Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sufi - Tasauf - Tarekat

Kekeliruan Pembagian Hakikat dan Syari’at Ala Tarikat Sufiyah

Konsep pembagian "Haji Syariat" dan "Haji Hakikat" sering dibahas dalam ilmu tasawuf-tarekat (esoterik) sebagai upaya mendalami makna manasik, simak video berikut : Shalat Jum'at hakikat,  Wali sufi shalat Jum'at di Makkah ? KEKELIRUAN PEMBAGIAN HAKIKAT DAN SYARI’AT ALA TARIKAT SUFIYAH  Sebagian kalangan tarikat Sufiyah membagi Islam menjadi dua bagian, yaitu syariat dan hakikat. Atau zhahir dan batin.  Ibnul-Jauzi rahimahullah menjelaskan: “Banyak kalangan Sufi yang membedakan (agama) menjadi hakikat dan syariat”[1]  Yang dimaksudkan dengan syariat –menurut kaum Sufi- yaitu perkara apa saja yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya tanpa memerlukan adanya pentakwilan. Mereka menyebutnya dengan nama ilmu zhahir atau ilmu syariah. Menurut kalangan Sufi, golongan yang mengimani nash-nash syariat tanpa menggunakan takwil ini, masuk ke dalam kategori kelompok awam. Yang termasuk dalam klasifikasi ini -menurut kaca mata mereka- yaitu para imam empat, seluruh ulama f...

Kenapa dan alasan kiyai-kiyai Aswaja NU tidak mau mengupas amalan-amalan bid'ah dhalalah

Pernahkah kita bertanya… kenapa hadis “ kullu bid’ah dhalalah ” jarang terdengar di sebagian mimbar?  Padahal hadis ini sangat tegas: “Setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim) Dalam video ini, kita mengajak berpikir lebih dalam.  Apakah dakwah hari ini masih murni menyampaikan dalil?  Ataukah sudah mulai menyesuaikan dengan realitas dan tradisi yang berkembang?  Fenomena pelabelan seperti “ Wahabi ” saat hadis disampaikan apa adanya. Perbedaan antara dalil dan tradisi.  Dampak jika batas antara sunnah dan budaya mulai kabur.  Benarkah semua bid’ah bisa dikecualikan? Jadi.., kalau demikian benarlah " Aswaja " yang di gadang-gadangkan NU adalah tradisi (kebiasaan/jahihiliyah) dengan kata lain Aswaja itu adalah kependekan dari " A hlu s sunnah Wa risan Ja hililiyah (tradisi)" atau " A hlu s sunnah Wa risan Ja wa" Kemudian sebaliknya kalau begitu..,  " Wahabi " adalah kependekan dari kata " Wa risan Ha dis Na bi " Simak video berikut : Sum...

TRADISI DAN KULTUR NU DARI SYI’AH??

TRADISI DAN KULTUR NU DARI SYI’AH??  Oleh : Kholili Hasib  “SYIAH dan NU memiliki titik temu di bidang fikih dan tasawuf seperti tahlilan, qunut, maulidan, ziarah kubur, hormati ahlulbait  dll jadi bisa bersatu..  Titik Temu Islam Ahlus Sunnah (NU) dan Islam Syi’ah ada dibidang fikih dan tasawuf serta sama sama anti Wahabi Nejed,” demikian salah satu klaim kaum Syiah dalam sebuah situsnya belum lama ini.  Hari-hari ini adalah momen di mana Syiah mencari tempat pijakan di tubuh NU, dengan alasan memiliki beberasa kesamaan  kultur. Di internet, bisa mudah kita temukan bagaimana kaum Syiah mencari momen ‘meminjam’ tangan NU guna memusuhi sesama Ahlus Sunnah.  Strategi lain dari dakwah Syiah saat ini yang perlu diperhatikan adalah, klaim-klaim Syiah terhadap tradisi sebagian penganut Ahlus Sunnah dan indikasi adu domba antar kelompok.  Isu tentang tradisi atau kultur yang berlaku di kalangan NU, misalnya menjadi semakin marak, ketika Syiah mengklaim s...

Model zikir Galip Hassan Kuşçuoğlu

Model zikir Galip Hassan Kuşçuoğlu (pendiri tarekat Galibi) ini menurutnya menekankan pada aspek spiritualitas yang terbuka dan universal. Metode zikir yang khas dalam tradisi tasawuf Turki modern.  Berikut adalah karakteristik utama dari model zikirnya:  • Zikir Berjamaah (Halka) : Mengedepankan pelaksanaan zikir dalam sebuah lingkaran atau kelompok (halka) untuk memperkuat rasa persaudaraan dan energi spiritual kolektif.  • Pendekatan Inklusif : Ia mengajarkan bahwa setiap orang yang beriman kepada Tuhan adalah saudara. Zikir dalam pandangannya bukan alat untuk eksklusivitas, melainkan sarana untuk mencapai kasih sayang universal.  • Keseimbangan Modernitas dan Tradisi : Kuşçuoğlu mengintegrasikan nilai-nilai demokrasi dan sekularisme dengan praktik tasawuf, memandang zikir sebagai bentuk pengabdian batin yang tidak bertentangan dengan kemajuan teknologi atau hak asasi manusia.  • Fokus pada Cinta (Ishq): Metode zikirnya lebih menekankan pada pendekatan yang "...

KEJADIAN ANEH PARA WALI, KOMODITAS PENTING GOLONGAN SUFI

Gambar
KEJADIAN ANEH PARA WALI, KOMODITAS PENTING GOLONGAN SUFI  Tindak penyelewengan dan bukti penyimpangan Sufi pertama kali akan mudah didapati para pembaca buku-buku rujukan mereka berupa ketergantungan penuh mereka terhadap khawâriq (kejadian-kejadian aneh yang dialami para pemuka Sufi) dan perhatian besar mereka untuk menyebarluaskan apa yang terjadi para syaikh-syaikh Sufi. Hal ini sampai ‘memaksa’ mereka untuk meluncurkan cerita-cerita fiktif dan khayalan tentang itu guna lebih menegaskan betapa tingginya kedudukan syaikh-syaikh itu di hati para pemujanya. Dalam kamus Sufi dinyatakan semakin banyak kejadian aneh meliputi seseorang (syaikh), maka kian agung kedudukan dan derajat kewaliannya di mata manusia. [1]  Dalam kitab al-Luma’, As-Sirâj ath-Thûsi menuliskan satu pembahasan khusus berkaitan dengan karomah para ‘wali’, satu pembahasan yang terdiri dari tujuh sub bab. Secara keseluruhan, pemaparan bab-bab tersebut ditujukan untuk mempropagandakan karomah-karomah yang mengir...

Kenapa saya keluar dari Sufi-TAREKAT NAQSYABANDIYAH

Gambar
Kenapa saya keluar dari Sufi-TAREKAT NAQSYABANDIYAH Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang paling luas penyebaran nya, dan terdapat banyak di wilayah Asia  serta Turki, Bosnia-Herzegovina, dan wilayah Dagestan, Russia.  Kata Naqsyabandiyah/Naqsyabandi/Naqshbandi نقشبندی berasal dari Bahasa Arab iaitu Murakab Bina-i dua kalimah Naqsh dan Band yang bererti suatu ukiran yang terpateri, atau mungkin juga dari Bahasa Persia, atau diambil dari nama pendirinya yaitu Baha-ud-Din Naqshband. Sebagian orang menerjemahkan kata tersebut sebagai “pembuat gambar”, “pembuat hiasan”. Sebagian lagi menerjemahkannya sebagai “Jalan Rantai”, atau “Rantai Emas”.  Tarekat ini didirikan oleh Imam Tariqat Hadhrat Khwajah Khwajahgan Sayyid Shah Muhammad Bahauddin Naqshband Al-Bukhari Al-Uwaisi, dilahirkan pada bulan Muharram tahun 717 Hijrah bersamaan 1317 Masihi iaitu pada abad ke 8 Hijrah bersamaan dengan abad ke 14 Masihi di sebuah perkampungan bernama Qasrul ‘Arifan berdekatan B...

Benarkah Rasulullah Ada Dimana-Mana?

Benarkah Rasulullah Ada Dimana-Mana?  Pertanyaan:  Benarkah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam saat ini ada dimana-mana? Lalu apakah beliau mengetahui perkara gaib?  Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Baz -rahimahullah- menjawab:  Tentunya kita semua tahu baik secara logika maupun berdasarkan dalil-dalil bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak berada dimana-mana. Yang benar jasad beliau saat ini berada di makamnya yaitu di kota Madinah Al Munawwarah. Sedangkan ruh beliau ada di Rafiqul A’laa, yaitu di surga. Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits shahih, yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ketika menjelang wafatnya:  اللهم في الرفيق الأعلى  “Ya Allah, di Rafiqul A’la.”  (Al Bukhari di bab Al Jumu’ah (850), juga di Sunan At Tirmidzi bab Ad Da’awat (3496), di Sunan An Nasa’i bab Al Jana’iz (1830), Sunan Ibnu Majah bab Maa Ja’a Fil Jana’iz (1619), di Musnad Ahmad bin Hambal (6/200), di Muwatha Malik bab Jana’iz (562))...

