Urutan Sejarah Bani Israil dalam Al-Quran
Sebelum membahas mengenai Bani Israil, kita dapat kembali pada Kisah Nabi Ibrahim as sebagai moyang dari tiga agama samawi: Yahudi, Kristen, dan Islam. Nabi Ibrahim hidup di Kanaan, yang sekarang masuk di daerah Hebron.
Putra kedua Nabi Ibrahim adalah Nabi Ishaq as yang tinggal di Kanaan. Menurut pandangan orang-orang Yahudi, hanya Nabi Ishaq satu-satunya anak Nabi Ibrahim. Nabi Ishaq kemudian mempunyai putra yakni Nabi Ya’qub as yang juga tinggal di Kan’aan. Nabi Ya’qub memiliki julukan Israil, yang merupakan nenek moyang Israel. Nabi Ya’qub sendiri memiliki 12 anak, termasuk salah satunya adalah Nabi Yusuf. Dari dua belas anak inilah menjadi cikal bakal 12 suku Bangsa Israel. Setelah dibuang oleh saudara-saudaranya, Nabi Yusuf as hidup dan menjadi pejabat penting di Mesir.
Berikut ini adalah rangkaian cerita tentang Israel berdasarkan ayat al-Quran.
1. Ya’qub (Israil) pindah ke Mesir bersama anak-anaknya
وَرَفَعَ اَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوْا لَهٗ سُجَّدًاۚ وَقَالَ يٰٓاَبَتِ هٰذَا تَأْوِيْلُ رُءْيَايَ مِنْ قَبْلُۖ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّيْ حَقًّاۗ وَقَدْ اَحْسَنَ بِيْٓ اِذْ اَخْرَجَنِيْ مِنَ السِّجْنِ وَجَاۤءَ بِكُمْ مِّنَ الْبَدْوِ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ نَّزَغَ الشَّيْطٰنُ بَيْنِيْ وَبَيْنَ اِخْوَتِيْۗ اِنَّ رَبِّيْ لَطِيْفٌ لِّمَا يَشَاۤءُۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ ١٠٠
Ayat ini bercerita tentang kisah mimpi Nabi Yusuf yang menjadi kenyataan. Nabi Yusuf menjadi orang penting di Mesir dan memiliki posisi yang terhormat. Di masa itu, penguasa Mesir bergelar Hexos. Selama kurang lebih 400 tahun, bangsa Israel hidup dengan nyaman di bawah rezim Hexos.
2. Firaun berkuasa di Mesir, Bangsa Israel tertindas
وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ ٤٩
وَقَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اَتَذَرُ مُوْسٰى وَقَوْمَهٗ لِيُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَيَذَرَكَ وَاٰلِهَتَكَۗ قَالَ سَنُقَتِّلُ اَبْنَاۤءَهُمْ وَنَسْتَحْيٖ نِسَاۤءَهُمْۚ وَاِنَّا فَوْقَهُمْ قٰهِرُوْنَ ١٢٧
Pada dua ayat di atas, diceritakan bahwa Bangsa Israel tertindas dan mengalami genosida. Ayat pertama menunjukkan bahwa laki-laki (bukan bayi) dari Israel dibunuh, sedangkan ayat kedua mengisyaratkan bayi laki-laki dari bangsa Israel dibunuh. Artinya, ada dua kali percobaan genosida yang tercantum dalam al-Quran terhadap Bangsa Israel terutama kepada laki-laki.
3. Nabi Musa diutus untuk menyelamatkan Bangsa Israel keluar dari Mesir
فَلَمَّا تَرٰۤءَا الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰٓى اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَۚ ٦١
قَالَ كَلَّاۗ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ ٦٢
وَاَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِيْنَۚ ٦٤
وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۚ ٦٥
Pada tiga ayat di atas, diceritakan tentang percapakan antara Nabi Musa as dan Bani Israil yang sedang dikejar oleh Firaun. Setelah perdebatan antara Nabi Musa as dengan para penyihir Fir’aun dan ternyata Nabi Musa menang, Firaun memerintahkan untuk membunuh semua Bangsa Israel pada malam itu juga. Sehingga mereka lari dari kejaran Firaun.
Yang menarik adalah ketika Bani Israil ini sudah putus asa, karena maju kena dan mundur juga kena, Nabi Musa merespon “Tuhanku Bersamaku”. Memang seorang Nabi merepresentasikan kaumnya. Pertanyaannya kenapa Nabi Musa tidak mengatakan Tuhan kita? Jawabannya adalah karena sikap Bani Israil yang keras kepala dan boleh jadi mayoritas mereka belum beriman.
