Postingan

APAKAH SYIAH RAFIDHAH KAFIR?

APAKAH SYIAH RAFIDHAH KAFIR?  1. Imam Bukhari rahimahullahu berkata: Aku tidak membedakan apakah aku shalat di belakang pengikut kelompok Jahmiyah, Syiah Rafidhah, ataukah aku shalat di belakang orang-orang Yahudi dan Nashara. Tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka, tidak boleh menjenguk mereka, tidak boleh dinikahi, tidak boleh mereka dijadikan saksi dan tidak boleh dimakan sesembelihan mereka. (Khalqu Af’al Al-Ibad hal. 11 poin 40 oleh Imam Al-Bukhari) Apalagi menggelari mereka syahid, na’udzu billahi. 2. Imam Ahmad rahimahullahu ditanya siapakah kelompok Syiah Rafidhah? Beliau menjawab: Mereka adalah orang-orang yang mencela dan mencaci maki Abu Bakar dan Umar rahimahumallahu. Dan beliau juga ditanya status orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah radhiyallahu ‘anhum? Maka beliau menjawab: Aku tidak menggangapnya di atas agama Islam. (As-Sunnah 2/492-493 oleh Al-Khallal) 3. Imam Malik rahimahullahu berdalil  “Agar Allah menjadikan orang-orang kafir murka kepada me...

Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar

Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar  Oleh :  Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى  السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين  Halaqah yang ke-61 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Syafa’at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian Yang Ketiga”  Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang akan memberikan syafa’at bagi dua dan tiga orang.  Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:  إِنَّ الرَّجُلَ لَيَشْفَعُ لِلرَّجُلَيْنِ وَالثَّلَاثَةِ  “Sesungguhnya seseorang sungguh akan memberikan syafa’at bagi dua orang dan tiga orang” (Hadīts Shahīh Riwayat Al-Bazzar)  Para syuhada akan Allāh berikan kesempatan untuk memberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya.  Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:  يَشْفَعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ  “Or...

Pemalsuan fakta : Yang benar adalah Selat Khalid bin Walid, bukan Selat Hormuz.

Baca Biografi :  Khalid bin Walid Pemalsuan fakta : Yang benar adalah Selat Khalid bin Walid, bukan Selat Hormuz.  Khalid bin Walid dan duel bersejarah melawan Hormuz  Pada awal penaklukan Islam di Irak, pasukan kaum Muslimin bertemu dengan pasukan Persia dalam Perang Dzat as-Salasil pada tahun 12 H / 633 M. Sebagaimana lazim dalam peperangan saat itu, para pemimpin maju terlebih dahulu untuk berduel di hadapan kedua pasukan.  Khalid ibn al-Walid, pemimpin pasukan Muslim, maju ke depan. Lalu keluar pula Hormuz, pemimpin pasukan Persia, untuk menghadapinya.  Kedua pemimpin itu saling mendekat hingga posisi mereka lebih dekat ke barisan Persia daripada barisan kaum Muslimin. Kemudian Hormuz turun dari kudanya dan memberi isyarat kepada Khalid agar bertarung di darat jika benar-benar seorang pemberani. Khalid menerima tantangan itu, turun dari kudanya, dan masing-masing mengembalikan kuda mereka ke pasukan.  Kedua pasukan berdiri menyaksikan dengan ketegangan:...

Memahami Langkah Licik Syiah

Memahami Langkah Licik Syiah  Syiah itu akidah, fikih, dan politik. Lahirnya kelompok ini pun karena menggugat kekuasaan.  Melihatnya saat ini, sama seperti memandang para politisi yang ada: penuh akrobatik dan intrik.  Kalau melihat video-video yang ditampilkan Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) di Iran, langkah yang dilakukan oleh para tokoh agamanya di sana, mirip seperti kelompok politik yang ada di tanah air.  Rajin mobilisasi massa, yel-yel penyemangat, teriakan kalimat kehancuran untuk lawan, bahkan di sela khutbah dan ceramah keagamaan diselipkan ungkapan kematian bagi AS dan ISRL.  Bagi anak-anak kiri, pecinta politik praktis, kaum marjinal, dan kelompok perlawanan, langkah yang dilakukan oleh Iran sangat diminati. Maka tak heran banyak orang Indonesia yang tetiba ingin jadi Syiah, karena sudah didesain lama berpola begitu.  Opini yang dibangun ke publik pun mirip seperti para politisi pada umumnya. Katanya, tempat-tempat yang ditarget diserang di wi...

