Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Puasa Syawal: Puasa Seperti Setahun Penuh

Puasa Syawal: Puasa Seperti Setahun Penuh  Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami akan coba membahas terkait hadits puasa syawal. Semoga pembahasan hadits puasa syawal yang singkat ini bisa bermanfaat untuk kita semua.  Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …  “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, …” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)  Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Qudsi:  وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ  “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunna...

“Menjual Ayat-ayat Allah dengan Harga Murah"

Simak video berikut : Sumber video :  https://www.facebook.com/share/ “Menjual Ayat-ayat Allah dengan Harga Murah" وَاِ ذْ  اَخَذَ  اللّٰهُ  مِيْثَا قَ  الَّذِيْنَ  اُوْتُوْا  الْكِتٰبَ  لَتُبَيِّنُنَّهٗ  لِلنَّا سِ  وَلَا  تَكْتُمُوْنَهٗ   ۖ فَنَبَذُوْهُ  وَرَآءَ  ظُهُوْرِهِمْ  وَ  اشْتَرَوْا  بِهٖ  ثَمَنًا  قَلِيْلًا   ۗ فَبِئْسَ  مَا  يَشْتَرُوْنَ  “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya, lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 187)  Menyembunyikan kebenaran dan menjualnya dengan harga murah   وَاٰ مِنُوْا  بِمَاۤ  اَنْزَلْتُ  مُصَدِّقًا  لِّمَا  مَعَكُمْ  وَلَا  تَكُوْنُوْاۤ  اَوَّلَ  كَا فِرٍ  بِۢهٖ   ۖ وَلَا  تَشْتَرُوْا  بِاٰ يٰتِيْ  ثَمَنًا  قَلِيْلًا   ...

Kenapa dan alasan kiyai-kiyai Aswaja NU tidak mau mengupas amalan-amalan bid'ah dhalalah

Pernahkah kita bertanya… kenapa hadis “ kullu bid’ah dhalalah ” jarang terdengar di sebagian mimbar?  Padahal hadis ini sangat tegas: “Setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim) Dalam video ini, kita mengajak berpikir lebih dalam.  Apakah dakwah hari ini masih murni menyampaikan dalil?  Ataukah sudah mulai menyesuaikan dengan realitas dan tradisi yang berkembang?  Fenomena pelabelan seperti “ Wahabi ” saat hadis disampaikan apa adanya. Perbedaan antara dalil dan tradisi.  Dampak jika batas antara sunnah dan budaya mulai kabur.  Benarkah semua bid’ah bisa dikecualikan? Jadi.., kalau demikian benarlah " Aswaja " yang di gadang-gadangkan NU adalah tradisi (kebiasaan/jahihiliyah) dengan kata lain Aswaja itu adalah kependekan dari " A hlu s sunnah Wa risan Ja hililiyah (tradisi)" atau " A hlu s sunnah Wa risan Ja wa" Kemudian sebaliknya kalau begitu..,  " Wahabi " adalah kependekan dari kata " Wa risan Ha dis Na bi " Simak video berikut : Sum...

Sejarah Dakwah ‘Wahabi’ di Nusantara Menurut Buya Hamka

Gambar
Sejarah Dakwah ‘Wahabi’ di Nusantara Menurut Buya Hamka  Sejak zaman dahulu sampai zaman sekarang kita menyaksikan para ulama dan tokoh-tokoh Islam yang bermanhaj Salaf ahlus sunnah wal jama’ah yang bersungguh-sungguh di dalam berpegang teguh pada al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih dapatlah dipastikan terdapat musuh-musuh yang menghalangi dakwah yang penuh berkah ini, baik dari kalangan kafir, munafik, komunis, syi’ah dan para tokoh ahli bid’ah lainnya. Bahkan di zaman keterbukaan informasi ini kita menyaksikan penceramah-penceramah yang viral di media sosial pun tidak ketinggalan dengan menyemburkan fitnah yang sangat beracunnya kepada dakwah ini dengan sebutan ‘Wahabi’ atau ‘Salafi Wahabi’ dengan konotasi yang sangat buruk sekali, sungguh miris memang mendengarnya. Allahul musta’aan. Maksud dan tujuan mereka tentunya disadari atau tidak, dipahami atau tidak adalah menjauhkan umat dari dakwah Tauhid dan Sunnah. Mempertahankan umat pada ajaran-ajaran tradisi ...

Puasa dan Al-Quran bisa memberikan syafa’at bagi kaum muslimin di hari kiamat kelak dengan izin Allah.

Simak video penjelasan Ust. Dr. Syafiq Riza Hasan Basalamah, Lc., MA.  berikut : Puasa dan Al-Quran bisa memberikan syafa’at bagi kaum muslimin di hari kiamat kelak dengan izin Allah.  Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,  ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ  “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]  Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ...

Tanggung Jawab Suami yang Tinggal di Rumah Mertua

Tanggung Jawab Suami yang Tinggal di Rumah Mertua  Belakangan ini muncul fenomena yang cukup memprihatinkan. Banyak rumah tangga tinggal serumah dengan mertua, dan hampir seluruh kebutuhan mereka ditanggung oleh orang tua istri. Sementara itu, suami justru merasa nyaman tanpa beban. Di beberapa lingkungan, kondisi seperti ini bahkan dianggap biasa. Seolah peran kepala keluarga bisa dialihkan begitu saja kepada mertua.  Persoalan ini bisa muncul karena beberapa sebab. Pertama, suami tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak punya penghasilan. Ada juga suami yang sebenarnya mampu bekerja, tetapi memilih menganggur dan tidak berusaha mencari nafkah. Semua kebutuhan akhirnya diserahkan kepada mertua.  Persoalan ini bisa muncul karena beberapa sebab. Pertama, suami tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak punya penghasilan. Ada juga suami yang sebenarnya mampu bekerja, tetapi memilih menganggur dan tidak berusaha mencari nafkah. Semua kebutuhan akhirnya diserahkan kepada mertua....

Belajar dari Surah Ar-Rum: Membaca Perang Israel–Iran dengan Kacamata Sirah Nabawiah

Gambar
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الۤمّۤۚ ۝١ غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ ۝٢ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ ۝٣ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُۗ وَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ ۝٤ بِنَصْرِ اللّٰهِۗ يَنْصُرُ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ۝٥ وَعْدَ اللّٰهِۗ لَا يُخْلِفُ اللّٰهُ وَعْدَهٗ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ۝٦  ( 1 ) Alif Laam Miim  ( 2 ) Telah dikalahkan bangsa Rumawi,  ( 3 ) di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang  ( 4 ) dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,  ( 5 )   Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.  ( 6 )   (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Ny...

MENGAPA KAUM MUSYRIKIN MEKKAH MENOLAK MENGUCAPKAN "LAILAHAILLALLAH

MENGAPA KAUM MUSYRIKIN MEKKAH MENOLAK MENGUCAPKAN "LAILAHAILLALLAH Oleh : Abdussalam Syuwa'ir Hafizhahullah  ​"Jika engkau telah mengetahui (makna) Laa ilaha illallah, semoga Allah memperbaiki hatimu, sehingga ia kembali (bertaubat), tunduk, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. ​Maka kalimat ini adalah kalimat yang agung. Ketahuilah wahai muslim, bahwa sekadar mengucapkannya saja tidaklah cukup. Buktinya, kaum musyrik yang dahulu tinggal di sekitar Masjid Rasulullah ﷺ, Nabi ﷺ bersabda kepada mereka: ​«قُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ» (Katakanlah: Laa ilaha illallah) ​Namun demikian, mereka enggan mengucapkannya karena mereka mengetahui bahwa makna yang dituntut dari orang yang mengucapkannya tidak ada pada mereka. ​Bagaimana mungkin mereka mengucapkan Laa ilaha illallah sementara mereka menyembah 'Uzza, Manat, Lata, dan tuhan-tuhan lainnya? ​Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa kita wajib, dengan kewajiban yang mutlak, untuk mengetahui makna Laa...

SHALAT IED, HUKUMNYA FARDHU AIN BUKAN SUNNAH

Gambar
SHALAT IED, HUKUMNYA FARDHU AIN BUKAN SUNNAH Oleh : Ustadz Subhan Bawazier Hafidzhahullah  Dari Ummu Atiyyah radhiallahu 'anha, dia berkata; Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk keluar di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.  Baik wanita yang baru balig, wanita sedang haid dan wanita perawan. Sementara orang yang haid dipisahkan dari (tempat) shalat. Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Islam." Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada di antara kami yang tidak mempunyai jilbab." Beliau mengatakan,  Sebaiknya saudara perempuannya memberinya jilbab." (HR. Bukhari 324 dan Muslim 890) Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, Yang terkuat sesuai dalil yang ada bahwa shalat Id adalah fardu ain.  Hal itu diwajibkan kepada seluruh laki-laki untuk menghadiri shalat Id, kecuali yang mempunyai uzur. (Majmu Al-Fatawa, 16/217) Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengomentari pendapat yang mengatakan (shalat Id) fardu ain, "Pendapat ini y...

Mengapa Muslim Ahlussunnah timur tengah membenci Ayatollah Ali Khomenei dedengkot Syiah Rafidhah..?

Gambar
Mengapa Muslim Ahlussunnah timur tengah membenci Ayatollah Ali Khomenei dedengkot Syiah Rafidhah..? Sebab muslim Ahlussunnah lebih faham ilmu agama di banding muslim Aswaja Ahlul BID'AH. Muslim Ahlussunnah mereka Faham bahwa Syiah Bukanlah bagian dari Islam dan syiah memusuhi islam dan kaum muslimin. Sedangkan Aswaja kebanyakan hanya fokus kepada besek kenduri saja. Dan mereka adalah orang yang tertinggal dalam keilmuan. Kalau ada yang tersinggung berarti tepat sasaran.  Syiah Kafir menurut pendapat imam Ahmad : Banyak riwayat telah datang darinya dalam mengafirkan golongan Syi'ah Rafidhah. Di antaranya: Al-Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar al Marwadzi, ia berkata: " Aku bertanya kepada Abu Abdillah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar, dan 'Aisyah? " Beliau menjawab, ما أراه على الإسلام  " Aku tidak melihatnya di atas Islam ." Al-Khalal berkata lagi: Abdul Malik bin Abdul Hamid memberitakan kepadaku, ia berkata: Aku mendengar Abu Abdillah berkata...

Ngalap Berkah Yang Dibolehkan Dan Terlarang

Ngalap Berkah Yang Dibolehkan Dan Terlarang  Dalam bahasa Arab, barokah bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa juga bermakna bertambah atau berkembangnya sesuatu. Tabriik adalah mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan. Sedangkan tabarruk adalah istilah untuk meraup berkah atau “ngalap berkah”.  Adapun makna barokah dalam Al Qur’an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya. Demikian kesimpulan dari Dr. Nashir Al Judai’ dalam At Tabaruk, hal. 39.  Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Maksud dari ucapan do’a “ keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad karena engkau telah memberi keberkahan kepada keluarga Ibrahim , do’a keberkahan ini mengandung arti pemberian kebaikan karena apa yang telah diberi pada keluarga Ibrahim. Maksud keberkahan tersebut adalah langgengnya kebaikan dan berlipat-lipatnya atau bertambahnya kebaikan. Inilah hakikat barokah”. Lihat Jalaul Afham fii Fadhlis...