4. Firaun Mati Tenggelam dan Jasadnya ditemukan Utuh
فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةًۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ ٩٢
Firaun di masa Nabi Musa yang tenggelam, jasadnya kemudian ditemukan dan disimpan di Kairo. Ayat ini menjadi bagian dari kemukjizatan al-Quran (I’jaz al-Quran) yang menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah Swt.
5. Bani Israil Diperintahkan untuk Masuk ke Ardh al-Muqaddas (Tanah Suci/Palestina)
يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ ٢١
قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّ فِيْهَا قَوْمًا جَبَّارِيْنَۖ وَاِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَا حَتّٰى يَخْرُجُوْا مِنْهَاۚ فَاِنْ يَّخْرُجُوْا مِنْهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ ٢٢
Al-Quran tidak pernah menyebut kata Palestina, tetapi yang digunakan adalah al-Ardh al-Muqaddasah (Tanah Suci). Karena Palestina itu sendiri adalah masyarakatnya, sebuah Bangsa yang menjadi bagian dari Bangsa Arab. Ketika diajak masuk kesana, Bani Israil menolak ajakan Nabi Musa as.
6. Bani Israil menolak Ajakan Nabi Musa
قَالُوْا يٰمُوْسٰٓى اِنَّا لَنْ نَّدْخُلَهَآ اَبَدًا مَّا دَامُوْا فِيْهَاۖ فَاذْهَبْ اَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَآ اِنَّا هٰهُنَا قٰعِدُوْنَ ٢٤
Tampak pada ayat ini sikap Bangsa Israel kepada Nabi Musa as. Mereka keras kepala dan tidak menghormati Nabi mereka sendiri.
7. Nabi Musa Mengadu Kepada Allah Swt dan Mereka Dilarang Masuk kesana
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ لَآ اَمْلِكُ اِلَّا نَفْسِيْ وَاَخِيْ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ ٢٥
قَالَ فَاِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۚ يَتِيْهُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَࣖ ٢٦
Ayat ini menunjukkan kedurhakaan sebagian Bani Israil yang menolak perintah Tuhan. Sebagian dari mereka dilarang Tuhan masuk ke Tanah Suci. Menurut Prof Ali Jumah ada 22 kelompok Yahudi yang gak akan pernah mau masuk Israel. Kalau masuk dilaknat oleh Tuhan. Basis mereka ada di Eropa – Amerika.
8. Bani Israil Pasca Nabi Musa
اَلَمْ تَرَ اِلَى الْمَلَاِ مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰىۘ اِذْ قَالُوْا لِنَبِيٍّ لَّهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ اَلَّا تُقَاتِلُوْاۗ قَالُوْا وَمَا لَنَآ اَلَّا نُقَاتِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَقَدْاُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَاَبْنَاۤىِٕنَاۗ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِالظّٰلِمِيْنَ ٢٤٦
Pada periode pasca Nabi Musa as, orang-orang Bani Israil yang terusir dari Mesir dan tidak mau masuk ke Palestina, tinggal di sekitar tanah Palestina. Singkat cerita, mereka beranak pinak dan memiliki kehidupan. Akan tetapi, mereka tidak memiliki pemimpin. Bani Israil meminta kepada Nabi mereka, tidak disebutkan dalam al-Quran tetapi menurut riwayat Nabi itu bernama Yusa bin Nun.
9. Pengangkatan Thalut Sebagai Raja dan Penolakan Bani Israil
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًاۗ قَالُوْٓا اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ اَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِۗ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَالْجِسْمِۗ وَاللّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْكَهٗ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٤٧
10. Penguasaan Terhadap Tabut
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْكِهٖٓ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ التَّابُوْتُ فِيْهِ سَكِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰلُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَࣖ ٢٤٨
Bani Israil sepeninggal Nabi Musa, punya jimat namanya Tabut. Tabut ini dipercaya sebagai jimat yang membuat orang-orang Israil selalu menang dalam perang. Suatu saat jimatnya dirampas musuh dan hilang. Kerananya mereka kalah perang. Dari ayat ini pelajarannya, benda-benda yang bersejarah yang bisa menghubungkan dengan leluhur, jangan buru-buru dikatakan syirik. Bisa jadi itu adalah bagian dari benda sejarah yang bernilai.
Dari ayat ini dan ayat sebelumnya, Allah mengangkat Thalut sebagai raja mereka. Tetapi Bani Israil ini menolak keras karena Thalut ini bukan bangsawan dan bukan orang kaya. Menurut mereka yang berhak menjadi raja adalah orang kaya. Tetapi Allah Swt mengangkat Thalut sebagai raja karena penguasaannya terhadap Tabut.
Singkat cerita Thalut berperang dibantu panglima mudanya Daud. Inilah periode kedua orang-orang Bani Israil berhasil ke Palestina dan memiliki kerajaan. Pertama kali dengan raja sukses namanya Raja Daud. Raja Daud inilah yang merintis kerajaaan palestina.
Klaim orang-orang Israel sekarang ini meneruskan kerajaan di masa Nabi Daud, makanya kenapa benderanya dinamakan bintang Daud.
Terus apa di masa Nabi Daud itu orang-orang Israel beriman? Tidak. Yang durhaka tetap durhaka.
11. Nabi Daud melaknat Bani Israil
لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ ٧٨
Nabi Daud melaknat orang-orang Israel yang durhaka dan melampaui batas. Ketika Nabi Daud wafat, diganti oleh Sulaiman. Nabi Sulaiman yang membangun cikal bakal kerajaan besar.
12. Doa Nabi Sulaiman
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ ٣٥
Doa Nabi Sulaiman ini dikabulkan oleh Allah Swt. Infrastruktur kerajaannya dibangun oleh bangsa Jin dan Binatang-binatang. Dikisahkan pula dalam al-Quran bahwa Nabi Sulaiman berkendara dengan mengendarai angin.
Setelah Nabi Sulaiman Wafat, yang diutus 500 SM. Israel pecah jadi Israel Selatan dan Utara. Karena pecah masuk bangsa Assyria. Yang Utara dikuasai Romawi. Iran dan Romawi perang. Mulai itulah Palestina dikuasai bangsa Romawi. Di era itulah diutus Nabi Isa as. Romawi melakukan tindakan yang sama kepada Bani Israel. Sebagian dari mereka kabur ke Yatsrib dan menjadi koloni di sana.
Singkat cerita orang-orang Bani Israil di Yatsrib melakukan Perjanjian Madinah dengan Umat Muslim. Kemudian di Era Modern, di masa kolonialisme modern, orang-orang Eropa yang menjadi penjajah bersekutu dengan kelompok Yahudi Zionis. Membentuk Negara Israel dan berdiri di tahun 1948. Mereka mengusir penduduk asli Bangsa Palestina di sana dan mengklaim tanah itu adalah tanah mereka.
13. Prediksi Akhir Bani Israil
وَّقُلْنَا مِنْۢ بَعْدِهٖ لِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اسْكُنُوا الْاَرْضَ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيْفًاۗ ١٠٤
Ayat ini yang diyakini para ulama tafsir sebagai akhir Bani Israil. Artinya tinggallah di Palestina, ketika hari penghukuman terhadap mereka tiba, maka kamu akan bercampurbaur (berasal dari berbagai negara). Ini indikasi mereka akan selesai. Ada kelompok yang lurus, yang tidak mau masuk tanah Palestina, itu tanah yang dijanjikan untuk mereka, yang dijanjikan untuk mereka dibinasakan. Kenapa demikian? Analisanya, kalau mereka masih berpencar, tidak bisa dikalahkan. Akan ada skenario Tuhan tentang kehancuran Israel, kapan itu terjadi dan bagaimana mekanismenya? Wallahu A’lam.
Meskipun orang-orang Palestina sebagaimana tersurat dalam Surah Al-Nisa Ayat 104, tampaknya kalah, tetapi berdasarkan iman, mereka tidak kalah. Jadi ayat ubu menggunakan kacamata akidah. Kalau orang Gaza meninggal, maka mereka masih mendapatkan rahmat. Jangan kamu lemah dan suudzon kepada Tuhan. Tetap ditolong. Kalau kamu sakit, mereka mati syahid. Ini yang seharusnya membesarkan kita dan sekaligus berhusnudzon kepada Allah Swt.
وَلَا تَهِنُوْا فِى ابْتِغَاۤءِ الْقَوْمِۗ اِنْ تَكُوْنُوْا تَأْلَمُوْنَ فَاِنَّهُمْ يَأْلَمُوْنَ كَمَا تَأْلَمُوْنَۚ وَتَرْجُوْنَ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا يَرْجُوْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاࣖ ١٠٤
“Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (Q.S Al-Nisa Ayat 104).Baca juga artikel terkait :

Komentar
Posting Komentar