Mengejek Orang-Orang Yang Berbuat Baik

Mengejek Kebaikan adalah Sifat Orang Munafik

Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. 

Kajian Hadits Tentang Bab Mengejek Orang-Orang Yang Berbuat Baik 

Diriwayatkan dari Abu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Kami diperintahkan untuk bersedekah.” Perintah ini merujuk pada perintah dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hal ini dihukumi marfu’ (disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam). 

Ibnu Mas’ud melanjutkan: “Kami pun pergi ke pasar untuk bekerja sebagai kuli agar mendapatkan upah. Lalu, Abu ‘Aqil bersedekah dengan setengah sha’ (takaran). Datang pula seseorang yang lain dengan sedekah yang lebih banyak dari itu,” dalam riwayat lain disebutkan bahwa dia Abdurrahman bin ‘Auf. 

Orang-orang munafik pun berkata, “Sesungguhnya Allah tidak butuh kepada sedekah yang sedikit ini.” Ini adalah komentar mereka terhadap sedekah Abu ‘Aqil yang hanya setengah sha’. Mereka juga mengomentari orang yang bersedekah lebih banyak, “Dia tidak melakukan ini melainkan hanya karena riya’ (pamer).” 

Maka, turunlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang orang-orang munafik tersebut: 

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 

“Orang-orang (munafik) yang suka mengejek orang-orang mukmin yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang tidak mendapatkan (untuk disedekahkan) selain kesanggupannya (tenaganya), lalu mereka mengejek orang-orang itu. Allah akan membalas ejekan mereka dan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. At-Taubah [9]: 79) 

Faedah dari Hadits dan Ayat 

1. Ketaatan dan Kesigapan Para Sahabat 

Faedah dari hadits ini adalah menunjukkan kepatuhan dan kecepatan para sahabat dalam melaksanakan perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ketika diperintahkan bersedekah, mereka langsung mempraktikkannya. Bahkan, di antara sahabat yang tidak memiliki uang, mereka pergi ke pasar untuk bekerja sebagai kuli. Hasil upahnya kemudian disedekahkan. Ini adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang muslim: segera melaksanakan perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan tidak menunda-nunda atau banyak bertanya. 

Contoh lain, ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat hijab, para wanita (sahabat) yang mendengarnya langsung menarik gorden (tirai jendela) mereka dan menggunakannya. Kesigapan mereka dalam beramal didasari oleh aqidah dan tauhid yang telah ditempa selama bertahun-tahun oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 

'Aisyah Radhiyallahu ‘Anha pernah berkata bahwa yang pertama kali turun dari Al-Qur’an adalah tentang surga dan neraka. Seandainya yang pertama kali turun adalah larangan mencuri atau berzina, para sahabat mungkin tidak akan meninggalkannya karena aqidah mereka belum siap. Oleh karena itu, berdakwah kepada manusia haruslah dengan menguatkan aqidah terlebih dahulu, menumbuhkan rasa takut, cinta, dan harapan kepada kehidupan akhirat di hati mereka. Jika tiga hal ini sudah tumbuh, maka jiwa sami’na wa ata’na (kami dengar dan kami taat) akan muncul. 

2. Semangat Bersedekah Para Sahabat 

Faedah selanjutnya adalah menunjukkan semangat para sahabat untuk bersedekah. Mereka yang susah pun berusaha sekuat tenaga agar dapat bersedekah. Bahkan, orang-orang fakir miskin datang mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena mereka tidak bisa bersedekah, saking besarnya keinginan mereka untuk beramal. 

3. Mengejek Kebaikan adalah Sifat Orang Munafik 

Di antara sifat orang-orang munafik adalah suka mengejek orang yang berbuat kebaikan. Misalnya, orang yang rajin ke masjid diejek sok suci, perempuan yang berhijab diejek rambutnya pitak, atau laki-laki yang berjenggot diejek seperti kambing. Mengejek orang yang ingin melaksanakan dan mempraktikkan perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah ciri khas mereka. 

4. Kesabaran Menghadapi Ejekan 

Disarankan untuk sabar menghadapi ejekan saat melakukan kebaikan. Jika seseorang tahu apa yang dilakukannya adalah kebaikan, ia harus melaksanakannya tanpa memedulikan komentar orang lain. Tidak perlu mendengar komentar orang. 

5. Mengejek Kebaikan Termasuk Dosa Besar 

Mengejek orang yang berbuat kebaikan termasuk dosa besar dan pelakunya adalah fasik. 

Sumber (baca selengkapnya) : https://www.radiorodja.com/55751-bab-mengejek-orang-orang-yang-berbuat-baik/

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah