BERHENTILAH SEKADAR MENGAKU, MULAIALAH AGAR DICINTAI ALLAH ﷻ
BERHENTILAH SEKADAR MENGAKU, MULAIALAH AGAR DICINTAI ALLAH ﷻ
Mengaku mencintai Allah ﷻ adalah perkara mudah, namun yang jauh lebih utama adalah bagaimana agar Allah ﷻ mencintai kita. Cinta dari Sang Pencipta tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan hanya kepada hamba yang pantas menerimanya melalui pembuktian amal saleh yang nyata. Saat Allah ﷻ mencintai seseorang, Dia akan menjadi penolong dan pembela baginya pada setiap urusan, karena kedudukan sebagai kekasih Allah ﷻ adalah pencapaian tertinggi bagi setiap jiwa yang beriman.
Keagungan cinta Allah ﷻ ditandai dengan diterimanya seorang hamba oleh penghuni langit dan bumi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit seraya berkata: ‘Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah ia.’ Maka penduduk langit pun mencintainya, lalu Allah menjadikan penerimaan dan simpati terhadapnya di bumi.
Dan apabila Allah membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia.’ Maka Jibril pun membencinya. Lalu Jibril menyeru kepada penduduk langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia.’ Maka mereka pun membencinya, kemudian kebencian terhadapnya ditanamkan di bumi.” (HR. Muslim: 2637dan Al-Bukhari: 7485)
Allahu a’lam bishawab.
Komentar
Posting Komentar