TAKDIR SELALU BAIK, DARIMANA DATANGNYA KEBURUKAN?
TAKDIR SELALU BAIK, DARIMANA DATANGNYA KEBURUKAN?
Sering kali kita merasa hidup tidak adil. Rencana gagal, harapan tidak terwujud, bahkan datang hal-hal yang menyakitkan. Lalu muncul pertanyaan yaitu kalau Allah Maha Baik, kenapa ada keburukan dalam hidup kita?
Dalam Islam, kita diajarkan bahwa semua takdir Allah itu baik. Tidak ada satu pun ketetapan-Nya yang sia-sia atau zalim. Keburukan yang kita rasakan sebenarnya bukan dari Allah, tapi dari cara kita memandang atau dari perbuatan manusia itu sendiri. Allah ﷻ berfirman:
مَآ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ۖ وَمَآ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّفْسِكَ ۗ وَاَرْسَلْنٰكَ لِلنَّاسِ رَسُوْلًا ۗ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا
“Kebaikan (nikmat) apa pun yang kamu peroleh (berasal) dari Allah, sedangkan keburukan (bencana) apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS An-Nisā' [4]: 79).
Dalam salah satu doa iftitah yang terdapat dalam hadits ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu disebutkan,
وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ
“Kebaikan itu seluruhnya pada kedua tangan-Mu dan kejelekan tidak disandarkan kepada-Mu.” (HR Muslim: 771).
Artinya, semua yang Allah tetapkan pasti mengandung hikmah dan kebaikan, meskipun kita belum memahaminya. Bisa jadi yang kita anggap buruk hari ini, justru menyelamatkan kita dari keburukan yang lebih besar.
Gagal menikah, batal bisnis, tidak jadi pindah, atau kehilangan sesuatu, jika kita dalam keadaan beriman dan tetap dekat dengan Allah, maka itulah yang terbaik untuk kita.
Jadi, jangan buru-buru menilai takdir sebagai sesuatu yang buruk. Tugas kita bukan memahami semuanya, tapi yakin bahwa Allah selalu memilihkan yang terbaik. Percayalah, di balik setiap kejadian, selalu ada rahmat dan kasih sayang Allah yang mungkin belum kita sadari.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
Komentar
Posting Komentar