Disembelihnya Kematian
Sumber video : https://www.facebook.com/
KETIKA KEMATIAN ITU MATI!!
Hadist terkait ini derajatnya shohih dan sangat kuat, diriwayatkan oleh Muttafaqun 'Alaih, yakni dua Imam besar Ulama Hadist, Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Takhrij hadist:
Hadis ini diriwayatkan oleh beberapa perawi utama, di antaranya:
Shahih Bukhari: No. Hadis 4730 (Kitab Tafsir) dan No. 6548 (Kitab Ar-Riqaaq).
Shahih Muslim: No. Hadis 2849 (Kitab Al-Jannah wa Sifat Na’imiha wa Ahliha).
Sunan Tirmidzi: No. Hadis 2556.
Sunan Ibnu Majah: No. Hadis 4327.
Musnad Ahmad: No. Hadis 11252.
Semuanya bersumber dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Muhammad ﷺ.
Disembelihnya Kematian
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kelak, kematian akan didatangkan dalam bentuk domba yang berwarna putih campur hitam, lalu ada suara yang menyerukan, ‘Wahai para penduduk surga!’ maka mereka pun melongok dan melihat. Selanjutnya ia berkata, ‘Apakah kalian mengenal domba ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya. Ini adalah kematian.’ Mereka semua melihatnya. Kemudian ia menyerukan, ‘Wahai para penduduk neraka!’ Maka mereka pun melongok dan melihat. Selanjutnya ia berkata, ‘Apakah kalian mengenal domba ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya. Ini adalah kematian.’ Semuanya melihatnya. Lalu domba tersebut disembelih. Kemudian ia berkata, ‘Wahai penduduk surga, kalian kekal selamanya. Tidak ada matinya. Wahai penduduk neraka. Kalian kekal selamanya. Tidak ada matinya’.”
Di dalam riwayat lain disebutkan, “Maka, penduduk surga semakin bertambah bahagia sedangkan penduduk neraka semakin bertambah sengsara.” Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca:
“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” (QS. Maryam: 39)
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dengan redaksi Imam Ahmad. Diriwayatkan pula oleh asy-Syaikhani dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu. Redaksi keduanya mirip dengan redaksi imam Ahmad.
Saat itulah, manusia akan hidup abadi selama-lamanya, mereka tidak akan mengalami kematian karena kematian telah Allah binasakan. Bahagialah penduduk surga dengan kebahagiaan yang abadi, sengsara dan binasalah penduduk neraka dengan siksaan yang tiada akhir.
Oleh karena itu kaum muslimin, janganlah kita tukar kehidupan di dunia ini yang sementara dengan derita yang tak berujung di akhirat sana. Pergunakanlah dunia untuk menjemput kebahagian abadi di surga.
Sumber : https://kisahmuslim.com/
Komentar
Posting Komentar