Mengapa Arab Saudi Tidak Pernah Dijajah?
Mengapa Arab Saudi Tidak Pernah Dijajah?
Pada masa ketika kekuatan kolonial memetakan ulang dan merebut sebagian besar negeri Arab—dari Aljazair hingga Mesir, dan dari Irak hingga Yaman—Kerajaan Arab Saudi tetap kukuh dan tidak tersentuh. Apakah ini kebetulan semata, atau ada kisah besar di balik pengecualian ini? Berikut penjelasannya.
Tanah yang Tak Mudah Ditaklukkan
Pertama, tanah ini selalu mempertahankan kedaulatannya. Di tengah padang pasir yang gersang dan di bawah matahari yang membakar, alam melindungi wilayah Najd dan Hijaz.
Keberanian penduduk serta pengetahuan mereka tentang liku‑liku tanah air memberi kekuatan untuk menghadapi siapa pun yang hendak menginvasi. Selain itu, wilayah ini minim sungai, rimba, dan sumber daya yang menggoda sehingga pasukan yang masuk belum tentu bisa keluar.
Tanah Dua Kota Suci adalah Garis Merah
Lebih jauh lagi, Makkah dan Madinah merupakan kiblat bagi lebih dari satu setengah miliar Muslim di dunia. Setiap rencana untuk menaklukkan kedua kota suci oleh kekuatan non‑Islam pasti memicu perlawanan global. Bahkan kekaisaran terbesar pun tak berani melakukannya.
Lahirnya Negara Saudi dari Rahim Perlawanan
Sejak abad ke‑18, Pangeran Muhammad bin Saud dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab membentuk persekutuan yang melahirkan gerakan perlawanan terhadap dominasi asing dan menandai kelahiran negara Saudi. Pada akhirnya, gerakan ini memperkuat identitas bangsa dan memberi fondasi bagi kemerdekaan.
Ketika Minyak Ditemukan, Saudi Sudah Kuat
Saat minyak mulai dieksplorasi pada tahun 1930‑an, Raja Abdul Aziz Al Saud telah mempersatukan Semenanjung Arab dan mendirikan negara berdaulat. Alih‑alih datang untuk menjajah, Amerika Serikat dan Inggris memilih menegosiasikan perjanjian—bukan memaksakan kekuasaan.
Kecerdasan Politik Raja Abdul Aziz
Tidak hanya itu, Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman –rahimahullah– menenun aliansi seimbang dengan Barat demi menjaga kedaulatan dan kehormatan kerajaan. Beliau tidak serta‑merta menantang Barat secara frontal, melainkan memilih strategi politik yang cerdas.
Akibatnya, ketika bangsa‑bangsa lain masih bergelut melawan penjajahan, Arab Saudi menulis bab baru dalam sejarah. Bab tentang tanah yang senantiasa mempertahankan kemerdekaannya karena rakyatnya memilih untuk merdeka.
Baca juga artikel berikut :
- Kenapa bangsa Mongol tidak menyerang kota Makkah
- UMAT ISLAM HARUS TAHU ...!
- Hancurnya Ka’bah, Tanda Dekatnya Kiamat
Sumber : https://saudinesia.id/

Komentar
Posting Komentar