Sejarah Kiswah, Kain Penutup Baitullah
Sejarah Kiswah, Kain Penutup Baitullah
Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar As'ad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Ka'bah terbuat dari kain tenun. Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail diikuti oleh para penerusnya.
Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Ka'bah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy. Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Kiswah terdiri dari lima bagian, yaitu empat sisi dan tirai pintu. Kainnya sutera yang diimpor khusus. Untuk membuatnya dibutuhkan lebih 600 Kg sutra murni. Kabarnya di zaman Nabi Ismail kiswah berupa belundru.
Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 Al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.
Selanjutnya pada masa kekuasaan Turki Utsmani, kiswah didatangkan dari Istanbul Turki yang memang piawai menghasilkan tenunan kiswah terbaik di masanya.
Kini kiswah Baitullah dirancang khusus lebih dari 200 karayawan penduduk asli Saudi di sebuah pabrik milik kerajaan. Letaknya di Al Joud, Makkah. Kiswah tingginya 14 meter dan lebar 47 meter. Bagian atas selebar 95 Cm dihiasi benang perak berlapis emas dengan berat 130 kg.
Waktu penggantian kiswah Ka'bah dilakukan secara rutin setiap tahun pada malam 1 Muharram atau bertepatan dengan Tahun Baru Islam. Prosesi sakral ini dimulai pada malam hari setelah ibadah salat Isya waktu Makkah dan selesai menjelang fajar.
Sebelumnya, tradisi ini dilaksanakan pada 9 Zulhijah (saat jemaah haji wukuf di Arafah), tetapi Pemerintah Arab Saudi mengubah jadwalnya menjadi malam Tahun Baru Islam sejak tahun 2022.
Prosesi ini melibatkan puluhan teknisi dan petugas khusus dari King Abdulaziz Complex for Holy Kaaba Kiswah yang menurunkan kiswah lama secara bertahap dan memasang kain kiswah baru di keempat sisi Ka'bah dengan presisi.
Baca Juga:
1. Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun
2. Renovasi Ka'bah dan Cara Nabi Mempersatukan Tokoh-Tokoh Quraisy
3. Sterilkan Ka'bah, Imam Masjidil Haram Gunakan 'Teknologi Ozon
Komentar
Posting Komentar