Postingan

Hukum Buzzer dalam Islam

Intermezzooo..!? Baca artikel :  Benarkah Al Bukhari telah mentakwil sifat wajah dengan kerajaan, dan sifat tertawa dengan rahmat? Oleh karena terlalu hebat nahwu sharaf Ust. Adi Hidayat " buzzer di artikan mubazir ? ", simak video berikut ; ---o0o--- Hukum Buzzer dalam Islam Di zaman ini, media sosial penuh dengan hal-hal yang bisa mengarahkan manusia kepada kebaikan sekaligus keburukan. Dalam perkembangannya, media sosial dijadikan sebagai tempat untuk mendapatkan uang. Baik dengan cara yang halal, seperti dilakukan oleh para pedagang. Atau yang haram, seperti perbuatan menyebarkan aib orang lain yang dilakukan oleh buzzer . Dilansir oleh detik, buzzer adalah orang yang memanfaatkan akun sosial media miliknya guna menyebarluaskan informasi atau melakukan suatu promosi maupun iklan dari suatu produk atau jasa pada perusahaan atau instansi. Tugas mereka adalah menginformasikan, mengkampanyekan sebuah informasi secara berulang untuk menimbulkan ‘kebisingan’ di tengah audien...

Apa Benar Nabi Isa Disalib?

Gambar
Iman Kristiani : Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ”Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (  Galitia 3:13  ) Simak video diskusi lintas agama atau debat Islam Kristen dengan Pst. Loding (klik disini) Apa Benar Nabi Isa Disalib? Apakah benar Nabi Isa yang mati di tiang salib? Bagaimana keyakinan Islam tentang hal ini? Yang mati di tiang salib bukanlah Nabi Isa ‘alaihis salam , namun orang yang diserupakan dengannya. Sedangkan Nabi Isa sendri diangkat ke sisi Allah. Seperti yang disebutkan dalam ayat, وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (156) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (157) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِ...

BEDAH BUKU ALBANI: Di antara Forum Ilmiah dan Majlis Mutanajis

Gambar
BEDAH BUKU ALBANI: Di antara Forum Ilmiah dan Majlis Mutanajis  Oleh : FAISAL RAHMAT  Dalam khazanah fikih Islam, kita mengenal istilah mutanajis—sebuah terminologi hukum yang sangat populer dan mendominasi diskursus di kalangan madzhab Syafi'iyyah.  Istilah ini merujuk pada status benda yang sejatinya suci mensucikan, namun berubah menjadi tidak suci karena terkontaminasi barang najis. Air sumur yang jernih, misalnya, seketika kehilangan fungsi ritualnya untuk berwudu begitu ada kotoran yang mencebur ke dalamnya. Airnya tidak bisa disalahkan, namun interaksi eksternal dari luar itulah yang merusak kesuciannya.  Logika fikih Syafi'iyyah ini mendadak melintas di kepala saat menyaksikan peluncuran dan bedah buku terbaru karya Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang berjudul "Syaikh Albani di Antara Muhaddits dan Bahitsul Hadits", kemaren, Sabtu, 3 Oktober 2026 di UPI. Judulnya mentereng, seolah-olah ingin menimbang posisi akademis seorang ulama besar.  Namun, jika kita meni...

Metode Dakwah kepada Orang Kafir

Video ilustrasi : Beda Ust. Adi Hidayat dengan Pastor Loding Dakwah Ust. Adi Hidayat : Menyenangkan dan memantapkan iman orang Kristen teehadap kitab Injilnya Dakwah Pst. Loding : Menggoyahkan iman orang Kristen terhadap kebenaran kitab Injilnya. Refreshing Iman Kristen sama Pst. Loding. Simak video, klik : https://www.facebook.com/share/v/1EVZin7W8p/ Pastor Loding J.M.C. (nama asli Muhammad Sa'ad Al Jupri ) adalah seorang tokoh dan apologet Islam di Indonesia yang sering terlibat dalam diskusi lintas iman dan perbandingan agama antara Islam dan Kekristenan. Profil Singkat • Nama Asli: Muhammad Sa'ad Al Jupri • Latar Belakang: Dikenal sebagai mantan anggota Jama'ah Tabligh yang kemudian aktif menjadi seorang apologet Islam. • Aktivitas Utama: Aktif melakukan dialog antar iman, diskusi teologis, dan bedah konsep ajaran yang sering dibagikan melalui kanal YouTube Pst Loding JMC serta berbagai platform media sosial lainnya. Ikuti Channel Pastor Loding J.M.C. https://yout...

MENGENAL KESESATAN TAREQAT SUFI NAQSABANDIYAH

Gambar
Abdul Shomad adalah pembawa angin segar Sufi Tasawuf Di Indonesia dengan Berbaiat kepada TAREQAT NAQSABANDIYAH  MENGENAL KESESATAN TAREQAT SUFI NAQSABANDIYAH  Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang memiliki cukup banyak pengikutnya di indonesia. Naqsyabandiyah sendiri berasal dari kata ’Naqsyaband’ yang merupakan gelar pendirinya yaitu Syah Naqsyaband. Sementara tambahan –yah, merupakan ya nisbah, yang berarti pengikut.Jadi  makna Naqsyabandiyah berarti pengikut Syah Naqsyaband.  Setiap tarekat sufi, memiliki ritual dan aqidah tertentu, yang membedakan antara satu tarekat dengan tarekat lainnya. Tak terkecuali tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat ini memiliki ritual khusus dalam peribadahan maupun aqidah yang membedakannya dengan tarekat lainnya.  Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah  Tarekat ini pertama kali muncul pada abad 14 M di Turkistan. Pencetusnya bernama Muhammad bin Muhammad Baha’udin al-Bukhari, yang kemudian mendapatkan gelar Syah Naqsyaban...

Hinanya Hati yang Keras

HINANYA HATI YANG KERAS Oleh : Ustadz Said Yai Ardiansyah Lc, M.A أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb- nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allâh. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata . [az-Zumar/39:22] Ringkasan Tafsir [1] “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allâh hatinya untuk (menerima) agama Islam” , yaitu dengan dipermudah untuk mengenal-Nya, bertau h id kepada-Nya, taat akan perintah-Nya dan menjadi bertambah semangat untuk mengerjakan ajaran Islam. Dan ini adalah pertanda yang baik bagi seseorang. “Lalu ia mendapat cahaya dari Rabb -nya” , yaitu cahaya kebenaran yang membuat hatinya bertambah yakin.  Apakah mereka itu sama de...