Sepak Terjang Syi’ah Di Indonesia

Gambar
SEPAK TERJANG SYI’AH DI INDONESIA  Oleh : Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat  Perjalanan kaum Syi’ah di negeri ini semakin jelas khususnya dimulai ketika terjadi revolusi Iran yang mengantarkan ajaran atau (tepatnya disebut) dîn (agama) Syi’ah untuk menguasai Iran sebagai agama penguasa setelah pemerintahan Reza Fahlevi runtuh.Setelah terjadi revolusi di Iran di penghujung tahun 1979, mereka mulai menyebarkan ajaran mereka ke seluruh negeri Islam dengan mengatasnamakan dakwah Islam. Terutama ke negeri Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah kaum Muslimin. Ada tiga faktor yang menyebabkan Syi’ah mudah masuk ke Indonesia. Yaitu:  Kaum Muslimin terbelakang dalam pemahaman terhadap aqidah Islam yang shahîhah (benar) yang berdasarkan al-Qur’ân dan Sunnah.  Mayoritas kaum Muslimin pada saat itu sangat jauh dari manhaj Salafus Shâlih. Mereka hanya sekedar mengenal nama yang agung ini, namun dari sisi pemahaman pengamalan dan dakwah jauh sekali dari pemahaman dan prakt...

Kata Siapa Iran Bukan Antek Amerika?

Transript : Kata Siapa Iran Bukan Antek Amerika?  Menteri Pertahanan AS: Obama mendukung dan mendanai pangkalan militer Iran!   "Banyak pabrik dan pangkalan militer Iran yang secara sistematis kita hancurkan didanai oleh pengiriman uang Amerika yang diterbangkan Barack Obama ke Teheran di bawah kesepakatan nuklir Iran!" "Anda mungkin menyebutnya kebenaran yang tidak menyenangkan."  "Iran mengambil uang kita dan mengubahnya menjadi senjata, gudang senjata, dan amunisi. Sekarang kita menghancurkan senjata-senjata itu dan memperbaiki—Anda, Tuan Presiden, sedang memperbaiki—kesalahan besar itu."  ----- Jadi faktanya saat ini Iran >vs< Yahudi seperti anekdot berikut ini : Baca :  " Israeli support for Iran during the Iran–Iraq war " "Saya percaya perang saat ini dengan Iran adalah hasil dari konflik politik antara dua partai besar dengan ideologi yang berbeda." - Dr. Ayman Qasem, penulis buku cyber security.  "Dan inilah kebenaran...

Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak)

Baca informasi/beritanya : >  MUI Kab. Bogor: “Imigran Syiah Suburkan Praktik Pelacuran” >  Temporary marriage in Iran: religiously sanctioned, socially taboo >  Sejumlah ulama Irak melacurkan gadis-gadis tak berdaya dalam skema 'kawin kontrak', investigasi eksklusif BBC NIKAH MUT’AH (KAWIN KONTRAK)  Oleh : Ustadz Armen Halim Naro  Pendahuluan Pernikahan merupakan sunnatullah pada alam ini, tidak ada yang keluar dari garisnya, manusia, hewan maupun tumbuhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman  وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ  “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” -adz Dzariyat/51 ayat 49-. Allah memilih sarana ini untuk berkembang-biaknya alam dan berkesinambungannya ciptaan, setelah mempersiapkan setiap pasangan tugas dan posisi masing-masing.  Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia seperti ciptaan yang lainnya, tidak membiarkan naluri...