JANGAN ASAL MENGAMBIL ILMU DAN PENUKILAN

JANGAN ASAL MENGAMBIL ILMU DAN PENUKILAN

Jangan sampai engkau tertipu oleh seseorang yang berhias dengan ucapannya:

"Ibnu Baz telah berkata..."
"Ibnu Utsaimin telah berkata..." رحمهم الله

Akan tetapi, kenalilah sumbernya. Pastikan ia berada di atas Sunnah, lalu ambillah manfaat darinya.

Janganlah engkau menjadi seperti pencari kayu bakar di malam hari, yang mengambil apa saja tanpa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily حفظه الله

Selektif dalam Menuntut Ilmu Agama jangan salah pilih Guru :

Ilmu agama adalah perkara yang agung, yang dengannya seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Tanpa ilmu agama, seseorang akan binasa. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

ألا إنَّ الدُّنيا ملعونةٌ ملعونٌ ما فيها ، إلَّا ذِكرُ اللَّهِ وما والاهُ ، وعالِمٌ ، أو متعلِّمٌ 

“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama” (HR. At Tirmidzi 2322, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi). 

Oleh karena itu, menuntut ilmu agama adalah perkara yang besar dan serius. Tidak boleh sembarangan dan main-main. Termasuk di dalamnya, perkara memilih orang yang akan diambil ilmunya; yang akan dijadikan guru; juga merupakan perkara serius, tidak boleh serampangan. Bahkan wajib selektif dalam menuntut ilmu agama, tidak mengambil ilmu dari sembarang orang. Inilah yang diajarkan dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi serta teladan dari para ulama terdahulu. 

Baca selanjutnya diartikel berikut : 

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah