حَدَّثَنَا ابْنُ لُهِيعَةَ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَمْسٌ مَنْ فَعَلَ وَاحِدَةً مِنْهُنَّ كَانَ ضَامِنًا عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ عَادَ مَرِيضً...