AKAL DICIPTAKAN UNTUK MEMAHAMI WAHYU, BUKAN SEBALIKNYA

Baca hadisnya (klik disini), dan
Penjelasan hadis (klik disini)
---o0o---

AKAL DICIPTAKAN UNTUK MEMAHAMI WAHYU, BUKAN SEBALIKNYA

Al-Qur’an adalah wahyu Allah ﷻ yang telah dijaga, dihafal, dan diamalkan oleh kaum muslimin selama lebih dari empat belas abad. Oleh karena itu, anggapan bahwa Al-Qur’an tidak lagi relevan merupakan kekeliruan yang lahir dari cara berpikir yang terbalik.

Dalam Islam, akal tidak ditempatkan untuk menghakimi wahyu, melainkan untuk memahami dan menerima kebenaran yang datang dari Allah. Siapa pun yang menjadikan akalnya sebagai penentu benar dan salah di atas wahyu akan mudah terjatuh ke dalam keraguan serta penolakan terhadap kebenaran.

Allah ﷻ berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Tidaklah pantas bagi seorang mukmin dan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, masih ada pilihan lain bagi mereka dalam urusan itu.” (QS Al-Ahzab: 36)

Oleh karena itu, marilah kita menundukkan akal dengan iman, menerima wahyu dengan penuh keyakinan, serta memohon kepada Allah ﷻ agar dianugerahi hati yang tunduk dan akal yang digunakan untuk memahami kebenaran, bukan untuk menentangnya. Āmīn.

Baca juga : 

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah