Apa itu Hasbara


Hasbara (Ibrani: הַסְבָּרָה, harfiah "menjelaskan") adalah strategi diplomasi publik dan propaganda sistematis Israel untuk membentuk opini internasional yang positif serta membenarkan kebijakan kontroversialnya. Ini merupakan upaya terorganisir untuk mempromosikan narasi pro-Israel di media sosial, berita, dan diplomasi guna membela diri, sering kali dengan memposisikan diri sebagai korban. (Wikipedia)

Poin-Poin Penting Mengenai Hasbara: 
  • Definisi & Tujuan: Hasbara bertujuan mengendalikan narasi, mendistorsi fakta, dan membenarkan tindakan militer Israel di Palestina. 
  • Asal-Usul: Istilah ini dipopulerkan oleh aktivis Zionis awal, Nahum Sokolow, pada awal abad ke-20. 
  • Metode Modern: Propaganda ini masif di era digital melalui infografis, video, tagar media sosial, influencer, dan pendampingan resmi kementerian. 
  • Fungsi Utama: Membenarkan aksi militer terhadap wilayah sipil, mengalihkan kesalahan ke kelompok milisi (seperti Hamas), dan memoles citra sebagai negara yang demokratis/terancam. 
  • Kritik: Sering dianggap sebagai disinformasi atau propaganda yang menutupi pelanggaran hak asasi manusia, terutama saat terjadi peningkatan konflik di Gaza.  
Hasbara dikelola oleh unit khusus termasuk juru bicara IDF (Pasukan Pertahanan Israel), Kementerian Luar Negeri, dan organisasi pro-Israel lainnya.  

-----

Apa itu Hasbara yang Disebut Pengurus PBNU soal 5 Nahdliyin ke Israel? 

Ketua Badan Pengembangan Jaringan Internasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jodi Mahardi menyebut-nyebut soal propaganda Hasbara yang dipakai Israel untuk menarik simpati masyarakat global.
Jodi saat itu sedang bicara mengenai dukungan kuat PBNU terhadap Palestina usai lima Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. 

Jodi mengatakan PBNU mendukung tegas Palestina seiring dengan serangan Israel yang melanggar hak asasi manusia (HAM) dan tindakan Israel tidak dapat diterima di era modern. (Baca selanjutnya, klik disini)

Apa itu Hasbara?

Kata Ibrani Hasbara secara harfiah memiliki arti "menjelaskan" dalam bahasa Indonesia. Kata ini dipopulerkan pada awal abad ke-20 oleh aktivis dan jurnalis Zionis Polandia, Nahum Sokolow. 

Hasbara pada dasarnya sama seperti propaganda lain. Namun, Hasbara seringkali dianggap sebagai gambaran distorsi dan rekayasa peristiwa demi peristiwa yang lebih terperinci yang digunakan Israel untuk membenarkan tindakan dan kebijakan kontroversialnya. 

Propaganda Hasbara pada hakikatnya sudah dilakukan sejak zaman dulu. Di era modern, propaganda ini pun mulai beralih ke dalam bentuk video, infografis, serta unggahan viral media sosial maupun tagar (hashtag). 

Hasbara memiliki beberapa fungsi. Salah satunya yaitu membenarkan aksi militer menargetkan wilayah sipil maupun warga sipil itu sendiri. Hasbara juga dipakai untuk mengoper kesalahan ke kelompok milisi Hamas, biasanya atas tewasnya sebagian besar warga sipil. 

Contoh Hasbara yaitu pernyataan Israel mengenai Hamas menggunakan sekolah hingga rumah sakit sebagai fasilitas militer. Ada pula soal Hamas yang disebut menggunakan warga Palestina sebagai "perisai manusia." 

Israel menggunakan foto-foto satelit serta pengakuan para tahanan Hamas untuk mendukung klaim ini. Meski begitu, tak ada bukti yang dapat diverifikasi secara independen. 

Negeri Zionis juga menggunakan Hasbara dalam bentuk disinformasi untuk dijadikan senjata melawan amarah publik atas kebrutalan Israel. 

Contohnya yaitu ketika Israel memerintahkan warga Palestina untuk evakuasi dari satu wilayah ke wilayah lain. Perintah itu seakan menunjukkan bahwa Israel berusaha mencegah warga sipil menjadi korban jiwa. 

Namun, jika dicermati lebih dalam, perintah itu merupakan dalih yang kuat untuk membenarkan serangan Zionis ketika menewaskan warga sipil. 

Militer akan menyatakan bahwa mereka sudah meminta warga evakuasi sehingga bukan salah mereka jiwa ada warga yang tewas akibat serangan. 

Dilansir dari The New Arab, fungsi Hasbara lainnya yaitu untuk menggambarkan bahwa Israel merupakan korban atau bahkan pihak yang tertindas. 

Fungsi ini mungkin tepat jika digunakan dalam perang Arab-Israel 1967. Namun akan sangat tak masuk akal jika dipakai dalam konflik di Gaza. 

Pasalnya, Israel merupakan negara produsen senjata yang mendapat dukungan besar dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Israel sama sekali tidak lebih lemah dari Hamas. 

Oleh sebab itu, pernyataan Zionis bahwa Hamas menimbulkan ancaman bagi keberadaan Israel tidak relevan.

Pelajaran dari Iran..! 
Simak video berikut :


Baca juga artikel berikut :
Sumber : 

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah