Perbedaan Universitas Al-Azhar Kairo dengan Universitas Islam Madinah dari segi aqidah
Perbedaan Universitas Al-Azhar Kairo dengan Universitas Islam Madinah dari segi aqidah
Perbedaan mendasar dalam segi aqidah antara Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir dan Universitas Islam Madinah (UIM) di Arab Saudi terletak pada metodologi, referensi utama, dan corak pemikiran teologis yang dianut:
Perbedaan mendasar dalam segi aqidah antara Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir dan Universitas Islam Madinah (UIM) di Arab Saudi terletak pada metodologi, referensi utama, dan corak pemikiran teologis yang dianut:
Landasan dan Corak Aqidah
Universitas Al-Azhar (Kairo) :
Universitas Al-Azhar (Kairo) :
Menggunakan tradisi keilmuan klasik yang panjang (sanad keilmuan) serta menghargai perbedaan pendapat (khilafiyah) fiqih dan kalam secara luas di kalangan para masyayikh (syekh pengajar).
• Menganut aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan corak teologi Asy’ariyah (dalam sifat-sifat Allah) dan Maturidiyah.
• Dalam bidang fiqih, Al-Azhar mengakui dan mengajarkan empat mazhab utama (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) secara berdampingan.
• Mengusung konsep Islam Wasathiyah (moderat, jalan tengah), yang menekankan toleransi internal antarmazhab serta keseimbangan dalam berpikir dan berinteraksi dengan khazanah klasik.
• Menganut aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan corak teologi Asy’ariyah (dalam sifat-sifat Allah) dan Maturidiyah.
• Dalam bidang fiqih, Al-Azhar mengakui dan mengajarkan empat mazhab utama (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) secara berdampingan.
• Mengusung konsep Islam Wasathiyah (moderat, jalan tengah), yang menekankan toleransi internal antarmazhab serta keseimbangan dalam berpikir dan berinteraksi dengan khazanah klasik.
• Dasar Akidah :
Menganut paham Asy’ariyah dan Maturidiyah (Ahlussunnah wal Jama'ah dalam pandangan tradisional/kalam).
• Metode Pemikiran :
• Metode Pemikiran :
Menggunakan pendekatan teologi rasional-tradisional (Ilmu Kalam) untuk menjelaskan sifat-sifat Allah, yang terkenal dengan metode Sifat 20 (20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, dan 1 sifat ja'iz bagi Allah).
• Integrasi Fikih dan Tasawuf :
• Integrasi Fikih dan Tasawuf :
Dalam dimensi spiritual, Al-Azhar mengakui dan memberi ruang pada tradisi tasawuf yang muktabar.
• Rujukan Keulamaan :
• Rujukan Keulamaan :
Melestarikan sanad keilmuan klasik melalui para masyayikh lintas generasi yang berpegang pada tradisi kutub turats (kitab-kitab kuning/klasik).
Universitas Islam Madinah (UIM):
Menekankan prinsip ittiba' (mengikuti dalil secara langsung) dengan pijakan kuat pada hadits-hadits shahih dan metode periwayatan dari ulama-ulama modern/kontemporer bermanhaj salaf (seperti Syaikh Al-Albani, Syaikh Bin Baz, dan Syaikh Al-Utsaimin).
• Menganut aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan corak pemahaman Salaf (Salafiyah / manhaj salaf).
• Menitikberatkan pemurnian aqidah (tasfiyah) dan kembali langsung kepada Al-Qur'an serta Sunnah dengan pemahaman generasi awal (salafus saleh), serta merujuk pada karya-karya ulama seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, dan Muhammad bin Abdul Wahhab.
• Sangat berhati-hati terhadap praktik yang dinilai sebagai bid'ah dalam ibadah atau penyimpangan dalam sifat-sifat Allah.
• Menganut aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan corak pemahaman Salaf (Salafiyah / manhaj salaf).
• Menitikberatkan pemurnian aqidah (tasfiyah) dan kembali langsung kepada Al-Qur'an serta Sunnah dengan pemahaman generasi awal (salafus saleh), serta merujuk pada karya-karya ulama seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, dan Muhammad bin Abdul Wahhab.
• Sangat berhati-hati terhadap praktik yang dinilai sebagai bid'ah dalam ibadah atau penyimpangan dalam sifat-sifat Allah.
• Metode Pemikiran :
Menolak metode Ilmu Kalam ala Asy’ariyah/Maturidiyah dan menekankan metode ittiba' (mengikuti dalil Al-Qur'an dan Sunnah) berdasarkan pemahaman generasi awal (salaf), dengan rujukan kuat kepada pemikiran Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
• Integrasi Fikih dan Tasauf :
- Fokus pengajaran fikih sering kali lebih ditekankan pada penguatan dalil dan perbandingan mazhab tanpa taklid buta, meskipun mazhab Hanbali cukup dominan secara historis-geografis.
- Sangat kritis terhadap praktik tasawuf yang dianggap menyimpang dari akidah tauhid murni (seperti tawasul yang dianggap berlebihan, bid'ah, khurafat, dan tahayul). [1]
Sangat mendominasi kajian tauhid (pembagian tauhid menjadi Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma' wa Shifat) dengan merujuk pada karya-karya ulama kontemporer Saudi seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-Albani, dan Syaikh Ibnu Utsaimin
Sama Syi'ah bersaudara, Arab Saudi mau disingkirkan ?
Baca berita :
- Sejarah dan Konsep Akidah Universitas Al Azhar Kairo
- Grand Syekh Al Azhar: Sunny dan Syiah Adalah Saudara.???
- Universitas Al-Azhar, Lembaga Pendidikan dan Alat Politik Rezim
- Tayeb Jelaskan Alasan Al-Azhar Menganut Paham Asy'ariyah
- Jika ada alumni Al-Azhar Mesir, berafiliasi kepada salafi atau wahabi itu "luar biasa".
- Dahsyat dan ngerinya mimpi mufti Mesir DR Ali Jum’ah
- Al-Azhar dan Salafi di Mesir: Kontestasi Dua Tradisi
- Fenomena Alumni Universitas al-Azhar yang Membenci Ilmu al-Azhar
- KESESATAN HABIB UMAR YANG MENGAKU BERTEMU DAN BISA MELIHAT NABI DALAM KEADAAN SADAR
- Konferensi Dhirar di Chechnya : Menyingkap Tabir Kebathilan Sekte Syi'ah Rafidhah
- Al-Azhar meminta maaf kepada pemuka agama di Arab Saudi atas “Konferensi Sunah”
---o0o---

Komentar
Posting Komentar