ZAMAN YANG SEMAKIN MEMBURUK
ZAMAN YANG SEMAKIN MEMBURUK
Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda:"Tidaklah datang kepada kalian suatu zaman, melainkan zaman setelahnya lebih buruk darinya, hingga kalian bertemu dengan Rabb kalian." (HR. Al-Bukhari no. 7068, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)
Sebaik apapun Pemimpinmu, tetap Saja Buruk Dimatamu !! Pemimpinmu adalah Cerminan dari perbuatanmu !! Jika pemimpinmu Buruk semua itu karena kualitas Rakyatnya yang juga semakin Buruk
Mau pemimpin Baik dan Sholeh..???
Maka ... Perbaiki dirimu !!!
Bapak Soeharto Rahimahullah ....
Dan Hanya Beliau yang bertahan begitu lama memimpin Indonesia, Dizamannya Tidak ada yang berani menentang pemerintah, Berdemo atau mengkritik pemerintah terang²an, Rakyat Alhamdulillah hidup dengan Damai sejahtera tidak banyak tuntutan, Ekonomi berjalan dengan Baik, Negara² asing Segan tunduk dan hormat hingga beliau dijuluki Sebagai Bapak Pembangunan Indonesia
Tapi Sebaik apapun beliau jadi pemimpin tetap saja Di hujat, Dikritik, Di caci maki oleh rakyatnya keserakahan, Cinta kekuasaan, Kedudukan, harta membuat sebagian orang Tidak sabar dengan kekurangan² pemimpinnya dengan bermacam² alasan, akhirnya Beliau dikudeta Di lengserkan dari jabatannya dengan tidak Hormat.
Yel yel Mereka hanya perubahan "REFORMASI" ....
Setelahnya !!
Apa yang terjadi ??
Apakah Negara ini berubah ?
Adakah pemimpin yang sesuai dengan hawa Nafsu mereka ?
Bisakah mereka mendapatkan keadilan seperti yang mereka Harapkan ?
Atau Semakin Buruk ??
Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam Sudah mewanti² ummatnya bersabda:
"Tidaklah datang kepada kalian suatu zaman, melainkan zaman setelahnya lebih buruk darinya, hingga kalian bertemu dengan Rabb kalian." (HR. Al-Bukhari no. 7068, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)
Alangkah benarnya Sabda Nabi tersebut bukan ?!?
Pemimpinmu datang silih berganti tapi hobbymu tetap saja mencela Pemimpinmu setiap Lima tahun sekali Diganti, itupun tak lepas dari hinaan provokasi karena tidak sesuai dengan Harapanmu, dengan Hawa Nafsumu, belum lama menjabat engkau lengserkan, Kau Demo kau makzulkan, kau mau pemimpin yang seperti apa ?
"Seperti Umar Bin khattab Radiallahu anhu ?
"Maka Jadilah seperti rakyatnya Umar"
Itupun Umar yang bagi kita di masa sekarang adalah pemimpin impian, toh terbunuh juga oleh rakyat yang tidak suka kepemimpinannya.
Jangankan Umar, sekelas Nabi shallallahu'alaihi wasallam manusia paling mulia, ada juga rakyat yang datang lalu berkata "wahai nabi berlaku adillah."
Kurang adil apa kepemimpinan mereka ?
Di tangan mereka kejayaan islam, yang bahkan orang yahudi dan Nashoro pun aman tanpa gangguan.
Bukan pemimpinnya yang tidak bagus, kadang kala kita yang kurang bersyukur dan kurang sabar.
Tegakkan Tauhid hidupkan Sunnah sebagaimana rakyat di masa pemimpin² terbaik, in syaa Allah akan lahir pemimpin yang baik dari rakyat yang baik.
𝗝𝗶𝗸𝗮 𝗞𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗦𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗨𝗺𝗮𝗿 𝗯𝗶𝗻 𝗞𝗵𝗮𝘁𝘁𝗮𝗯, 𝗠𝗮𝗸𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗦𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗻𝘆𝗮 𝗨𝗺𝗮𝗿 ... !!!
Berkata As Syaikh DR. Muhammad Said Roslan hafizhahullah:
إِذَا أَرَدتُمْ حَاكِمًا كَعُمَرَ، فَكُونُوا رَعِيَّةً كَرعِيَّةِ عُمَرَ
"Jika kalian ingin Pemimpin seperti Umar bin Khattab, maka jadilah rakyat seperti rakyatnya Umar."
Diantara sifat-sifat rakyat nya Umar bin Khattab radhiyaAllahu anhu adalah:
- Mereka sangat perhatian terhadap Tauhid (dalam beramal dan berdakwah).
- Memiliki sikap keras terhadap kesyirikan.
- Menjalankan Ibadah sesuai contoh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
- Memiliki sikap keras kepada bid'ah.
- Melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar.
- Semangat dalam berjihad membela agama.
- Sangat mencintai Al-Qur'an (Bacaan, Hafalan, Amalan, Dakwah).
- Mentaati dan mendengar pemimpin dalam kebaikan.
- Menjaga persatuan kaum muslimin diatas sunnah.
- Menunaikan hak sesama muslim, bahkan kepada orang-orang kafir yang berhak.
- Mendahulukan sunnah dari pendapat mereka sendiri.
- Semangat dalam belajar agama dan mengamalkan ilmu.
- Bangga dengan keislaman dan ittiba' mereka kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (tidak minder dan ciut).
- Para wanita menjaga aurat nya dan tidak berkeliaran di jalanan tanpa kebutuhan.
- Wanita sebagai madrasah pertama dalam mendidik generasi.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا
“Aku wasiatkan kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah serta mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun pemimpin tersebut seorang budak dari Habasyah.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Berkata Syueb Al Arnuth : Hadits Shahih].
Berkata Imam Ahmad rahimahullah:
والسمع والطاعة للأئمة وأمير المؤمنين البر والفاجر ومن ولي الخلافة واجتمع الناس عليه ورضوا به ومن عليهم بالسيف حتى صار خليفة وسمي أمير المؤمنين
Wajib mendengar dan taat kepada pemimpin kaum mukminin, Baik dia orang baik maupun orang fasik, atau kepada orang yang memegang tampuk khilafah, disepakati masyarakat, dan mereka ridha kepadanya, atau kepada orang yang menguasai mereka DENGAN PAKSA (pemberontakan atau kudeta) sehingga dia menjadi khalifah dan dinobatkan sebagai pemimpin kaum muslimin. (Ushul Sunah, no. 15).
Komentar
Posting Komentar