Postingan

Indonesia Harus Tiru Arab Saudi: Jadikan Syi'ah Sebagai Ancaman Keamanan Nasional.

Gambar
Indonesia Harus Tiru Arab Saudi: Jadikan Syi'ah Sebagai Ancaman Keamanan Nasional. Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Di tengah penguatan kerja sama bilateral, ada satu pelajaran penting yang harus dipetik Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi: ketegasan dalam menjaga akidah dan stabilitas keamanan negara dari ancaman paham Syi'ah. Selama puluhan tahun, Arab Saudi memahami dengan sangat baik bahwa Syi'ah bukan sekadar perbedaan mazhab biasa. Syi'ah adalah gerakan ideologi politik transnasional yang memiliki agenda kekuasaan, yang sangat berbahaya bagi keutuhan sebuah negara bangsa. Indonesia harus membuka mata dan belajar dari pengalaman Saudi. 1. Mengapa Arab Saudi Tegas Terhadap Syi'ah? Arab Saudi sebagai penjaga dua kota suci, Haramain, menyadari bahwa infiltrasi paham Syi'ah selalu diawali dengan isu toleransi dan cinta Ahlul Bait, namun berakhir pada ...

Permusuhan Umat Kristen Terhadap Yahudi dalam Sejarah Abad Pertengahan

Permusuhan Umat Kristen Terhadap Yahudi dalam Sejarah Abad Pertengahan Dalam sejarah Abad Pertengahan, orang-orang Yahudi telah menerima prasangka dan permusuhan dari umat Kristen Eropa. Hal itu karena umat Kristen mula-mula menyatakan bahwa Yesus Kristus dan para pengikutnya dianiaya oleh orang-orang Yahudi. Alasan tersebut kemudian menjadi pembenaran umat Kristen Eropa untuk mengusir orang-orang Yahudi di banyak wilayah Eropa. Orang-orang Yahudi telah mengalami banyak pengusiran di seluruh wilayah Eropa dalam sejarah Abad Pertengahan. Alasan itu juga yang menjadi pembenaran atas penganiayaan dan pembunuhan terhadap orang-orang Yahudi oleh orang-orang Kristen dalam sejarah Abad Pertengahan. Permusuhan dan pengusiran tersebut sebenarnya juga terus berlanjut setelahnya, bahkan hingga saat ini. Menurut catatan World History Encyclopedia, Injil menjelaskan persidangan dan penyaliban Yesus dari Nazaret. Yesus disebutkan dianiaya dan mati karena perbedaan agama dengan para pemimpin Yahu...

Persamaan dan Perbedaan Antara Yudaisme dan Islam

Baca artikel : Urutan Sejarah Bani Israil dalam Al-Quran Persamaan dan Perbedaan Antara Yudaisme dan Islam Yudaisme dan Islam adalah agama monoteistik yang memiliki banyak kesamaan. Keduanya mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan dan bahwa manusia adalah makhluk tertinggi di bumi, yang mampu melakukan kebaikan dan kejahatan. Di sini, kita akan mengeksplorasi kesamaan utama antara Islam dan Yudaisme, menunjukkan bahwa keduanya tidak berbeda seperti yang mungkin dipikirkan sebagian orang. 9 Kesamaan Mengejutkan Antara Islam dan Yudaisme Dengan memahami nilai-nilai bersama ini, kita dapat lebih menghargai hubungan yang kuat antara kedua agama ini dan mengurangi kesalahpahaman. 1. Monoteisme Agama Yahudi ; Tuhan disebut sebagai Yahweh atau Hashem. Agama Islam ; Tuhan disebut Allah 2. Para Nabi Agama Yahudi ; Mengakui Abraham (Ibrahim), Musa (Musa), dan Nuh (Nuh) sebagai utusan Tuhan Agama Islam ; Meyakini semua nabi yang sama, dan Musa adalah nabi yang paling sering disebut da...

Urutan Sejarah Bani Israil dalam Al-Quran

Gambar
Urutan Sejarah Bani Israil dalam Al-Quran Sebelum membahas mengenai Bani Israil, kita dapat kembali pada Kisah Nabi Ibrahim as sebagai moyang dari tiga agama samawi: Yahudi, Kristen, dan Islam. Nabi Ibrahim hidup di Kanaan , yang sekarang masuk di daerah Hebron.  Peta Kanaan pada abad ke-12 SM.  (Sumber foto : Wikipedia  ) Putra pertamanya bernama Ismail as yang sejak awal sudah berada di Mekah, menjadi leluhur dari Bangsa Arab. Karena Bangsa Arab yang asli sudah punah seperti Tsamud, maka Bangsa Arab yang menjadi keturunan Ismail dinamakan Arab Musta’ribah. Dari Nabi Ismail inilah kemudian anak cucunya melahirkan Suku Quraisy yang menjadi suku dari Nabi Muhammad saw. Putra kedua Nabi Ibrahim adalah Nabi Ishaq as yang tinggal di Kanaan. Menurut pandangan orang-orang Yahudi, hanya Nabi Ishaq satu-satunya anak Nabi Ibrahim. Nabi Ishaq kemudian mempunyai putra yakni Nabi Ya’qub as yang juga tinggal di Kan’aan. Nabi Ya’qub memiliki julukan Israil, yang merupakan nenek moyang...

Nabi yang Lembut dan Kisahnya Bersama Yahudi

Simak video : "Nabi yang Lembut dan Kisahnya Bersama Yahudi" oleh Ust. Khalid Basalamah berikut. Nabi yang Lembut dan Kisahnya Bersama Yahudi Ini bukti salah satu kisah Nabi yang begitu lembut, termasuk dengan Yahudi Ketika Rasulullah Saw duduk bersama para sahabatnya, seorang pendeta Yahudi bernama Zaid bin Sa’nah masuk menerobos shaf, lalu menarik kerah baju Rasul dengan keras seraya berkata kasar, “Bayar utangmu, wahai Muhammad, sesungguhnya turunan Bani Hasyim adalah orang-orang yang selalu mengulur-ulur pembayaran utang.”  Umar bin Khattab ra langsung berdiri dan menghunus pedangnya. “Wahai Rasulullah, izinkan aku menebas batang lehernya.” Rasulullah SAW berkata, “Bukan berperilaku kasar seperti itu aku menyerumu. Aku dan Yahudi ini membutuhkan perilaku lembut. Perintahkan kepadanya agar menagih utang dengan sopan dan anjurkan kepadaku agar membayar utang dengan baik.”  Tiba-tiba pendeta Yahudi berkata, “Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak, aku datang kepadamu b...

Hukum Zikir Bersama dengan Mengeraskan Suara

Hukum Zikir Bersama dengan Mengeraskan Suara Mengenai zikir bersama (berjama’ah) dengan mengeraskan suara, apalagi disiarkan oleh TV, hal itu menjadi perselisihan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama memakruhkan bahkan mengharamkan zikir yang cara pelaksanaannya seperti itu. Alasannya, berlawanan dengan isi firman Allah SWT dalam surat al-A’raf ayat 205 dan Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Musa r.a., serta tidak pernah dilakukan Rasulullah saw, di samping juga mengganggu konsentrasi orang yang sedang salat misalnya. Dalam surat al-A’raf ayat 205, Allah SWT berfirman: Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [QS. al-A’raf (7): 205]. Di dalam Hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Musa r.a., Rasulullah saw bersabda: ” Hai manusia, kecilkan suaramu, sebab kamu tidak menyeru kepada orang yang tuli da jauh, melainkan ka...

Mu’amalah dan Menggunakan Produk Orang Kafir

Baca berita terkait, klik disini Mu’amalah dan Menggunakan Produk Orang Kafir Setelah kita mengetahui berbagai macam bentuk loyal di atas, maka ketahuilah bahwa tidak loyal (wala’) pada orang kafir bukan berarti kita boleh berbuat baik dan berlaku adil kepada mereka. Ingatlah bahwa loyal dan berbuat baik adalah dua hal yang berbeda, begitu pula berlaku adil dan berkasih sayang. Allah memerintahkan kita berbuat baik dan berlaku adil pada orang kafir selama mereka tidak memerangi kaum muslimin. Wahai saudaraku … Semoga engkau dapat memperhatikan firman Allah Ta’ala berikut ini. لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ  “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adi...