Postingan

Ahlus Sunnah Menyuruh yang Ma’ruf dan Mencegah yang Munkar Sesuai Syari’at

AHLUS SUNNAH MENYURUH YANG MA’RUF DAN MENCEGAH YANG MUNKAR MENURUT KETENTUAN SYARI’AT Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حَفِظَهُ الله تَعَالَى Definisi ma’ruf menurut penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yaitu suatu nama yang mencakup apa-apa yang dicintai Allah dari iman dan amal shalih. Adapun munkar yaitu, suatu nama yang mencakup bagi setiap apa-apa yang tidak disukai Allah dan yang dilarang-Nya.[1] Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ “ Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar .” [Ali ‘Imran/3: 110] وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka...

NON-MUSLIM MENGUCAP SALAM? BEGINI CARA JAWABNYA

NON-MUSLIM MENGUCAP SALAM? BEGINI CARA JAWABNYA Tidak sedikit yang bingung ketika seorang non-muslim mengucapkan, "Assalamu'alaikum" kepada kita. Apakah harus dijawab seperti salam sesama muslim, atau ada tuntunan khusus dalam Islam? Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa sekelompok orang Yahudi datang kepada Nabi ﷺ lalu mengucapkan, "As-Saamu 'Alaikum" (kematian untuk kalian). Mendengar hal itu, Aisyah pun marah. Namun Rasulullah ﷺ menasihatinya agar bersikap lembut dan bersabda: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ “Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam setiap urusan.” (HR Bukhari: 6024 dan Muslim: 2165). Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan agar cukup menjawab: إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ “Jika seorang ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) memberi salam pada kalian, maka balaslah dengan ucapan ‘wa’alaikum’.” (HR Bukhari: 6258...

Disembelihnya Kematian

Sumber video :  https://www.facebook.com/ KETIKA KEMATIAN ITU MATI!! Hadist terkait ini derajatnya shohih dan sangat kuat, diriwayatkan oleh Muttafaqun 'Alaih, yakni dua Imam besar Ulama Hadist, Imam Bukhari dan Imam Muslim. Takhrij hadist: ​Hadis ini diriwayatkan oleh beberapa perawi utama, di antaranya: ​Shahih Bukhari: No. Hadis 4730 (Kitab Tafsir) dan No. 6548 (Kitab Ar-Riqaaq). ​Shahih Muslim: No. Hadis 2849 (Kitab Al-Jannah wa Sifat Na’imiha wa Ahliha). ​Sunan Tirmidzi: No. Hadis 2556. ​Sunan Ibnu Majah: No. Hadis 4327. ​Musnad Ahmad: No. Hadis 11252. ​Semuanya bersumber dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Muhammad ﷺ. Disembelihnya Kematian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kelak, kematian akan didatangkan dalam bentuk domba yang berwarna putih campur hitam, lalu ada suara yang menyerukan, ‘Wahai para penduduk surga!’ maka mereka pun melongok dan melihat. Selanjutnya ia berkata, ‘Apakah kalian mengenal domba ini?’ Mereka me...

Beribadah Sesuai Sunnah Nabi ﷺ

Beribadah Sesuai Sunnah Nabi ﷺ Beribadah kepada Allah merupakan tujuan penciptaan manusia. Ibadah merupakan ritual yang menghubungkan antara hamba dengan Rabbnya, dengannya setiap hamba berhak meraih imbalan atas janji Allah Azza wa Jalla setelah kehidupan dunia yang menjadi tempat pengujian ibadah itu. Karena itu, Allah mengutus para Nabi dan Rasul sebagai orang-orang yang menjadi perantara wahyu-wahyu-Nya untuk sampai kepada manusia, membawa kabar gembira dan peringatan, serta mengajarkan manusia perihal tata cara yang benar dalam beribadah kepada-Nya. Sebab jika tidak diarahkan, seringkali manusia melakukan amalan-amalan yang dianggapnya sebagai kebaikan, namun ternyata amalan itu justru menyelisihi syariat-syariat Allah yang telah dibawa oleh para Nabi dan Rasul. Tidak sedikit pula dari mereka ada yang menjadikan amalan mereka sebagai amaliyah kesyirikan, namun tetap menganggapnya sebagai kebaikan karena berhukum menggunakan perasaan yang tidak didasari dengan ilmu. Hal seperti i...

