Mana yang duluan ada. Ayam atau telur?

Anak ayam bertanya.., Kalau Manusia Mengerami Telur Ayam, Apakah Bisa Menetas?

Thomas Alva Edison juga pernah iseng mempertanyakan hal itu, dan secara serius menelitinya. Hasil kesimpulannya, manusia tidak bisa menetaskan telur dengan mengeraminya.

Kenyataan itu mungkin “menampar” inteligensi kita. Kalau seekor ayam saja bisa melakukan hal itu (mengerami dan menetaskan telur), kenapa manusia tidak bisa? ..., ๐Ÿคฃ

“Mana yang duluan ada. Ayam atau telur?”

Siapa yang bisa tidur nyenyak setelah tahu jawabannya? Telur Dulu Atau Ayam? (Bahasan Aqidah)

Mungkin pertanyaan tersebut hanyalah untuk main-main saja. Kalau dijawab: ayam, nanti dibilang: bukankah ayam dari telur ?. Kalau dijawab telur, nanti dibilang: Yang bertelur kan ayam ?

Akan tetapi jawaban yang benar sesuai aqidah umat islam adalah ayam dahulu yang diciptakan. Ini jelas karena Allah berfirman telah menciptakan makhluk hidup termasuk hewan berpasang-pasangan. Jadi yang diciptakan adalah ayam dahulu baru telur.

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَู…ِู† ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุฎَู„َู‚ْู†َุง ุฒَูˆْุฌَูŠْู†ِ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุฐَูƒَّุฑُูˆู†َ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasang supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (Az Dzariyat 49).

Keyakinan telur dahulu baru ayam atau pertanyaan seputar ini sebenarnya tidak bermanfaat dan memang awalnya dari ahli filsafat yang banyak merenungi hakikat kehidupan dengan menggunakan akal dan logika saja.

Baca : 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุฎู„ุงู ุงู„ุทูˆูŠู„ ุงู„ุนุฑูŠุถ ูƒุงู„ุงุฎุชู„ุงู ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ู…: ู‡ู„ ุงู„ุฃุตู„ ุงู„ุจูŠุถุฉ ุฃูˆ ุงู„ุฏุฌุงุฌุฉ؟! ูˆู„ุง ูุงุฆุฏุฉ ู…ู† ู…ุนุฑูุฉ ู‡ุฐุง! ุงู„ู…ู‡ู… ุฃู†ู‡ู… ูŠู‚ูˆู„ูˆู†: ุฅู† ู‡ู†ุงูƒ ุฃู†ุงุณุงً ู…ู† ุงู„ูู„ุงุณูุฉ ูŠุชู†ุงุธุฑูˆู† ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุณุฃู„ุฉ، ูˆุจูŠู†ู‡ู… ุดุฌุงุฑ ุนุธูŠู… ูˆุงู„ุนุฏูˆ ุนู„ู‰ ุฃุทุฑุงู ุงู„ุจู„

“Ini adalah perselisihan yang panjang sebagaimana perselisihan tentang “mana yang dahulu ayam atau telur”. Tidak ada manfaat berdebat tentang ini. Mereka mengatakan, sebagaian ahli filsafat membahas tentang ini. Di antara mereka ada perdebatan dan permusuhan yang sengit di berbagai negara.”[1]

Pertanyaan ini bisa muncul dari ahli filsafat yang memakai akal logika saja dalam berpikir. Mereka mengira dunia ini bisa terjadi secara kebetulan saja. Sehingga perlu diselidiki mana yang lebih dahulu, ayam atau telur

Syaikh Abdullah Al-Mani’ berkata:

ุฅู† ู‡ุฐุง ุงู„ุงูƒุชุดุงู ู‡ูˆ ุชุฃูƒูŠุฏ ู„ู†ุธุฑูŠุฉ ุฏุงุฑูˆูŠู† ููŠ ุงู„ู†ุดูˆุก ูˆุงู„ุงุฑุชู‚ุงุก, ุชู„ูƒ ุงู„ู†ุธุฑูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ุชุนุชู…ุฏ ุนู„ู‰ ุฅู†ูƒุงุฑ ุงู„ุฅู„ู‡, ูˆุฃู† ุงู„ุนุงู„ู… ูˆุฌุฏ ุนู„ู‰ ุณุจูŠู„ ุงู„ุตุฏูุฉ

“Penemuan (pernyataan telur dahulu dari ayam) adalah dukungan untuk teori Darwin mengenai penciptaan dan evolusi. Teori ini bersandar pada teori “pengingkaran terhadap Tuhan”. Mereka mengira ini terjadi secara kebetulan.”[2]

Baru-baru ini “Discovery Science” menemukan fakta ilmiah bahwa ayam dahulu yang diciptakan karena untuk adanya telur perlu protein tertentu yang hanya ada ayam. Alhamdulillah.

Demikian semoga bermanfaat

Artikel ditulis : Ustadz dr. Raehanul Bahraen M.Sc, Sp.PK, 

Referensi :

Sumber https://muslimafiyah.com/

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah