Postingan

Menampilkan postingan dengan label Maulid Nabi

Hukum menyebarkan berita bohong dalam Islam

Gambar
Simak video berikut : Ust. Abdul Somad menyebarkan berita hoaks Hukum menyebarkan berita bohong dalam Islam Menyebarkan berita bohong menurut pandangan Islam, salah satu hal yang menyesatkan dan merugikan.  Menyebarkan berita bohong sudah ada sejak dulu, awalnya disebarkan secara lisan dari mulut ke mulut. Kini, semakin merajalela penyebarannya melalui media sosial.  Kemudahan dalam mengakses media sosial kerap kali disalahgunakan oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab.  Bukannya untuk menjalin komunikasi, media sosial justru digunakan sebagai alat untuk menyebarkan berita bohong yang meresahkan masyarakat dan menimbulkan berbagai masalah seperti permusuhan bahkan perpecahan.  Lantas, apa hukum menyebarkan berita bohong dalam Islam?  Memproduksi atau menyebarkan berita bohong haram hukumnya bagi seorang muslim.  Hal ini tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Pedoman Bermuamalah di Media Sosial. ( Baca, kl...

Antara Abu Lahab Dengan Peraya'an Maulid Nabi

Gambar
Antara Abu Lahab Dengan Peraya'an Maulid Nabi Di antara syubhat yang digunakan oleh para ahlul bid'ah adalah kisah salah seorang tokoh dalam kesyirikan, yakni Abu Lahab. As-Suyuthi berkata dalam Al-Hawy (1/196-197), "Lalu saya melihat Imamul Qurro', Al-Hafizh Syamsuddin Ibnul Jauzi berkata dalam kitab beliau yang berjudul 'Urfut Ta'rif bil Maulid Asy-Syarif dengan nash sebagai berikut : "Telah diperlihatkan Abu Lahab setelah meningalnya DI DALAM MIMPI. Dikatakan kepadanya, "Bagaimana keada'anmu ?". Dia menjawab, "Di dalam Neraka, hanya saja diringankan bagiku (siksa'an) setiap malam Senin dan dituangkan di antara dua jariku air sebesar ini --dia berisyarat dengan ujung jarinya-- karena saya memerdekakan Tsuwaibah ketika dia memberitahu kabar gembira kepadaku tentang kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan karena dia telah menyusuinya". As-Suyuthi berkata : "Jika Abu Lahab yang kafir ini, yang Al-Qur'an telah...

KITAB AL BARDZANJI MENGANDUNG KHURAFAT YANG BISA MENYERET UMAT ISLAM KEPADA KESYIRIKAN DAN MENJAUHKANNYA DARI SUNNAH

Gambar
KITAB AL BARDZANJI MENGANDUNG KHURAFAT YANG BISA MENYERET UMAT ISLAM KEPADA KESYIRIKAN DAN MENJAUHKANNYA DARI SUNNAH KITAB BARDZANJI BIASA DIBACA KETIKA MAULID NABI, ISRA MI'RAJ,  HAUL DAN TAHLILAN BISMILLAH          Kitab al Bardzanji adalah kitab yang amat populer pada sebagian besar masyarakat Islam. Popularitas kitab ini mampu mengalahkan al-Qur'an dan as-Sunnah. Kitab ini telah menjadi bacaan wajib ketika masyarakat melakukan hajatan seperti pernikahan,sunatan, akikah anak, ritual 7 bulan kehamilan, membangun dan pindah rumah, perayaan maulid Nabi ﷺ dan sebagainya. Membaca kitab al-Bardzanji oleh sebagian masyarakat sudah diyakini dapat mendatangkan berkah atau melindungi keluarga dari berbagai keburukan dan bahkan sudah dianggap sebagai jalan untuk mendapatkan syafa'at Rasulullah ﷺ.         Tapi sayang sekali, kitab ini jarang dibaca terjemahannya sehingga baik pembaca maupun pendengar tidak mengerti isi kitab tersebut, yang dit...

Hukum Shalawatan Diiringi Hadrah, Marawis dan Alat Musik

Sumber video :  https://youtu.be/ Hukum Shalawatan Diiringi Hadrah, Marawis dan Alat Musik  Bagaimana jika shalawatan atau bacaan shalawat diiringi hadrah dan marawis? Bolehkah?  Yang kami tahu, yang biasa menggunakan alat musik untuk puji-pujian adalah agama Nashrani. Ini yang penulis tahu sejak kecil ketika berada di lingkungan non-muslim di Papua sana. Namun beberapa waktu, penulis dapati pula pada umat Islam, ada juga irama musik dalam lagu pujian dan shalawat yang ini ada pada hadrah dan marawis. Setelah tahu demikian, penulis pun bertanya, kenapa sampai bisa serupa dengan Nashrani?  Penulis juga bertanya-tanya dalam hati, apakah shalawatan dengan irama musik seperti itu dapat dianggap memuji dan menjanjung Allah dan Rasul-Nya?  Padahal dalam shalat saja, kita baru bisa khusyu’ dengan membaca dan merenungkan kandungan ayat atau dzikir yang dibaca dalam shalat. Tanpa seperti itu, kita tidak dapat berdzikir, memuji Allah, dan membaca ayat dengan baik.  A...

Hadits-Hadits Tidak Jelas Andalan Penggemar Maulid Nabi

Hadits-Hadits Tidak Jelas Andalan Penggemar Maulid Nabi Diantara riwayat-riwayat yang dianggap hadits oleh para penggemar Maulidi Nabi untuk membesarkan atau mengagungkan Maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 1. Abu Bakar ash-Shiddiq Telah berkata Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq: “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii) 2. Umar bin Khattab al-Furqan Telah berkata Sayyidina ‘Umar: “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” (sumber dari kitab anni’matul kubra ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii) 3. Utsman bin ‘Affan Dzun-Nuraini Telah berkata Sayyidina Utsman: “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk ma...

MENGAPA HARUS BARZANJI?

MENGAPA HARUS BARZANJI? Oleh : Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro 1. Keberadaan Kitab Barzanji Di Kalangan Kaum Muslimin. Kitab ‘Iqdul Jauhar Fî Maulid an-Nabiyyi al-Azhar’ atau yang terkenal dengan nama Maulid Barzanji, adalah sebuah kitab yang sangat populer di kalangan dunia Islam, demikian juga di negara kita Indonesia, terutama di kalangan para santri dan pondok-pondok pesantren. Maka, tidak mengherankan jika di setiap rumah mereka terdapat kitab Barzanji ini. Bahkan, sebagian di antara mereka sudah menghafalnya. Sudah menjadi ritual di antara mereka untuk membacanya setiap malam Senin karena meyakini adanya keutamaan dalam membacanya pada malam hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ada juga yang membacanya setiap malam Jum’at karena mengharap keberkahan malam hari tersebut. Ada juga yang membacanya setiap bulan sekali, dan ada juga pembacaan maulid barzanji ini pada hari menjelang kelahiran sang bayi atau pada hari dicukur rambutnya. Sudah kita ketahui...

KEWAJIBAN ITTIBA’ KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

KEWAJIBAN ITTIBA’ KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas  حفظه الله Agama Islam yang mulia ini dibangun di atas dua prinsip. Pertama : Kita tidak boleh beribadah, melainkan hanya kepada Allah saja dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Allah berirman : قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan tidak (pula) sebagian menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-o...