STUDI INTEGRATIF TAUHID DALAM TEOLOGI ALKITAB DAN TEOKRASI TEKNOLOGI LINTAS DIMENSI
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
STUDI INTEGRATIF TAUHID DALAM TEOLOGI ALKITAB DAN TEOKRASI TEKNOLOGI LINTAS DIMENSI
"Barangsiapa tak menyadari Tauhid Nya diperangi Iblis setiap hari maka dia sudah kafir"
Pertanyaannya, definisi Tauhid itu apa ??
Benarkah Tauhid hanya dimiliki mereka yang beragama Islam dan mengucap syahadat ??
Tidak, sejak Allah menciptakan manusia pertama Adam Alaihissalaam, sejak itu pula Allah menghembuskan Tauhid Nya.
Allah berfirman :
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ. سجِدِينَ
"Maka apabila telah Ku sempurnakan kejadian (fisik) nya dan Ku tiupkan ke dalamnya dari Roh Ku, maka tunduklah kamu bersujud kepadanya"
(QS Shaad 72)
Yesus berkata :
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia maka harus menyembah Nya dalam roh dan kebenaran"
(Yohanes 4 ; 24)
Ketika Roh Nya menghidupkan segumpal tanah yang berbentuk jasad manusia, itulah esensi agama Tauhid yang sesungguhnya, menjadikan manusia makhluk yang paling sempurna. Tauhid dalam terminologi bahasa Ibrani disebut Ekhad ( אֶחָד ) atau Yakhid ( יָחִיד ) yang berarti Esa, tunggal, atau satu satunya bukanlah Allah yang menjelma menjadi Yesus sebagaimana logika yang diyakini umat Nasrani tetapi Tauhid adalah 7 sifat Roh Nya yang melebur menjadi satu dalam tubuh manusia.
Yesus berkata :
"Aku dan Bapa ( Allah ) adalah satu"
(Yohanes 10 ; 30)
Allah berfirman :
وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
"Dan Kami lebih dekat daripada urat lehermu"
(QS Qaaf 16)
Dialah Allah Tuhan semesta alam, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang bernafas dalam diri Nuh, Ibrahim, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Salomo, Elia, Yeremia, Yesaya, Yehezkiel, Yunus, Ayub, Yahya ( Yohanes ), Zakaria, hingga Yesus ( Isa Alaihissalaam ). Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.
Yesus berkata kepada orang Yahudi :
"Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat, bahwa kamu adalah Allah ??"
(Yohanes 10 ; 34)
Ketika Allah ingin menciptakan tumbuhan maka Dia berfirman kepada tanah, ketika Allah ingin menciptakan ikan maka Dia berfirman kepada air, ketika Allah ingin menciptakan manusia maka Dia berfirman pada Diri Nya sendiri. Jika tanah Dia lenyapkan maka tumbuhan pasti mati, jika air Dia keringkan maka ikan pasti punah, jika Roh pergi meninggalkan duniawi maka jasad mati tidak bernafas lagi. Diakui atau tidak, Dialah tetaplah Allah Tuhan umat Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Katholik, Protestan, bahkan Atheis sekalipun.
Yesus berkata kepada Maria :
"Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu"
(Yohanes 20 ; 17)
Allah berfirman :
وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ
"Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian, inilah jalan yang lurus"
(QS Maryam 36)
Sampai di sini umat Nasrani harus paham, bahwa tubuh kalian adalah bait (rumah) Nya tempat Dia bersemayam yang harus dirawat dan harus dijaga, bukan justru opini kalian menganggap Allah menjelma menjadi manusia berwujud Yesus. Itulah karenanya umat Islam wajib mandi atau berwudhu, mencuci semua anggota tubuhnya sebelum berdiri shalat bersujud pada Tuhannya.
ESENSI SHALAT DALAM TEOLOGI ALKITAB
Roh Allah yang bernafas dalam tubuh manusia bersifat suci, sebab Roh tidak membutuhkan materi. Sementara darah, daging, dan tubuh adalah pangkal dari segala nafsu duniawi. Setelah Allah menghembuskan Roh Nya ke dalam tubuh, di situlah genderang perang mulai ditabuh. Syahwat darah dan daging akan terus memerangi Roh dengan ambisi materi, ingin punya mobil, ingin punya rumah mewah, ingin punya motor, ingin punya pangkat, jabatan, kekuasaan dsb.
"Perbuatan daging (jasmani) telah nyata yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semua itu kuperingatkan kamu seperti yang telah kubuat dahulu, bahwa barangsiapa yang melakukan demikian maka dia tidak akan mendapat bagian dalam ( surga ) kerajaan Allah"
(Alkitab Galatia 5 ; 19 - 21)
Selama Roh masih terkurung di kandung badan, selama itu pula manusia berperang melawan nafsu dan keinginan. Roh berjuang mengendalikan syahwat jasmani demi tegaknya Tauhid sejati, itulah esensi jihad akbar meredam hawa nafsu melawan diri sendiri.
"Sebab keinginan daging ( jasmani ) berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging"
(Alkitab Galatia 5 ; 17)
"Aku manusia celaka, siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ??
(Alkitab Roma 7 ; 24)
Oleh karena itu Allah memberi pesan dalam surat Al Jumu'ah 9, bahwasanya orang beriman wajib meninggalkan segala aktivitas dunia saat adzan dikumandangkan. Jasad wajib shalat dan bersujud menghamba pada Roh Nya, bukan Roh dipaksa mengejar dunia menghamba pada pada jasadnya.
Maka Yesus maju sedikit lalu sujud ( shalat ) dan berdoa :
"Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini berlalu dari padaku tetapi jangan seperti yang aku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki"
(Matius 26 ; 39)
Yesus mengikuti kehendak Roh Nya, bukan mengikuti kehendak tubuhnya. Itulah esensi shalat yang sesungguhnya, penyembahan darah, daging, dan jasad kepada Roh yang bernafas dalam dirinya. Maka sinopsis dari semua hal itu, barangsiapa yang hidupnya hanya sibuk melayani nafsu darah dan dagingnya mereka itulah yang menjadikan dunia sebagai surganya.
Rasulullah bersabda :
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »
"Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir"
(HR Muslim 2392)
SPIRITUAL WARFARE DAN TEOKRASI TEKNOLOGI
Di era revolusi industri ke 4 atau Cyber Physical System 4.0 teknologi modern sudah mengambil alih otoritas absolut dalam kehidupan masyarakat, membentuk sistem layaknya Teokrasi, di mana Algoritma Artificial Intelligence dan korporasi raksasa Big Tech memonopoli kebenaran, mengontrol moralitas, serta menentukan apa yang baik dan yang buruk. Dalam konteks ini, teknologi memiliki sifat sifat Teokrasi sebagai berikut :
1. DOGMA ALGORITMIK : Memberi keputusan penting dalam kehidupan masyarakat, seperti seleksi pekerjaan, penilaian kredit, hingga kebijakan publik mulai didelegasikan kepada sistem Artificial Intelligence yang dianggap paling rasional dan objektif, di mana masyarakat selalu menelan hasil keputusan sistem tanpa mempertanyakan logikanya,
2. OTORITAS ABSOLUT : Raksasa teknologi ( Big Tech ) memegang kontrol penuh atas data serta narasi publik, layaknya institusi agama yang memonopoli kebenaran suci di masa lalu. Reduksi masyarakat dapat menjadi satu dimensi, di mana manusia diukur semata mata dari matrix, data, dan produktivitas teknisnya.
3. KETERGANTUNGAN MUTLAK : Bergantungnya manusia terhadap platform digital membatasi kebebasan individu, menciptakan tatanan sosial yang tunduk pada hukum platform, hingga hilangnya nilai nilai agama dan kemanusiaan akibat mendewakan efisiensi mesin. Teokrasi teknologi kini telah menjadi agama yang dipuja, dijadikan pedoman hidup layaknya entitas Ilahi yang serba tahu.
Cyber Physical System 4.0 di tahun 2026 sudah menampakkan tanda tandanya, teknologi akan terintegrasi dengan tubuh manusia, mendeteksi pikiran dan perasaan, membatasi kebebasan individu, mengontrol privacy, hingga mengawasi setiap gerak transaksi dan aktivitas sosial di mana saja kita berada.
Allah berfirman :
إنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
"Sesungguhnya setan ( teknologi ) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka"
(QS Al A'raf 27)
Ketika teknologi mulai terintegrasi dengan fisik biologis melalui Implan Koklea, Neuro Prostetik, Bioprinting 3D revolusi transplantasi medis, Artificial Intelligence, teknologi chip sensorik, Neuralink, dan Wearable membaca data biologis detak jantung, suhu tubuh, tingkat glukosa darah, hingga gelombang otak di situlah babak final The Ressurection of the X Christ 2030, bangkitnya Antikristus ( Dajjal ) menggeser kedaulatan Allah dari bait ( tubuh ) hamba hamba Nya.
"Yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah, bahkan dia ( Antichrist / Dajjal ) duduk di bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah"
(2 Tesalonika 2 ; 4)
Sumber : https://www.facebook.com/share/


Komentar
Posting Komentar