Postingan

Menampilkan postingan dengan label Selfie-Pamer

Pakaian Tampil Beda (Syuhroh)

Pakaian Tampil Beda (Syuhroh)  Aneh jika ada yang melihat kami ketika berpakaian menyesuaikan kebiasaan masyarakat setempat dengan memakai koko, sarungan dan peci nasional. Justru seperti ini malah dituntunkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpenampilan tampil beda di tengah-tengah masyarakat. Namun dengan catatan, boleh menyesuaikan dengan pakaian setempat selama pakaian tersebut tidak melanggar aturan syari’at. Beda halnya jika di masyarakat terbiasa memakai pakaian yang menjulur di bawah mata kaki bagi pria, maka tentu tidak diikuti. Begitu pula kalau kebiasaan masyarakat bukanlah memakai pakaian yang lebar dan lebih menutup sempurna aurat wanita, tidaklah diikuti kebiasaan tersebut.  —  Ada satu hadits yang dibawakan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin ketika membahas tentang pakaian gamis yang istilah ini maksudnya adalah pakaian terusan dari atas hingga melebihi lutut, hingga mata kaki. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,...

KENAPA HARUS PAMER?!

KENAPA HARUS PAMER?!  Oleh : Ustadz Johan Saputra Halim  Kenapa kita gelisah ketika kebaikan tidak diketahui manusia? Padahal Allah ﷻ Maha Mengetahui setiap niat, amal, bahkan lintasan hati yang paling tersembunyi. Nasehat singkat ini mengajak kita merenungi bahaya pamer dan pentingnya ikhlas dalam beramal.  Simak sampai akhir agar kita belajar malu kepada Allah, bukan hanya kepada manusia. Semoga Allah menjaga hati kita dari riya dan menumbuhkan keikhlasan dalam setiap amal. Jangan lewatkan nasihatnya sampai selesai.  Semoga Allah memberi taufik.  ---- Baca artikel terkait berikut :  Ujuber Hukum Pamer dan Membanggakan Diri dalam Islam Pamer Makanan Di Sosial Media, Bolehkah? Hukum Selfie ? Pamer dengan “WA AMMA BINI’MATI ROBBIKA FAHADDITS”? Hati-hati dengan fenomena youtubers Awas, Jangan Rusak Ibadah Haji dengan Berfoto Selfie! 6 Fenomena Aneh Warga Indonesia Penyakit 'Ain 7 Cara Menghadapi dan 7 Ciri Kamu Punya Sifat Sombong tapi Jarang Disadari Hidup d...

FITNAH HANDPHONE

Gambar
Handphone kita... Bisa menjadi surga atau menjadi neraka... Ia dapat merusak keikhlasan karena berharap like... Merusak rasa malu karena berharap followers... Menimbulkan sifat pengecut untuk menyampaikan kebenaran karena takut dibully... Menjadi penambah dosa akibat tontonan saat sendirian.. Menjadi pembuka pintu zina... Dan musibah lainnya yang merusak agama seorang hamba... Maka sebelum membuka hp... Tanyalah diri kita apa tujuannya... Jika kebaikan... Maka berhati hatilah untuk tidak terjerumus kepada yang lainnya... Jika keburukan... Maka bertakwalah kepada Allah dan mintalah kekuatan… Nasehat oleh : Ustadz Badrusalam, Lc Hafidzhahullah FITNAH HANDPHONE 🅽🅰️🆂🅴🅷🅰️🆃 Semoga Antum sekeluarga  dalam lindungan Allah Ta'ala dan kasih sayangNya. Izin menyampaikan penggalan nasehat, semoga bermanfaat. Gadget Telah Memalingkan Kita Dari Al-Qur'an Lagi makan, main Hand phone, Lagi kerja main Hand Phone, Mau tidur main Hand Phone, Lagi bertamu,main Hand Phone, lagi di toilet mai...

Pamer

Gambar
Pamer Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri” . (Al-Qashas : 76) Dalam ayat ini Allah secara tegas membenci orang-orang yang suka membangga-banggakan harta, dan diantara contoh orang yang suka membangga-banggakan harta adalah Qarun, kemudian dengan sebab kesombongannya terhadap hartanya Allah tenggelamkan Qarun bersama hartanya ke dalam perut bumi. Dalam tafsir as-...

Mudahnya Pamer di Zaman Sekarang

Gambar
Mudahnya Pamer di Zaman Sekarang Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ "Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri” . (Al-Qashas : 76) Dalam ayat ini Allah secara tegas membenci orang-orang yang suka membangga-banggakan harta, dan diantara contoh orang yang suka membangga-banggakan harta adalah Qarun, kemudian dengan sebab kesombongannya terhadap hartanya Allah tenggelamkan Qarun bersama hartanya ke dal...

Dahulukan Pola Hidup dari pada Gaya Hidup

Sumber video :  https://youtu.be/Z3xZFftyBes Hidup di Bumi Gaya di Langit Dalam membeli barang, ada yang Dalam membeli barang, ada yang karena butuh, tapi ada juga yang karena ingin. Mirip padahal sangat berbeda. Gampang membedakan kebutuhan dan keinginan.  Pertama dari sifatnya; kebutuhan itu objektif karena semua orang punya kebutuhan dasar yang sama, sedangkan keinginan itu subjektif karena keinginan setiap orang itu berbeda-beda tergantung gaya hidup, pendapatan, dan pola pikirnya. Semakin tinggi gaya hidup, pendapatan, dan pola pikir seseorang, biasanya semakin banyak pula keinginannya. Kedua dari sumbernya. Kebutuhan bersumber dari fitrah manusia, yang jika tidak dipenuhi, kehidupan bisa terancam. Adapun keinginan bersumber dari hawa nafsu.  Yang ketiga, dari ‘nilai’-nya. Kebutuhan dinilai dari seberapa besar fungsi dan manfaat yang dapat kita peroleh dari pemenuhannya, sedangkan keinginan dinilai dari seberapa besar selera dan preferensi. Lalu perbeda...

6 Fenomena Aneh Warga Indonesia

Akun Instagram @undercover.id membuat postingan tentang 6 fenomena aneh yang dialami warga Indonesia. Postingan itu diberi judul "6 fenomena aneh yang dialami 91 persen warga Indonesia, aneh tapi nyata". Isinya adalah fenomena yang kerap dialami masyarakat Indonesia. Isinya memang seperti kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Entah dialami oleh teman, tetangga, dan kita sendiri. Kalau baca bikin nyesek sih. Seperti menampar diri sendiri dengan kenyataan semacam itu. Apa saja 6 fenomena itu? Yuk simak. "6 fenomena aneh yang dialami 91 persen warga Indonesia, aneh tapi nyata". 1. Cari kerja susah-susah, dapat gaji uangnya dihamburkan. 2. Beli hp iPhone, moge, mobil mewah dan barang konsumtif lainnya, yang nilainya selalu turun. 3. Pacaran lalu nikah yang mewah. Semua diundang, lalu tinggal di kontrakan. 4. Suka banget pamer walau dengan modal emas digadaikan dan ngutang. Asal nggak malu. 5. Punya anak dijadikan asuransi masa tua. Jadi sandwich generation...

Pamer dengan “WA AMMA BINI’MATI ROBBIKA FAHADDITS”?

Gambar
Pamer dengan “WA AMMA BINI’MATI ROBBIKA FAHADDITS”? Jika engkau dalam kondisi miskin, tidak punya uang, kelaparan, dan tidak ada orang yang mengetahui penderitaanmu kemudian ada manusia yang bertanya kabar kepadamu, kemudian engkau menjawab, “Alhamdulillah, aku berada dalam keadaan sehat wal afiat. Nikmat Allah luar biasa banyak diberikan oleh-Nya padaku pada hari ini. Aku bangun tidur dalam keadaan sehat, tidak sakit. penglihatanku normal, pendengaranku normal dan akalku juga normal, tidak gila. Aku bangun juga dalam keadaan aman, tidak ketakutan seperti orang-orang yang berada di negeri konflik. Subhanallah, Masyaallah, Lailahaillallah, Allahuakbar. Alangkah banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepadaku” Nah, jawabanmu seperti itulah yang dinamakan “tahadduts bin-ni’mah”, yakni menceritakan kebaikan-kebaikan Allah dalam rangka bersyukur untuk melaksanakan perintah Allah dalam ayat ini, {وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ} [الضحى: 11] "Adapun nikmat tuhanmu, maka kabarkanlah”...

Awas, Jangan Rusak Ibadah Haji dengan Berfoto Selfie!

Awas, Jangan Rusak Ibadah Haji dengan Berfoto Selfie! Oleh : Hartono Ahmad Jaiz Ulama Arab Saudi prihatin dengan gejala yang mungkin baru muncul pada setahun belakangan ini, ibadah haji namun melakukan selfie. Ulama terkemuka seperti Syaikh Abdul Razzaq Al-Badr, dan Syaikh Fauzan pun angkat bicara mengkritik para jamaah haji kini yang melakukan foto-foto diri untuk dipasang di jejaring social yang dikenal dengan sebutan selfie. Selfie secara harafiah seringkali diartikan sebagai aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme. Jika ditelusuri lebih dalam, pengertian ‘Selfie’ menurut referensi pustakawan Britania adalah “sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diunggah ke situs web media sosial.” Fenomena selfie jamaah Indonesia SELAMA di Madinah  yang dijelaskan Guru besar Syeikh Sulaiman Ar-Ruhaily Hafhizahullahu ta'ala .. Perbuatan itu dipandang mengandung unsur pamer atau bahkan riya’, yang kalau sampai pada taraf itu maka sangat membahaya...