Postingan

Fakta Yang Banyak Disalahpahami Tentang Arab Saudi

Sumber :  https://fb.watch/h3GHiN2wQP/ Fakta Yang Banyak Disalahpahami Tentang Arab Saudi  Minimnya informasi tentang Arab Saudi dan kurangnya warga dunia mengakses informasi langsung dari sumbernya di Arab Saudi, membuat sebagian orang salah paham. Bahkan media pun lebih sering mengutip berita dari media di luar Saudi daripada sumber resmi dan lokal di Saudi.  Berikut beberapa fakta yang kerap disalahpahami dan diframing oleh media tentang Arab Saudi.  Perayaan dan Budaya Non Islam di Arab Saudi   Warga negara Arab Saudi merupakan pemeluk agama Islam yang sejak kecil telah dididik dengan akidah dan syariat Islam. Pada perkembangannya sebagian warganya teracuni pengaruh paham di luar Islam.  Meskipun demikian, Undang Undang Kerajaan Arab Saudi adalah Al-Quran dan As-Sunnah; dulu, sekarang dan akan datang, sebagaimana yang ditegaskan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman:  Tidak dapat dipungkiri akan selalu terjadi pelanggaran yang menyelisihi Undang-U...

Benarkah Rasulullah Ada Dimana-Mana?

Benarkah Rasulullah Ada Dimana-Mana?  Pertanyaan:  Benarkah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam saat ini ada dimana-mana? Lalu apakah beliau mengetahui perkara gaib?  Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Baz -rahimahullah- menjawab:  Tentunya kita semua tahu baik secara logika maupun berdasarkan dalil-dalil bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak berada dimana-mana. Yang benar jasad beliau saat ini berada di makamnya yaitu di kota Madinah Al Munawwarah. Sedangkan ruh beliau ada di Rafiqul A’laa, yaitu di surga. Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits shahih, yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ketika menjelang wafatnya:  اللهم في الرفيق الأعلى  “Ya Allah, di Rafiqul A’la.”  (Al Bukhari di bab Al Jumu’ah (850), juga di Sunan At Tirmidzi bab Ad Da’awat (3496), di Sunan An Nasa’i bab Al Jana’iz (1830), Sunan Ibnu Majah bab Maa Ja’a Fil Jana’iz (1619), di Musnad Ahmad bin Hambal (6/200), di Muwatha Malik bab Jana’iz (562))...

Kalian semua sesat kecuali orang-orang yang Aku beri petunjuk

Kalian semua sesat kecuali orang-orang yang Aku beri petunjuk  Segala kuasa dan kekuatan berasal dari Tuhan semata.   Minggu ini kita akan memulai serangkaian artikel singkat tentang salah satu ucapan tradisional Nabi Muhammad, semoga Allah memujinya. Pada bagian kedua, kita akan fokus pada kebutuhan besar umat manusia akan Tuhan, sambil mengakui bahwa Tuhan tidak membutuhkan kita, doa kita, atau mengingat-Nya. Dia Maha Kuasa, Maha Perkasa. Namun, sebelum kita dapat memahami kebenaran yang tak salah ini, kita harus memahami sumber-sumber pengetahuan dalam Islam dan memahaminya. Pemahaman ini memungkinkan kita untuk membahas topik-topik yang luas dan penting secara komprehensif. Pengetahuan dalam Islam berasal dari Al-Quran dan dari tradisi otentik Nabi Muhammad, yang dikenal sebagai Sunnah.  Al-Quran, kadang-kadang disebut Al-Quran Suci atau Al-Quran Mulia, adalah kitab suci atau teks sakral agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Quran adalah firman Tuhan yang sebenarny...

JANGAN TUNGGU TUA !

JANGAN TUNGGU TUA ! AMALKAN DOA INI SEJAK MUDA Oleh : Syaikh Abdul Karim bin Abdillah Al-Khudhair Hafidzahullah Hisyam bin Urwah rahimahullah berkata :  كَانَ أَبِي يَجْمَعُ بَنِيهِ فَيَقُولُ: يَا بَنِيَّ تَعَلَّمُوا , فَإِنْ تَكُونُوا صِغَارَ قَوْمٍ , فَعَسَى أَنْ تَكُونُوا كِبَارَ آخَرِينَ , وَمَا أَقْبَحَ عَلَى شَيْخٍ يُسْأَلُ , لَيْسَ عِنْدَهُ عِلْمٌ. “Dahulu ayahku pernah mengumpulkan anak-anaknya lalu beliau berkata : “Wahai anak-anakku belajarlah, jika kalian saat ini menjadi anak-anak kecil dalam kaumnya, maka nanti kalian akan menjadi orang-orang yang dituakan dalam kaum yang lain. Dan betapa buruk ketika seorang yang dituakan ditanya sedangkan dia tidak memiliki ilmu.” (Diriwayatkan oleh Ad-Darimy) Oleh karena itu wahai saudaraku, mari kita manfaatkan usia yang yang masih kita miliki dan waktu luang untuk kita terus mempelajari dan memperdalam ilmu agama, dan mari kita ajak anak kita untuk terus belajar mendalami agama dimulai.

Orang-orang yang paling merugi perbuatannya

Orang-orang yang paling merugi perbuatannya Al-kahfi, ayat 103-106 {قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا (103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (104) أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا (105) ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا (106) } Katakanlah, ' Apakah akan Kami beri tahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan  (kufur terhadap)  perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi  (amalan)  mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jah...

JANGAN DIAM DALAM MEMBANTAH AHLUL BID'AH

Gambar
JANGAN DIAM DALAM MEMBANTAH AHLUL BID'AH Oleh : Asy-Syaikh Al-Allamah Zaid bin Muhammad Al-Madkhali rahimahullah. Pertanyaan :  هل من منهج السلف السكوت على دعاة أهل البدع مراعاة لبعض المصالح ، وكذلك السكوت عن تبديع المبتدع والتحذير منه مراعاة للمصلحة ؟ Apakah termasuk manhaj salaf, membiarkan dai ahli bid'ah karena mempertimbangkan sebagian maslahat. Demikian juga mendiamkan membid’ahkan ahli bid'ah dan tidak mentahdzir dia karena pertimbangan kemaslahatan ? Jawaban : ليس من منهج السلف السكوت عن أهل البدع الداعين إليها مراعاة لبعض المصالح، وذلك لأن انتشار البدع في المجتمعات يفسد أهلها، ولا شك أن درء المفاسد مقدّم على جلب المصالح، كما لا يجوز السكوت عن ذكر المبتدع بما فيه؛ Bukan termasuk manhaj salaf membiarkan ahli bid'ah yang menyeru kepada kebid’ahan karena alasan sebagian maslahat-maslahat. Yang demikian itu karena tersebarnya bid'ah itu di masyarakat akan merusak penduduknya. Dan tidak ragu lagi kalau mencegah kerusakan itu didahulukan daripada meraih maslahat. ...

BILANGAN RAKAAT SHALAT TARAWIH

BILANGAN RAKAAT SHALAT TARAWIH  Pertanyaan :  Sungguh saya telah bertanya sebelumnya tentang masalah ini, dan saya mohon jawaban yang memuaskan. Karena jawaban (sebelumnya) saya merasa kurang puas. Pertanyaannya tentang (rakaat) shalat Tarawih. Apakah 11 rakaat atau 20 rakaat. Dalam sunnah dikatakan 11 rakaat dan syekh Al-Albany rahimahullah dalam kitab Al-Qiyam Wa Tarawih mengatakan 11 rakaat. Sebagian orang pergi ke masjid yang menunaikan shalat 11 rakaat, dan sebagian lainnya pergi ke masjid yang shalat 20 rakaat. Sehingga permasalahannya di sini (Amerika Serikat) menjadi sensitif. Orang yang shalat 11 (rakaat) mengejek orang yang shalat 20 (rakaat) begitu juga sebaliknya. Sehingga terjadilah fitnah. Bahkan di Masjidil Haram menunaikan shalat (Tarawih) 20 rakaat. Kenapa shalat di Majdil Haram dan Masjid Nabawi berbeda dengan sunnah. Kenapa shalat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dilakukan sebanyak 20 rakaat?  Jawaban :  Alhamdulillah. Tidak ada masalah ...