Hukum Mengumumkan Berita Kematian Seseorang (An-Na’yu)

Baca artikel terkait berikut : ○  Hadis: Tidak termasuk golongan kami orang yang memukul-mukul pipi  ○  TERSIKSANYA SI MAYIT DI ALAM KUBUR KARENA RATAPAN KELUARGANYA ○  Berhati-Hati Dari Perkara Yang Diada-adaan Oleh Syiah Pada Hari Asyura Hukum Mengumumkan Berita Kematian Seseorang (An-Na’yu) Hadis-hadis yang berkaitan dengan an-na’yu An-na’yu adalah mengumumkan atau menyebarluaskan berita kematian seseorang. Berkaitan dengan masalah an-na’yu, kita jumpai beberapa hadis yang tampaknya saling bertentangan. Sebagian hadis menunjukkan bahwa hal itu terlarang, dan sebagian yang lain membolehkan. Hadis yang melarang adalah hadis dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, إِذَا مِتُّ فَلَا تُؤْذِنُوا بِي، إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَكُونَ نَعْيًا، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنِ النَّعْيِ “Jika aku mati, janganlah kalian mengumumkan kematianku, karena aku takut hal itu termasuk dalam an-na’yu. Aku ...

Akidah Sesat Syi’ah Tentang Allah

Akidah Sesat Syi’ah Tentang Allah Akar Rafidhah (Syi’ah) adalah dari Yahudi yang dipelopori oleh Abdullah bin Saba’ Al Yahuud . Ia mengaku-ngaku Islam dan mengklaim dirinya sebagai pengagum ahlul bait, namun ia bersikap ghuluw (berlebihan) terhadap ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Lalu ‘Ali diklaim sebagai khalifah sebenarnya sepeninggal Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam . Kemudian ‘Ali pun disikapi ekstrim sampai diangkat martabatnya hingga derajat ilahiyah atau ketuhanan. Inilah yang diakui oleh Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah sendiri dalam buku-buku mereka. Karena sikap ghuluw ini, mereka akhirnya dibakar oleh ‘Ali dan ‘Ali pun sebenarnya berlepas diri dari mereka. Di antara akidah sesat Syi’ah tentang Allah adalah: 1. Mereka mengaku bahwa mereka tidaklah sama dengan Ahlus Sunnah dalam ilah (sesembahan), Nabi dan Imam. Mereka menyatakan bahwa Rabb yang disembah Abu Bakr dan Nabinya tidak sama dengan mereka. (Kitab Al Anwar An Ni’maniyyah, Ni’matullah Al Jazairi 2: 278) 2. Mereka memiliki k...

Rezeki Sudah Diatur, Lalu Kenapa Harus Bekerja Keras?

Pemahaman Ustadz Adi Hidayat tentang rezki, simak video berikut : Baca : KOREKSI ATAS PEMAHAMAN USTADZ ADI HIDAYAT (UAH) TERKAIT MASALAH TAKDIR Rezeki Sudah Diatur, Lalu Kenapa Harus Bekerja Keras? Sebagian orang pernah berkata bahwa tidak perlu bekerja terlalu keras karena rezeki sudah diatur oleh Allah. Kalimat ini sekilas terdengar benar dan religius, namun jika dipahami secara keliru justru dapat menumbuhkan sikap malas dan pasrah tanpa usaha. Catatan Penting Islam memang mengajarkan tawakal, tetapi Islam juga sangat menekankan pentingnya ikhtiar atau usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya konsep rezeki dalam Islam agar tidak salah dalam bersikap. Makna Rezeki dalam Islam Dalam Islam, rezeki tidak hanya terbatas pada harta atau penghasilan. Rezeki juga mencakup kesehatan yang baik, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, waktu yang lapang, serta kesempatan untuk melakukan kebaikan. Rezeki Itu Luas Orang yang hi...