Tidak merasa dihukum
KEMUNGKARAN YANG TERSEBAR TAPI DIANGGAP BIASA
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata
"نَصْبُ مُغَنِّيَةٍ لِلنِّسَاءِ وَالرِّجَالِ: هَذَا مُنْكَرٌ بِكُلِّ حَالٍ".
“Menampilkan (menghadirkan) seorang penyanyi wanita untuk (ditonton) oleh wanita dan laki-laki: ini adalah kemungkaran dalam setiap keadaan.”
Majmu' Al-Fatawa Juz 29 Halaman 553
Baca :
---o0o---
Tidak merasa dihukum
Kadang kita takut pada musibah, kehilangan, atau ujian yang terasa berat. Padahal, ada yang jauh lebih berbahaya dari itu semua: hati yang tidak lagi merasa bersalah saat bermaksiat.
Ketika dosa terasa biasa, ketika lalai terasa nyaman, ketika jauh dari Allah tapi hati tidak gelisah itulah tanda yang perlu ditakuti. Karena bisa jadi, itu bukan nikmat… tapi bentuk hukuman yang paling halus.
Allah tidak selalu menghukum dengan kesulitan. Terkadang, justru dengan dibiarkan terus dalam kelalaian tanpa rasa bersalah. Dan itulah hukuman yang sering tidak disadari.
Para ulama mengatakan,
“Di antara tanda seseorang dihinakan adalah ketika ia terus bermaksiat, namun hatinya tidak lagi tersentuh untuk kembali.”
Maka jika hari ini masih ada rasa gelisah saat berbuat dosa, masih ada penyesalan, masih ingin kembali itu tanda Allah masih sayang.
Jangan tunggu hati benar-benar mati.
Jangan tunggu sampai dosa terasa biasa.
Kembali… sebelum kita tidak lagi merasa perlu untuk kembali.

Komentar
Posting Komentar