Selat Hormuz : Siapakah Hormuz?

Selat Hormuz : Siapakah Hormuz? 

Hormuz, semoga Allah melaknatnya,
adalah seorang komandan Persia yang kalah, dikalahkan oleh Khalid ibn al-Walid dalam duel yang tercatat dalam sejarah, yang berakhir dengan kekalahan memalukan bagi Persia di tangan kaum Muslim. 

Bukankah aneh bahwa selat itu tidak dinamai menurut nama Khalid ibn al-Walid setelah duel bersejarah antara komandan Muslim dan komandan Persia Sasaniyah ini? 

************ 

Hormuz, komandan Persia, keluar dari pasukannya dengan kudanya, menantang kaum Muslim untuk berduel... dan berteriak, "Di mana Khalid?!" Maka Khalid ibn al-Walid keluar dengan kudanya untuk menghadapi tiran ini. 

Khalid ibn al-Walid, semoga Allah meridainya, mendekati Hormuz dengan sangat dekat. Keduanya lebih dekat dengan pasukan Persia daripada dengan pasukan Muslim. 

Hormuz turun dari kudanya dan memberi isyarat kepada Khalid, "Lawan aku dengan berjalan kaki jika kau seorang pahlawan." Khalid menerima tantangan itu dan turun dari kudanya. Hormuz memukul kudanya dan membawanya kembali ke pasukan, dan Khalid melakukan hal yang sama. Itu adalah adegan yang menegangkan, dengan semua orang tegang. Kedua pasukan menyaksikan situasi ini dengan sangat cemas. Panglima tertinggi Muslim melawan panglima tertinggi Persia—suatu kejadian langka dalam sejarah! 

Kedua panglima itu bertarung dengan berjalan kaki, yang berarti kematian pasti bagi salah satu dari mereka. Tidak ada jalan keluar! 

Khalid berbenturan dengan Hormuz dan menunjukkan keterampilan bertarung yang luar biasa yang membuat Hormuz takjub. Setelah beberapa menit, Khalid berdiri. Di tangannya ada pedangnya, berlumuran darah panglima Persia. 

Orang-orang Persia terkejut, dan orang-orang Muslim bersukacita.

Dengan kematian Hormuz, orang-orang Persia tercengang. Bagaimana mungkin panglima mereka dibunuh oleh seorang Arab? Mereka menganggap orang Arab tidak berarti dibandingkan dengan negara, peradaban, dan pasukan mereka. Pedang Allah, Khalid ibn al-Walid, tidak memberi mereka waktu untuk pulih dari guncangan ini. Ia memerintahkan pasukannya untuk melancarkan serangan umum terhadap pasukan Persia. Pasukan Persia tidak dapat bertahan lama karena absennya komandan mereka dan kurangnya organisasi. Barisan mereka tercerai-berai, dan kaum Muslim menembus pasukan mereka, menimbulkan kerugian besar. Kaum Muslim mampu meraih kemenangan dalam pertempuran besar ini di bawah kepemimpinan komandan militer paling cakap dalam sejarah, Khalid ibn al-Walid. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Abu Bakar, semoga Allah meridainya, di Kazma. Pertempuran ini dinamakan Pertempuran Kazma (sekarang Negara Kuwait) sesuai nama kota tersebut. Pertempuran ini juga disebut Pertempuran Rantai karena Persia menggunakan rantai untuk mengikat beberapa kontingen pasukan mereka. Itulah Khalid, dan itulah metode pertempuran Khalid. Seorang komandan yang patut dibanggakan oleh kaum Muslim, dan sejarah besarnya mereka hargai. 


Pedang Allah yang Terhunus — Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu. 

Pujian Rasulullah kepada Khalid bin Walid terungkap dalam kalimat berikut: 

‎نِعْمَ عَبْدُ اللهِ أَخُو العشيرة خالد بن الوليد مِنْ سيُوف الله سَلَّهُ اللهُ علَى الكافرين والْمنافقين 

"Sebaik-baik saudara klan Quraisy, Khalid ibn Walid, salah satu pedang Allah yang terhunus untuk menghancurkan orang-orang kafir dan munafik.”

Baca juga : 

Sumber:
Al-Tabari, Sejarah Bangsa dan Raja.
Ibn al-Athir, Sejarah Lengkap.
Ibn Kathir, Awal dan Akhir.

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah