Indonesia Harus Tiru Arab Saudi: Jadikan Syi'ah Sebagai Ancaman Keamanan Nasional.

Indonesia Harus Tiru Arab Saudi: Jadikan Syi'ah Sebagai Ancaman Keamanan Nasional.

Hubungan Indonesia dan Arab Saudi memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Di tengah penguatan kerja sama bilateral, ada satu pelajaran penting yang harus dipetik Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi: ketegasan dalam menjaga akidah dan stabilitas keamanan negara dari ancaman paham Syi'ah.

Selama puluhan tahun, Arab Saudi memahami dengan sangat baik bahwa Syi'ah bukan sekadar perbedaan mazhab biasa. Syi'ah adalah gerakan ideologi politik transnasional yang memiliki agenda kekuasaan, yang sangat berbahaya bagi keutuhan sebuah negara bangsa.

Indonesia harus membuka mata dan belajar dari pengalaman Saudi.

1. Mengapa Arab Saudi Tegas Terhadap Syi'ah?

Arab Saudi sebagai penjaga dua kota suci, Haramain, menyadari bahwa infiltrasi paham Syi'ah selalu diawali dengan isu toleransi dan cinta Ahlul Bait, namun berakhir pada upaya delegitimasi terhadap negara, sahabat Nabi, dan ulama.

Pemerintah Saudi melihat secara langsung bagaimana paham ini menjadi alat intervensi negara luar untuk menggerogoti stabilitas internal. Mereka melihat apa yang terjadi di Yaman, di Lebanon, di Irak dan Suriah. Polanya sama: dimulai dari penyebaran ideologi, pembentukan komunitas eksklusif, kemudian tuntutan politik, hingga akhirnya menjadi ancaman keamanan bersenjata.

Oleh karena itu, Arab Saudi menempatkan pencegahan paham Syi'ah sebagai bagian dari doktrin keamanan nasional, bukan hanya persoalan keagamaan.

2. Ancaman Nyata Bagi Indonesia

Indonesia adalah negara Sunni terbesar di dunia. Kekuatan kita ada pada persatuan umat dan keutuhan NKRI.

Paham Syi'ah dengan doktrin taqiyah, pencelaan terhadap sahabat, dan konsep Imamah yang menolak sistem pemerintahan di luar Imam mereka, secara fundamental bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan prinsip Ahlus Sunnah wal Jamaah yang menjadi pegangan mayoritas umat Islam Indonesia.

Jika dibiarkan tumbuh, maka akan terjadi benturan horizontal di tengah masyarakat, sebagaimana yang sudah terjadi di Sampang dan beberapa daerah lainnya. Ini adalah bibit perpecahan yang jika tidak dicegah dari sekarang, akan menjadi bom waktu bagi keamanan nasional.

3. Langkah Yang Harus Dicontoh Indonesia

Indonesia harus mencontoh langkah strategis Arab Saudi:

Pertama, Penegasan Regulasi. Negara harus hadir dengan regulasi yang jelas bahwa penyebaran paham Syi'ah yang menyimpang dari ajaran Islam yang diakui adalah terlarang.

Kedua, Penguatan Kurikulum dan Dakwah. Masjid-masjid, pesantren, dan sekolah-sekolah harus diperkuat dengan pemahaman akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah untuk membentengi generasi muda.

Ketiga, Ketegasan Aparat Keamanan. Setiap kegiatan penyebaran dan rekrutmen paham Syi'ah harus diawasi secara ketat oleh aparat intelijen dan keamanan sebagai bagian dari deteksi dini ancaman negara.

Indonesia adalah negara besar. Kita tidak boleh naif dengan dalih toleransi buta. Toleransi ada batasnya jika sudah menyangkut akidah dan keamanan negara.

Sudah saatnya Indonesia belajar dari ketegasan Arab Saudi. Cegah Syi'ah sebelum terlambat.


Baca juga artikel terkait berikut :

Sumber : https://www.facebook.com/share/

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah