KETIKA TOPENG ITU SEMAKIN TERBUKA
KETIKA TOPENG ITU SEMAKIN TERBUKA
Ada saatnya umat Islam berhenti hanya mendengar slogan, lalu mulai membaca sejarah dan melihat fakta.
Apa yang terjadi di Yaman dalam beberapa hari terakhir semestinya menjadi renungan serius bagi kaum Muslimin, khususnya Ahlus Sunnah.
Bukan karena kita ingin mengada-adakan cerita tentang Syiah, tetapi justru karena sejarah dan fakta yang ada sudah cukup untuk berbicara.
DARI YAMAN, KITA DIINGATKAN KEMBALI KEPADA KISAH ABRAHAH
Yaman mempunyai catatan sejarah yang sangat erat dengan Makkah.
Pada masa dahulu, Abraha, penguasa Yaman, membangun sebuah bangunan ibadah besar di Ṣan‘ā’ yang dikenal dalam literatur sejarah Islam sebagai al-Qullays. Bangunan itu dikaitkan dengan upaya mengalihkan perhatian manusia dari Ka’bah di Makkah.
Kemudian Abraha bergerak menuju Makkah dengan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah.
Allah ﷻ mengabadikan peristiwa tersebut dalam Al-Qur’an:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia?” (QS. Al-Fīl: 1–2)
Ka’bah tetap terjaga.
Allah membinasakan pasukan bergajah dan menjadikan kisah mereka sebagai pelajaran bagi umat manusia.
Ada saatnya umat Islam berhenti hanya mendengar slogan, lalu mulai membaca sejarah dan melihat fakta.
Apa yang terjadi di Yaman dalam beberapa hari terakhir semestinya menjadi renungan serius bagi kaum Muslimin, khususnya Ahlus Sunnah.
Bukan karena kita ingin mengada-adakan cerita tentang Syiah, tetapi justru karena sejarah dan fakta yang ada sudah cukup untuk berbicara.
DARI YAMAN, KITA DIINGATKAN KEMBALI KEPADA KISAH ABRAHAH
Yaman mempunyai catatan sejarah yang sangat erat dengan Makkah.
Pada masa dahulu, Abraha, penguasa Yaman, membangun sebuah bangunan ibadah besar di Ṣan‘ā’ yang dikenal dalam literatur sejarah Islam sebagai al-Qullays. Bangunan itu dikaitkan dengan upaya mengalihkan perhatian manusia dari Ka’bah di Makkah.
Kemudian Abraha bergerak menuju Makkah dengan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah.
Allah ﷻ mengabadikan peristiwa tersebut dalam Al-Qur’an:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
“Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia?” (QS. Al-Fīl: 1–2)
Ka’bah tetap terjaga.
Allah membinasakan pasukan bergajah dan menjadikan kisah mereka sebagai pelajaran bagi umat manusia.
DAN HARI INI, YAMAN KEMBALI MENJADI PERHATIAN
Pada 15 September 2026, menurut keterangan resmi Saudi, pertahanan udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang diluncurkan oleh milisi Houthi di sebelah selatan Makkah, sebelum drone tersebut memasuki wilayah udara terlarang kota suci Makkah. Saudi menyatakan bahwa itu merupakan upaya kedua yang mereka kaitkan dengan Houthi untuk mengarah kepada Makkah, setelah peristiwa rudal pada 2017.
Alhamdulillah, drone tersebut berhasil dijatuhkan sebelum memasuki wilayah udara Makkah.
Dan kita patut bersyukur kepada Allah atas penjagaan-Nya terhadap Tanah Suci.
Perlu dicatat, pihak Houthi membantah bahwa mereka menargetkan Makkah.
Namun satu hal tidak dapat disangkal:
sebuah drone dalam rangkaian serangan Houthi terhadap wilayah Saudi berhasil dicegat di sebelah selatan Makkah.
Dan bagi kaum Muslimin, ancaman militer apa pun yang mendekati kota suci Makkah bukanlah perkara ringan.
LALU MUNCUL PULA PERISTIWA DI DHAMAR
Yang semakin mengundang perhatian adalah beredarnya video dari Dhamar, Yaman, yang memperlihatkan sebuah bangunan berbentuk seperti Ka’bah.
Dalam video tersebut tampak orang-orang mengelilingi replika tersebut dan melakukan salat di sekitarnya. Media yang memberitakannya mengaitkan kegiatan tersebut dengan wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.
Saya tidak perlu menambahkan cerita yang tidak ada.
Videonya telah beredar. Bangunannya terlihat. Orang-orang terlihat mengelilinginya.
Maka umat Islam berhak bertanya:
Mengapa replika Ka’bah dibuat di tempat lain dan kemudian manusia melakukan tawaf mengelilinginya?
Ka’bah yang Allah jadikan kiblat adalah Baitullah di Makkah.
Ia bukan simbol yang boleh dipindahkan sesuka hati, bukan tempat yang dapat digantikan, dan bukan ritual yang boleh direkayasa oleh manusia.
DAN JANGAN LUPAKAN SEJARAH QARAMITHAH
Bagi siapa pun yang ingin memahami sejarah kelompok-kelompok Syiah secara lebih serius, ada satu peristiwa yang tidak boleh dilupakan:
Qaramithah.
Pada tahun 317 H/930 M, kelompok Qaramithah menyerang Makkah pada musim haji.
Mereka membunuh jamaah haji dan penduduk Makkah.
Kemudian mereka melakukan sesuatu yang sangat mengerikan:
mereka mencabut Hajar Aswad dari Ka’bah dan membawanya ke wilayah kekuasaan mereka di al-Ahsa.
Hajar Aswad berada di luar Makkah selama kurang lebih dua puluh dua tahun, sebelum akhirnya dikembalikan. Encyclopaedia Iranica mencatat peristiwa tersebut dan menjelaskan Qaramithah sebagai gerakan yang berhubungan dengan syi’ah Ismailiyah.
Baca juga artikel berikut :
- UMAT ISLAM HARUS TAHU...!
- Tadabbur Al-Qur an : Al-Fil, ayat 1-5
- Hancurnya Ka’bah, Tanda Dekatnya Kiamat
Sumber : https://www.facebook.com/share/
Komentar
Posting Komentar