Kenapa bangsa Mongol tidak menyerang kota Makkah

Kenapa bangsa Mongol tidak menyerang kota Makkah

Pada masa kejayaannya, Kekaisaran Mongol adalah kekuatan yang menakutkan menaklukkan wilayah luas dari Tiongkok hingga Eropa Timur. Kota-kota besar seperti Baghdad dan Kiev luluh lantak di bawah kekuatan pasukan berkuda mereka. Tapi ada satu kota yang tetap utuh, tak tersentuh oleh serangan Mongol: Makkah. Mengapa kota suci umat Islam ini tidak pernah menjadi target penaklukan Mongol? 

Salah satu alasan terbesarnya adalah perubahan keyakinan. Setelah jatuhnya Baghdad pada tahun 1258, sebagian besar wilayah Islam berada di bawah tekanan Mongol. Namun, pada pertengahan abad ke-13, banyak pemimpin Mongol, termasuk Hulagu Khan dan keturunannya, mulai memeluk agama Islam. Proses ini mencapai puncaknya ketika Ilkhan Ghazan, salah satu pemimpin kekaisaran Mongol di Persia, secara resmi memeluk Islam dan menjadikan agama itu sebagai identitas kekuasaan mereka. 

Selain faktor konversi agama, secara strategis Makkah bukan target yang menguntungkan secara politik maupun ekonomi bagi pasukan Mongol. Kota ini bukan pusat kekuasaan militer atau perdagangan utama pada waktu itu, melainkan kota spiritual yang dihormati umat Islam. Serangan ke Makkah justru bisa memicu pemberontakan besar dari umat Muslim yang telah mereka kuasai. Para pemimpin Mongol yang sudah masuk Islam pun melihat Makkah sebagai tanah suci yang harus dilindungi, bukan dihancurkan. 

Maka, meskipun Mongol dikenal kejam dan tak punya ampun di medan perang, keputusan untuk tidak menyerang Makkah menunjukkan sisi lain dari kekuasaan mereka bahwa dalam politik dan kekuatan, kadang spiritualitas dan kepercayaan bisa mengubah arah sejarah. Makkah tetap berdiri, bukan karena kekuatan militernya, tapi karena sejarah memilih untuk melindunginya melalui jalan yang tak disangka. 

Sumber/Referensi:  

Komentar

Kajian Populer

Seputar amalan bid'ah yang di mabukkan oleh Ust. Abdul Somad

Inikah penyebab dendam tak berkesudahan NU pada Wahabi...?

Kedustaan Terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Rahimahullah