Ikhtilaf ulama tentang waktu minimal iktikaf

Ikhtilaf ulama tentang waktu minimal iktikaf

Tidak semua orang memiliki kesempatan meninggalkan pekerjaan untuk iktikaf sepanjang hari pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Pertanyaan pun muncul, apakah iktikaf tetap sah jika dilakukan hanya pada malam hari, lalu pada siang hari seseorang kembali bekerja?

Para ulama membahas hal ini dengan melihat batas minimal waktu iktikaf. Mayoritas ulama berpendapat iktikaf sah selama seseorang berdiam di masjid meskipun hanya beberapa saat, selama disertai niat mendekatkan diri kepada Allah.

Pendapat ini memberi kemudahan bagi kaum muslimin yang memiliki kesibukan pada siang hari. Seseorang tetap dapat meraih keutamaan iktikaf dengan menghidupkan malam di masjid melalui shalat, tilawah Al-Qur’an, dzikir, dan doa.

Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah kesempatan besar meraih Lailatulqadar. Karena itu, manfaatkan setiap malam dengan ibadah terbaik meskipun hanya beberapa jam di masjid. Semoga Allah menerima amal kita dan mempertemukan kita dengan malam penuh kemuliaan tersebut, aamiin.


DOA MALAM LAILATUL QADAR

Hadits yang membicarakan doa ini adalah sebagai berikut.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
 
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja aku tahu bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, 

“Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku"

(HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih)

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah