Postingan

Mengapa di Muhammadiyah tidak Mengenal Habib?

Mengapa di Muhammadiyah tidak Mengenal Habib? Muhammadiyah merupakan salah satu ormas Islam terbesar kedua di Indonesia setelah Nahdlatul Ulama. Organisasi ini didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada tahun 1912, tiga belas tahun lebih awal dari berdirinya Nahdlatul Ulama. Sejak awal berdirinya, organisasi ini memusatkan diri pada gerakan pemurnian ajaran Islam dibarengi dengan gerangan sosial keagamaan yang berorientasi pada pengembangan sistem pendidikan modern dan bergerak di bidang sosial-kesehatan. Itulah kenapa Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi yang paling maju dalam mengembangkan pendidikan dan kesehatan. Model pemurnian ajaran Islam di Muhammadiyah bertitik tolak pada banyaknya praktik keagamaan kala itu yang dianggap tidak mengindahkan syariat Islam dan banyak praktik-praktik takhayul dan bi’dah yang dianggap bertentangan dengan Islam. Sehingga mereka merasa berkewajiban memberangus segala bentuk takhayul di masyarakat dan berbagai model praktik bid’ah. ...

10 Persamaan Antara Houtsi dan Tarekat Sufi Ekstrim

Gambar
10 Persamaan Antara Houtsi dan Tarekat Sufi Ekstrim Oleh : Dr. Saad Al-Nuzaili. University of the Holy Quran and Islamic Sciences Khartoum, Sudan. Meskipun gerakan Houtsi dan tarekat Sufi ekstrim tampak berbeda dalam asal usul doktrin dan afiliasi intelektualnya, tetapi terungkap kesamaan signifikan yang perlu dipelajari dan dikritik saat meneliti beberapa kepercayaan dan praktik mereka. Kesamaan ini terutama terlihat dalam penghormatan terhadap individu, melebih-lebihkan tokoh agamanya, melebih-lebihkan garis keturunan, kepercayaan yang berkaitan dengan orang mati dan tempat suci, serta praktik keagamaan yang tidak berdasarkan dalil yang kuat. Pertama: Ekstremisme Mengenai Garis Keturunan dan Silsilah Salah satu ciri paling menonjol dari ideologi Houtsi adalah menghubungkan hak kepemimpinan dan otoritas dengan kepemilikan garis keturunan tertentu, dan memberikan hak istimewa agama dan politik kepada afiliasi dengan keluarga Nabi ( Ahli Bait ). Sehingga mengangkat garis keturuna...

Haram Hukumnya Menyamakan Allah dengan Makhluk-Nya

Haram Hukumnya Menyamakan Allah dengan Makhluk-Nya Sepanjang perjalan sejarah pemikiran Islam memang ada beberapa aliran yang menyamakan antara sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhluk-Nya, seperti halnya aliran Musyabbihah (antropomorfisme). Pendeknya, aliran pemikiran ini sesuai dengan namanya ( Musyabbihah ), yakni menyamakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat manusia (makhluk). Ada pula aliran Mujassimah (korporalisme) yang beranggapan bahwa Allah berjisim (bertubuh) seperti halnya manusia (Ahmad Azhar Basyir, Refleksi atas Persoalan Keislaman: Seputar Filsafat, Hukum, Politik dan Ekonomi , hal. 27). Aliran-aliran tersebut jelas salah karena para penganut aliran ini menyamakan antara Allah dan makhluk-Nya. Oleh karenanya untuk mendudukkan permasalahan ini, terlebih dahulu pemahaman yang mesti dibangun sebelumnya adalah pemahaman tentang konsep tauhid yang membicarakan tentang sifat Allah dan nama-nama-Nya ( Tauhid al-Asma’ wa al-Shifat ).  Dalam konsep Tauhid al-Asma’...

