Kota Iram adalah Kota yang Maju di Zaman Kaum Ad yang Dibinasakan
فَا قْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)
Pangeran Muhammad meluncurkan ide dan visi awal kota yang mendefinisikan kembali konsep pembangunan perkotaan dan seperti apa (Iram kota kaum Ad) kota masa depan pada Januari 2021.
Sumber video : https://youtu.be/0y0
Kota Iram adalah Kota yang Maju di Zaman Kaum Ad yang Dibinasakan
فَاَ نْجَيْنٰهُ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَ قَطَعْنَا دَا بِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَمَا كَا نُوْا مُؤْمِنِيْنَ
“Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 72)
Bekas peninggalan kaum ‘Ad, telah ditemukan, ini salah satu bukti kebenaran Al Quran dalam sejarah
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 72; Maka tatkala telah datang ketentuan Allah, kami selamatkan dia, yakni nabi hud, dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dan pertolongan kami dan kami musnahkan sampai ke akar-akarnya tanpa ada sisa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dengan angin kencang dan sangat dingin yang menghempaskan mereka sehingga mati tersungkur. Mereka tidak terlihat sama sekali, hanya kelihatan bekasbekas tempat tinggal mereka.
تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِۢاَمْرِ رَبِّهَا فَاَ صْبَحُوْا لَا يُرٰۤى اِلَّا مَسٰكِنُهُمْ ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِ ى الْقَوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ
“yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum ‘Ad) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.”(QS. Al-Ahqaf 46: 25)
Mereka dibinasakan karena bukanlah termasuk orang-orang beriman.
Dalam ayat ini, Allah memperingatkan orang-orang musyrik Mekah bahwa Dia telah menimpakan azab yang amat dahsyat kepada kaum ‘Ad. Demikian dahsyatnya azab itu sehingga apa saja yang dilanda oleh azab berupa angin amat dingin yang bertiup dengan keras itu, pasti hancur. Mereka mati bergelimpangan. Rumah-rumah dan bangunan-bangunan runtuh, barang-barang beterbangan, pohon-pohon kayu tumbang. Tidak ada yang kelihatan lagi, kecuali puing-puing dan tempat tinggal mereka yang telah berserakan. Azab yang seperti itu juga telah menimpa kaum-kaum yang lain, seperti kaum Samud, kaum Lut, dan kaum Syuaib. Semua mereka itu adalah orang-orang yang ingkar dan durhaka kepada Allah. Seandainya kaum Quraisy tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab seperti itu pula.
Kaum ‘Ad merupakan bangsa kuno yang tinggal di wilayah Arab sekarang ini, khususnya di daerah yang sekarang menjadi bagian dari Oman, Yaman, dan Uni Emirat Arab.
Kota Iram
Kota Iram adalah salah satu yang didiami Kaum ‘Ad yang hidup pada zaman Nabi Hud AS. Iram merupakan sebuah kota yang berada di semenanjung Arab. Dalam Alquran, kota ini disebut sebagai Irama Dzaati al-Imaad yang artinya ‘kota seribu pilar’. Ini mengacu pada teknologi dan arsitektur bangunan kaum Ad yang cukup canggih saat itu dengan membangun pilar-pilar.
Meskipun maju, kaum Ad ingkar terhadap ajakan Nabi Hud untuk mengesakan Allah. Akibatnya, Allah menghancurkan mereka dengan angin topan dahsyat selama tujuh malam delapan hari.
Ahli arkelogi yang berhasil menemukan reruntuhan Kota Iram adalah Nicholas Clapp pada 1990.
Hasil temuan tersebut dipublikasikan di berbagai media dengan headline yang melaporkan tentang keberadaan kamu ‘Ad ini. Ada media yang memberi judul Fabled “Lost Arabian City Found” (Kota Legenda Arabia yang Hilang Telah Ditemukan). Ada pula yang menulisnya “Arabian City of Legend Found”, “The Atlantis of Sands”, “Ubar”, dan sebagainya.
Clapp menemukan bekas reruntuhan yang diyakini merupakan pilar-pilar dari menara yang dibangun Kaum ‘Ad sebagaimana disebutkan dalam Surat al Fajr ayat enam hingga delapan.
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَا دٍ
“Tidakkah engkau (Muhammad) memerhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) `Ad?,”(QS. Al-Fajr 89: Ayat 6)
اِرَمَ ذَا تِ الْعِمَا دِ
“(yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum `Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,”(QS. Al-Fajr 89: Ayat 7)
الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَا دِ
“yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,” (QS. Al-Fajr 89: Ayat 8)
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah para rassul.
Referensi :
Komentar
Posting Komentar