Bacaan dan Makna Doa Nabi Yunus saat Terjebak di Perut Ikan Paus

Bacaan dan Makna Doa Nabi Yunus saat Terjebak di Perut Ikan Paus 

Kisah Nabi Yunus merupakan salah satu cerita yang paling banyak dikenal orang-orang muslim. Bagaimana mungkin salah satu hamba Allah SWT yang sangat baik dan terkasihi malah ditelan ikan paus? Hingga Sang Nabi merasa putus asa karena sudah berhari-hari berada dalam perut ikan yang besar.  

Dalam Al-Qur’an mencatat kisah Nabi Yunus pada surat As-Saffat 139-148 yang dimana pada kisah Nabi Yunus dia memanjatkan sebuah doa pada Allah SWT. Hingga akhirnya ia dikeluarkan dari perut ikan yang besar atas izin-Nya. 

Kisah Nabi Yunus AS Menyebarkan Islam 

Kisah awal Nabi Yunus pada perjalanan menyebarkan ajaran agama Islam, ia telah diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada suatu kaum yang mana telah menyimpang jauh dari jalan yang benar. Menurut Kitab Qasash Al-Anbiya karya Ibnu Katsir yang telah diterjemahkan oleh Saefullah MS, kaum yang berada di suatu negeri Niniwa dekat Kota Mosul, Irak. 

Semua masyarakat yang tinggal di kota ini mulai menyembah patung-patung yang sudah mereka anggap sebagai Tuhan mereka sendiri. Menguntip dari buku kisah Nabi Yunus AS Kisah 24 Nabi dan Khulafaur Rasyidin yang ditulis oleh Hendro Trilaksono Nabi Yunus mengajak mereka untuk mulai berpikir dan memperhatikan lingkungan sekitar mereka.

Salah satunya adalah untuk berpikir apakah pantas mereka untuk menyembah patung-patung yang mereka buat. Bukankah yang menciptakan alam dan isinya lah yang harus mereka sembah, kemudian Nabi Yunus mulai mengajarkan kepada mereka bahwa Allah yang seharusnya mereka sembah bukan patung. 

Akan tetapi Nabi Yunus mendapatkan penolakan dari masyarakat sana. Orang-orang yang tinggal di Kota tersebut menilai bahwa Nabi Yunus merupakan orang asing dan bukan dari golongan mereka, sehingga mereka tidak ada hubungan kekerabatan antara mereka dan Nabi Yunus. Hal ini dikarenakan kaum tersebut tidak mau menerima ajaran dari Nabi Yunus, meskipun Nabi Yunus telah bercerita kepada mereka semua tentang kisah-kisah orang-orang yang sudah terdahulu mengingkari dan menentang ajaran Allah. Ketika ajaran Nabi Yunus dan Rasul tidak mereka taati, maka turunlah azab Allah sehingga mereka semua binasa.

Lalu Nabi Yunus akhirnya berdoa kepada Allah supaya orang-orang tersebut dihukum. Sehingga Allah mendatangkan azabnya atas ketidakpatuhan mereka semua. Tempat tinggal mereka seolah-olah seperti daun yang bergoyang apabila ditiup angin. Sehingga mereka semua tidak mampu untuk berdiri seperti sebuah kapal yang terombang-ambil di atas lautan. 

Ketika hal itu terjadi kepada mereka, lalu teringatlah mereka dengan cerita Nabi Yunus tentang kaum-kaum yang telah dibinasakan Allah. Dan mereka baru menyadari sebuah kebenaran dari ajaran Nabi Yunus itu. Akan tetapi saat itu, Nabi Yunus telah pergi meninggalkan kota mereka.

Kisah Lengkap Nabi Yunus Yang Dilempar Ke Laut 

Setelah Nabi Yunus mengalami penolakan, ia pun mulai berkelana dan putus asa karena semua ajarannya tidak diterima oleh kaum tersebut. Nabi Yunus pun merasa ingin menyerah dan terus berjalan hingga bertemu dengan sebuah kapal yang akan segera berlayar untuk menyebrangi samudra.

Lalu Nabi Yunus pun ikut dalam pelayaran tersebut bersamaan dengan penumpang lainnya pada kapal itu. Akan tetapi, ditengah perjalanan Nabi Yunus dalam menyebrangi kapal, keadaan berubah menjadi semakin memburuk. Yang mana kapal yang ia naiki hampir tenggelam, sehingga harus ada salah satu penumpang yang harus dilemparkan ke laut supaya kapal tidak tenggelam. 

Kemudian para penumpang mengadakan pengundian untuk menentukan seorang yang harus keluar dan dilempar ke laut dari kapal. Dan nama yang keluar adalah Nabi Yunus, meskipun pengundian diulang sebanyak tiga kali tetap saja yang keluar adalah Nabi Yunus. Lalu tersadarlah Nabi Yunus terhadap amarah yang diberikan Allah kepada dirinya. Sehingga ia pun tidak mengelak dan bertawakal kepada Allah. Lalu akhirnya diapun dilemparkan ke dalam laut, dan kapal menjadi tidak tenggelam.

Kisah Nabi Yunus dalam Perut Ikan Paus 

Ketika Nabi Yunus mulai merasakan tubuhnya seakan tenggelam di Samudera, seekor ikan paus yang sangat besar pun mendekatinya dan menelannya. Ketika Nabi Yunus berada dalam perut ikan paus, ia mulai banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah.

لآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn (QS. Al Anbiya 87) 

Artinya: "Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim."

Setelah 40 hari lamanya Nabi Yunus dalam perut Ikan, Allah memerintahkan ikan paus untuk mengeluarkan Nabi Yunus ke sebuah daratan yang kering tandus. Di tempat tersebut, Nabi Yunus menemukan makanan sebagai karunia dari Allah SWT.