MENGUNGKAP AJARAN SESAT TENTANG HAJI KE TARIM

KESESATAN PARA HABIB BA’ALWI DALAM MENJALANKAN RUKUN IBADAH HAJI: MENGUNGKAP AJARAN SESAT TENTANG HAJI KE TARIM Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya. Namun, di belakangan ini kita mendapati adanya klaim yang sangat kontroversial dari kelompok tertentu, yakni Habib Klan Ba’alawi, yang memperkenalkan ajaran sesat mengenai pelaksanaan ibadah haji. Mereka mengajukan konsep yang mengarahkan umat Islam untuk berhaji bukan ke Baitullah di Makkah, melainkan ke Tarim, Yaman, dengan dalih bahwa ziarah di sekitar makam yang mereka klaim sebagai Makam Nabi Hud atau ziarah makam orang yang dianggap wali dari klan mereka  di Yaman sudah cukup sebagai pengganti haji ke Makkah. Hal ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang sahih dan dapat membingungkan umat Islam yang kurang pemahaman.  Sebelum menyampaikan lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa referensi video yang mengungkap klaim-klaim tersebut dari Habib Klan...

Jalan Tidak Diaspal Bukan Karena Berkah, Tapi Karena Negaranya Miskin: Fakta Kota Tarim yang Mengagetkan!

Sumber video :  https://youtube.com/shorts/ Jalan Tidak Diaspal Bukan Karena Berkah, Tapi Karena Negaranya Miskin: Fakta Kota Tarim yang Mengagetkan!  ”Jalan Tidak Diaspal Bukan Karena Berkah, Tapi Karena Negaranya Miskin: Fakta Kota Tarim yang Mengagetkan!” Pernyataan Ustadz Abdul Somad (UAS) bahwa jalan-jalan di kota Tarim tidak diaspal demi menjaga keberkahan bekas tapak kaki para waliyullah memunculkan banyak tanda tanya. Pernyataan ini tidak hanya cacat logika, tetapi juga memerlukan kajian lebih dalam untuk menyadarkan masyarakat, khususnya para pengikut setia (mukibin) klan Ba’alwi dan klan itu sendiri. Jika benar keberkahan ada pada bekas tapak kaki waliyullah, apakah keberkahan itu hilang hanya karena ditutup aspal?  Faktanya, Tarim yang terletak di Yaman adalah bagian dari salah satu negara termiskin di Timur Tengah. Bukan keberkahan yang menjadi alasan, melainkan jaminan ekonomi dan infrastruktur yang minim.  Fakta tentang Kota Tarim dan Yaman  Faktan...

Tentang Sufi

Imam asy-Syafi‘i (w. 204 H) rahimahullah berkata:  “Seandainya ada seorang lelaki yang bertasawuf pada awal siang, maka tidak sampai waktu Zhuhur, ia akan menjadi orang yang bodoh.”  Dan beliau (w. 204 H) rahimahullah juga berkata:  “Tidaklah seseorang terus-menerus bersama kaum sufi selama empat puluh hari, melainkan akalnya tidak akan kembali kepadanya selamanya.”  Dinukil dari: Talbiis Ibliis hlm. 327.  Lihat juga: Al-Istiqaamah karya Syaikhul Islam Ibn Taimiyah (w. 728 H) rahimahullah, 1/414. Baca artikel terkait :   Sufi, Benarkah Itu Ajaran Nabi? Hakekat Sufi atau Tasawuf Tari Sufi bolehkah dalam Islam? Hadits Lemah: “Berdzikirlah Sampai Dikatakan Gila” Mengenal Tarekat Naqsyabandiyah KESESATAN TAREKAT NAQSYABANDI HAQQANI Tarekat Alawiyah, Tasawuf Kaum Habib AKIDAH KEKUFURAN TOKOH SUFI. Petikan Khayalan Kaum Sufi Cerita khurafat tarekat (sufi) : Surau Tuo dan Syekh Ibrahim Mufti (Keramat Taram atau Tuanku Taram) Mengatakan Ali Jufri wajahnya mirip den...