4 Fakta Kota Lod, Tempat Nabi Isa Membunuh Dajjal Jelang Kiamat

4 Fakta Kota Lod, Tempat Nabi Isa Membunuh Dajjal Jelang Kiamat Salah satu tempat penting dalam khazanah Islam ialah kota Lod. Pasalnya tempat ini disebut-sebut sebagai tempat Nabi Isa AS membunuh Dajjal. Sebagaimana kita ketahui, munculnya makhluk terkutuk ini terkait dengan hari akhir, sebagai salah satu tanda kiamat. Lod sebagai tempat terbunuhnya Dajjal banyak hadis Rasulullah SAW yang menginformasikannya. Salah satunya hadis yang diriwayatkan dari Mujami bin Jariyah al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Isa bin Maryam akan membunuh Dajjal di Bab Lud (Gerbang Lod).” (HR Ahmad, Turmudzi, dan Nu’aim bin Hamad). Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda “Lalu, turunlah Isa bin Maryam di menara putih di bagian timur Damaskus. Isa menemukan Dajjal di Pintu Lod, kemudian membunuhnya.” (HR. Abu Daud) Penasaran dengan lokasi terbunuhnya Dajjal? Berikut ulasan lengkap tentang fakta-fakta kota Lod. 1.  Sebuah Gerbang Gerbang Lod merupakan sebuah kota yang terletak...

Apakah Bid‘ah Hasanah Itu Ada? Begini Pandangan Muhammadiyah

Apakah Bid‘ah Hasanah Itu Ada? Begini Pandangan Muhammadiyah Dalam sejarah perkembangan Islam, istilah bid‘ah selalu menjadi perbincangan yang hangat. Sebagian kalangan menganggap bid‘ah terbagi dua: ada yang terpuji ( hasanah ) dan ada yang tercela ( sayyi’ah ). Namun, tidak sedikit pula ulama yang menolak pembagian ini dan menyatakan bahwa semua bid‘ah dalam urusan agama adalah kesesatan. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan Muhammadiyah? Secara bahasa, kata bid‘ah berasal dari akar kata بَدَعَ – يَبْدَعُ – بَدْعًا ( bada‘a – yabda‘u – bad‘an ) yang berarti mengadakan sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya. Dalam Al-Qur’an, kata ini muncul dalam sifat Allah, misalnya: بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ “Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan tanpa contoh sebelumnya.” (QS. al-Baqarah [2]:117). Adapun dalam istilah syarak, bid‘ah berarti suatu cara baru dalam perkara agama yang menyerupai syariat, dilakukan dengan maksud beribadah atau mencari pahala, padah...

Mengapa di Muhammadiyah tidak Mengenal Habib?

Apakah Muhammadiyah Tak Punya Wali? Tak ada makam keramat atau kisah kesaktian dalam Muhammadiyah. Namun di balik kesederhanaannya, justru tersembunyi bentuk kewalian yang membumi-iman yang rasional, kerja yang sosial, dan tauhid yang memerdekakan. Oleh :  Dr. Aji Damanuri, M.E.I., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung, Dekan FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Di banyak ruang keagamaan Nusantara, kisah tentang kewalian dan karamah adalah narasi yang hidup, bahkan menggairahkan. Tokoh-tokoh yang dianggap wali—karena kesalehan, kealiman, atau keajaiban spiritualnya—menjadi poros ziarah, sumber berkah, bahkan penafsir realitas. Ada yang diyakini bisa berada di dua tempat sekaligus, mengetahui hal-hal gaib, atau memiliki pengaruh luar biasa pada semesta. Dalam masyarakat seperti ini, wajar jika seseorang yang menonjol dalam dakwah atau amal sering kali ditokohkan sebagai “orang suci”. Namun, pemandangan seperti itu nyaris tidak pernah ...

Kisah Islamnya Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari

Kisah Islamnya Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari Dari Abdullah bin Ash-Shamit, ia mengatakan bahwa Abu Dzar menuturkan, “Kami keluar dari kaum kami (Ghifar), dan mereka menghalalkan bulan suci. Aku keluar bersama adikku, Unais, dan ibu kami. Kami singgah di rumah paman kami (dari pihak ibu). Paman memuliakan kami dan berbuat baik kepada kami, sehingga kaumnya iri hati terhadap kami. Kata mereka, ‘Jika kamu pergi meninggalkan keluargamu, maka Unais memimpin mereka.’ Kemudian pamanku datang lalu menyampaikan kepada kami apa yang dikatakan kepadanya. Mendengar hal itu kami mengatakan, ‘Kebaikan yang anda perbuat selama ini telah anda cemari. Kami tidak bisa meneruskan hubungan lagi denganmu. Kemudian kami mendekati sekawanan unta kami dan kami menungganginya. Sedangkan paman kami menutup wajahnya dengan pakaiannya sambil menangis. Kami pun pergi sehingga kami tiba di gerbang kota Mekkah. Unais membangga-banggakan sekawanan unta kami dibandingkan unta lainnya. Keduanya lalu pergi kepada seoran...