Di sana, Nabi Yunus juga akhirnya bertemu kembali dengan kaum yang telah bertaubat setelah sebelumnya menolak ajarannya. Mereka hidup damai dalam agama Allah SWT. Kisah Nabi Yunus tertulis dalam Al Quran surat 

As-Saffat: 139-148

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ
لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ
وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ

Artinya: "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari (meninggalkan kewajiban) ke kapal yang penuh muatan. Kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedangkan ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu."

Bacaan Doa Nabi Yunus Kepada Allah SWT

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

"Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadz-dzalimin."

Artinya: "Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya, aku termasuk orang-orang yang zalim." 

Doa yang Nabi Yunus panjatkan tersebut juga tertuang dalam kitab suci Al Quran, yakni di dalam Surah Al Anbiya (21) ayat 87 yang bunyinya:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ 

Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika ia pergi dalam kondisi marah, kemudian ia mengira bahwa Kami tidak akan mempersulitnya. Maka ia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim." (Q.S Al Anbiya: 87)

Makna dan Fadhilah Doa Nabi Yunus AS 

Doa agung satu ini mempunyai makna dan keutamaan tersendiri. Berikut ini adalah garis besar dari keistimewaan doa yang Nabi Yunus panjatkan ketika terperangkap di perut ikan paus. 

1. Bentuk Permohonan Ampun dan Kesadaran atas Dosa yang Dilakukan 

Inti dari doa ini adalah pengakuan salah dan dosa. Setelah kabur dan mengabaikan perintah Allah SWT, dengan rendah hati Nabi Yunus mau mengakui kesalahan dan meminta ampunan. Hal inilah yang membuat Allah tergerak untuk mengijabahi doa nabinya dan memberikan ampunan.

2. Doa dalam Menghadapi Kesulitan 

Melalui kisah Nabi Yunus, umat Islam diajarkan untuk senantiasa melangitkan doa, terlebih dalam kondisi sulit dan terjepit. Sebagaimana Nabi Yunus, insyaaAllah, pertolongan-Nya akan datang memberikan jalan keluar atas permasalahan yang tengah kita alami. Kondisi ini juga menyadarkan umat muslim bahwa hanya Allah-lah pertolongan sejati yang akan tiba untuk hamba-Nya. 

3. Perantara Dibukanya Pintu Rezeki 

Doa Nabi Yunus memanglah doa pertobatan. Namun, kesungguhan mengamalkan doa ini juga tidak menutup kemungkinan terbukanya kembali pintu-pintu rezeki Allah SWT untuk kehidupan kita.

4. Bentuk Kepatuhan dan Keberanian  

Berada di dalam perut ikan paus selama berhari-hari tentu bukan hal yang menyenangkan. Dengan kondisi gelap dan dingin, Nabi Yunus masih teguh pendirian melangitkan doa dan meminta bantuan Allah SWT. Alih-alih mengumpat atau melakukan perbuatan dosa lainnya, Nabi Yunus memutuskan untuk berserah diri dan tunduk dengan perintah Tuhannya.

5. Menyempurnakan Tauhid Umat Muslim 

Bacaan doa Nabi Yunus mempunyai sisi keutamaan lain di dalam maknanya. Mengutip pendapat Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zadul Ma'ad: “Adapun doa Dzun Nun di dalamnya terdapat kesempurnaan tauhid, pensucian terhadap Alah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Serta terdapat di dalamnya pengakuan hamba terhadap kezaliman dan dosa yang telah ia lakukan, yang itu akan menjadi kunci utama hilangnya kesulitan, kesedihan, serta kegundahan. Dan ia menjadi perantara yang paling baik yang menghubungkan hamba kepada Allah Ta’ala supaya Dia memenuhi segala permohonannya” (Zadul Ma’ad : 4/208).

Doa Dzun Nun naikkan ini mempunyai kesempurnaan tauhid, yakni penyucian terhadap Allah Yang Maha Esa. 

Waktu Terbaik Membaca Doa Dzun Nun 

Sejatinya, membaca doa Nabi Yunus AS bisa umat muslim lakukan kapan saja dan tidak ada ikatan waktu. Kamu bisa menyertakannya saat mengadukan permasalahan yang tengah kamu alami kepada Allah SWT. 

Mengingat manusia adalah tempatnya salah dan dosa, kamu juga bisa mengulang doa agung ini. Harapannya, kesalahan yang disengaja maupun tidak bisa luntur dan mendapat ampunan.

1. Waktu Antara Adzan dan Iqamah 

Waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Kamu bisa merapalkan doa dan hajat kamu, termasuk doa Dzun Nun ini.

2. Doa Akhir Tahiyat Sebelum Salam dan Dzikir Setelah Sholat Lima Waktu 

Doa Nabi Yunus juga bisa kamu panjatkan setelah menunaikan kewajiban harian sebagai umat muslim. Di tahiyat akhir sebelum salam, tambahkan doa untuk memohon ampunan karena dijamin mustajab. 

3. Di Bulan Ramadhan 

Ketika sahur menjelang subuh, Allah turun ke langit untuk mengijabahi doa-doa hambanya. Di waktu berbuka, anjuran untuk memperbanyak doa juga Islam tekankan. Sehingga, tidak masalah jika kamu juga membaca doa yang Nabi Yunus panjatkan ketika berada di perut ikan paus itu. Itulah sekilas kisah Yunus dan perjuangannya mengambil hati Allah SWT untuk bisa keluar dari terkaman paus. Ia senantiasa berdoa dan mengharapkan ampun Allah SWT. 

Referensi ;

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah