Rasulullah SAW Sangat Merindukan Umatnya Akhir Zaman, Bagaimana Beliau Mengenali Mereka?

Rasulullah SAW Sangat Merindukan Umatnya Akhir Zaman, Bagaimana Beliau Mengenali Mereka?

Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat menyayangi umatnya. Meski mereka yang hidup pada masa setelah beliau wafat. Lantas bagaimana Nabi Muhammad SAW mengenali mereka? 

Sejumlah riwayat menjelaskan tentang hal ini. Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq, menukilkan riwayat dari Abdullah bin Abi Auwfa RA, bahwa Rasulullah SAW pernah besabda: 

ﺇﻧﻰ ﻟﻣﺸﺘﺎﻕ ﺇﻟﻰ ﺇﺧﻮاﻧﻰ ﻓﻘﺎﻝ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﻟﺴﻨﺎ ﺇﺧﻮاﻧﻚ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺃﻧﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺑﻰ ﺇﺧﻮاﻧﻰ ﻗﻮﻡ ﺁﻣﻨﻮا ﺑﻰ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﻭﻧﻰ 

“Sungguh aku rindu pada saudara- saudaraku”. Umar berkata “Bukankah kami saudaramu?” Nabi menjawab: “Bukan. Kalian adalah Sahabatku. Saudaraku adalah orang-orang yang iman kepadaku tapi tidak pernah melihatku.” 

Siapakah yang bagaimana Rasulullah SAW akan mengenali umatnya yang tidak pernah bertemu selama ratusan tahun, terhalang ruang dan waktu? 

Allah SWT telah menjadikan orang beriman memiliki sifat dan karakteristik yang membedakan mereka dari orang lain di akhirat, dan Nabi (SAW) yang di dekatnya akan mengenali pengikutnya di Hari Kiamat, seperti efek wudhu, yang merupakan cahaya yang terlihat pada organ wudhu. 

Dari Abu Hurairah, semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan, Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam datang ke pemakaman dan berkata, “Salam sejahtera atas kalian, wahai penduduk orang-orang beriman. Insya Allah, kami akan bergabung dengan kalian. Aku berharap kami dapat melihat saudara-saudara kami.” Mereka berkata, “Bukankah kami saudaramu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Kalian adalah sahabat-sahabatku, dan saudara-saudara kami adalah mereka yang belum datang.” Mereka berkata, “Bagaimana engkau akan mengenali mereka yang belum datang dari umatmu?” Wahai Rasulullah, beliau menjawab, “Katakanlah kepadaku, jika seorang pria memiliki kuda-kuda dengan tanda putih di dahi dan kakinya di antara kawanan kuda yang seluruhnya hitam, bukankah dia akan mengenali kuda-kudanya?” Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Ia berkata, “Mereka akan datang dengan tanda putih di dahi dan kaki mereka karena berwudhu, dan Aku akan menunggu mereka di Sumur. Tetapi beberapa orang akan diusir dari Sumur-Ku seperti unta yang tersesat diusir. Aku akan memanggil mereka, ‘Kemarilah!’ Tetapi akan dikatakan, ‘Mereka telah berubah.’” Setelah kalian, Aku akan berkata, “Pergilah! Pergilah!” 

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda para pria datangi pekuburan lalu bersabda, “Semoga keselamatan terlimpahkah atas kalian penghuni kuburan kaum mukminin, dan sesungguhnya insya Allah kami akan bertemu kalian, “Sungguh aku sangat gembira jika kita dapat Melihat saudara-saudara kita 

Para Sahabat Bertanya, 'Tidakkah apa itu saudara-saudaramu wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab dengan bersabda: "Kamu semua adalah sahabatku, sedangkan saudara-saudara kita adalah mereka yang belum terwujud." 

Sahabat bertanya lagi, 'Bagaimana kamu dapat mengenali mereka yang belum berwujud dari kalangan umatmu wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab dengan bersabda, "Apa pendapat kalian, seandainya seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang berbulu putih di dahi serta di kakinya, dan kuda itu berada di tengah-tengah sekelompok kuda yang hitam legam. Apakah dia akan mengenali kudanya itu? ' Para Sahabat menjawab, 'Sudah tenda wahai Rasulullah.' 

Kemudian beliau bersabda lagi, 'tidak ada yang lebih dari apa yang sama dan segala sesuatu yang lain yang dikesampingkan. Sangat mudah untuk berbicara satu sama lain. Ingatlah! Ada golongan lelaki yang dihalangi dari datang ke telagaku sebagaimana dihalaunya unta-unta sesat'. 

Mereka yang Terhalang Minum dari Telaga Al-Kautsar 

Dari Abu Wail, dari ‘Abdullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ 

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ ” (HR. Bukhari, no. 7049) 

Dalam riwayat lain dikatakan, 

إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى 

“(Wahai Rabbku), mereka betul-betul pengikutku. Lalu Allah berfirman, ‘Sebenarnya engkau tidak mengetahui bahwa mereka telah mengganti ajaranmu setelahmu.” Kemudian aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.”  (HR. Bukhari, no. 7051)  

Sumber :

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah